Bupati Bogor Ade Yasin Diduga Pungut Uang Anak Buah Demi Suap BPK Jabar Bupati Bogor. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap terkait pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, yang menjerat Bupati nonaktif Bogor, Ade Yasin.

Dalam mengusut kasus itu, tim penyidik mendalami pungutan uang dari para satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Bogor untuk menyuap tim audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:

KPK Bakal Konfirmasi Bukti Kasus Suap Laporan Keuangan Pemkab Bogor ke Ade Yasin

Ade Yasin diduga mengumpulkan uang dari para anak buahnya itu agar Pemkab Bogor mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dari BPK Jabar.

Hal tersebut diketahui saat tim penyidik memeriksa sembilan saksi, yakni PNS/Kasubag PBJ Kab. Bogor Unu, Pegawai RSUD Cibinong Sapto Aji Eko, PNS/Kasubbid Gaji BPKAD Kab. Bogor Ferry Syafari, Kabid AKTI BPKAD Kab. Bogor Wiwin Yeti Heriyati.

Kemudian PNS di Dinas PUPR Kab. Bogor Khairul Amarullah, PNS/ Kabid Aset BPKAD Kab. Bogor WR. Pelitawan, Kasubbag Keuangan Bappenda Kab. Bogor Rizki Setiawan, PNS/ Staf di Bagian Perlengkapan Kab. Bogor Ridwan Hendrawan alias Awok, dan Kasubag Kesra Setda Kab. Bogor Iip.

"Seluruh saksi hadir dan para saksi didalami pengetahuannya antara lain terkait dugaan pengumpulan sejumlah uang dari beberapa SKPD yang menjadi obyek audit oleh ATM (Anthon Merdiansyah-BPK Jabar) bersama tim auditor BPK Perwakilan Jawa Barat," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (19/5).

Diketahui, KPK telah menetapkan delapan tersangka yang terdiri atas empat tersangka selaku pemberi suap dan empat tersangka lain selaku penerima suap.

Baca Juga:

Kasus Ade Yasin, KPK Geledah Dua Rumah di Bandung

Tersangka pemberi suap ialah Ade Yasin; Sekretaris Dinas Kabupaten Bogor, Maulana Adam; Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor, Ihsan Ayatullah; dan PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Rizki Taufik.

Sementara, tersangka penerima suap adalah pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditorat Jabar III/pengendali teknis Anthon Merdiansyah; pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan (AM); pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/pemeriksa Hendra Nur Rahmatullah Karwita (HNRK); dan pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/pemeriksa Gerri Ginajar Trie Rahmatullah (GGTR).

KPK menduga suap yang dilakukan Ade Yasin tersebut bertujuan agar Pemkab Bogor kembali mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK.

Selain itu, selama proses audit diduga ada beberapa kali pemberian uang oleh Ade Yasin melalui Ihsan Ayatullah dan Maulana Adam kepada tim pemeriksa, di antaranya dalam bentuk uang mingguan dengan besaran minimal Rp10 juta hingga total selama pemeriksaan telah diberikan sekitar sejumlah Rp1,9 miliar. (Pon)

Baca Juga:

KPK Duga Bupati Bogor Ade Yasin Suap BPK dengan Dalih Dana Operasional

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Bahaya Makan Cokelat Setelah Konsumsi Mi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bahaya Makan Cokelat Setelah Konsumsi Mi

Akun Instagram @bimassanss menjawab sebuah tweet dengan narasi “makan coklat ga boleh setelah makan mie… lah ini malah dicampur Loudly crying face”.

Pemprov DKI Resmi Tetapkan 6 Koleksi Museum Sebagai Benda Cagar Budaya
Indonesia
Pemprov DKI Resmi Tetapkan 6 Koleksi Museum Sebagai Benda Cagar Budaya

Dinas Kebudayaan DKI Jakarta resmi menetapkan enam koleksi museum sebagai Benda Cagar Budaya. Antara lain, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Sejarah Jakarta, serta Museum Joang '45.

Mendagri Tito Didesak Umumkan Lebih Awal Pj Gubernur DKI
Indonesia
Mendagri Tito Didesak Umumkan Lebih Awal Pj Gubernur DKI

Ia pun meminta, Menteri Tito bisa mengumumkan Pj Gubernur lebih awal dan tidak menunggu di ujung batas waktu karena konsekuensinya terhadap Jakarta sangat lah besar.

Menkominfo Dorong BUMN dan Swasta Gunakan Produk Dalam Negeri
Indonesia
Menkominfo Dorong BUMN dan Swasta Gunakan Produk Dalam Negeri

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mendorong badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan pemerintah, dan rumah tangga serta sektor swasta untuk mendukung penggunaan produk dalam negeri.

Relawan Ganjar Sebut Puan Sedang Galau saat Curhat Tak Dijemput Gubernur
Indonesia
Relawan Ganjar Sebut Puan Sedang Galau saat Curhat Tak Dijemput Gubernur

Ketua DPR Puan Maharani disebut sedang galau saat menyampaikan keluhan tidak dijemput oleh gubernur dalam kunjungan kerjanya.

Didakwa Perkara Terorisme, Munarman eks FPI  'Minta Tolong' 7 Saksi
Indonesia
Didakwa Perkara Terorisme, Munarman eks FPI  'Minta Tolong' 7 Saksi

Identitas para saksi harus dijaga kerahasiaan.

Presidensi G20, Momentum Kembangkan Transformasi Digital Inklusif
Indonesia
Presidensi G20, Momentum Kembangkan Transformasi Digital Inklusif

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menjelaskan, Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengembangkan transformasi digital inklusif.

CSIS: Big Data Lembaga Kredibel, Banyak Orang Tidak Setuju Penundaan Pemilu
Indonesia
CSIS: Big Data Lembaga Kredibel, Banyak Orang Tidak Setuju Penundaan Pemilu

Tidak ada alasan politik cukup kuat untuk menunda agenda Pemilu Serentak 2024, apalagi kondisi politik Indonesia saat ini sedang mengalami kompleksitas tinggi di tingkat internasional maupun domestik.

Sumbang 8,5 Persen Total Makanan Indonesia, Konflik Rusia Ukraina Naikkan Harga Pangan
Indonesia
Sumbang 8,5 Persen Total Makanan Indonesia, Konflik Rusia Ukraina Naikkan Harga Pangan

Konflik kedua negara, akan meningkatkan volatilitas di pasar keuangan.

Cucu Jokowi Masih Dirawat, Gibran Kembali Disposisikan Tugas Pemkot ke Teguh Prakosa
Indonesia
Cucu Jokowi Masih Dirawat, Gibran Kembali Disposisikan Tugas Pemkot ke Teguh Prakosa

Ayah La Lembah, Gibran Rakabuming Raka pun masih mendisposisikan tugas Wali Kota Solo pada Wakil Wali Kota Teguh Prakosa sampai hari Minggu (20/2).