Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Meninggal Akibat COVID-19 Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja. (Foto: Pemkab Bekasi)

MerahPutih.com - Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meninggal dunia setelah berjuang "melawan" COVID-19 di Rumah Sakit Siloam Tangerang, Minggu (12/7) malam. Eka Supria Atmaja menjalani perawatan di Rumah Sakit sejak 1 Juli 2021 akibat terkonfirmasi positif COVID-19.

Kabar meninggalnya Bupati Bekasi itu diketahui berawal dari pesan berantai WhatsApp hingga diunggah di media sosial beberapa kepala daerah.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengunggah foto Bupati Bekasi disertai caption ucapan duka cita serta doa.

Baca Juga:

Penularan COVID-19 Tinggi, Pembatasan Mobilitas Kawasan Bekasi Makin Ketat

"Hari ini kami mendengar kabar duka, sahabat kami Bupati Bekasi Kang @ekasupriaatmaja (meninggal) di RS Siloam," tulis Cellica di akun Instagramnya seraya menyebutkan, Bupati Bekasi mengalami penurunan saturasi.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya Bupati Bekasi.

"Turut berduka cita atas wafatnya Bapak H Eka Supria Atmaja SH, Bupati Bekasi," tulis Anne di akun Instagramnya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Ade Yasin menyampaikan duka cita atas wafatnya Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja.

"Bulan Juli baru berjalan beberapa hari, isi kabar hampir semua berita kehilangan, kabar duka di mana-mana. Duka saya yang mendalam atas berpulangnya sahabat saya," ungkapnya saat dihubungi Antara di Cibinong, Bogor, Minggu (11/7).

Ade Yasin mengajak masyarakat turut mendoakan Eka yang tutup usia pada Minggu malam sekitar pukul 21.30 WIB, usai 10 hari lamanya dirawat lantaran terpapar COVID-19.

"Saya atas nama pribadi dan mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Bogor mendoakan almarhum diterima di tempat terbaik di sisi Allah," kata Bupati Bogor itu.

Ia meminta masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan menaati segala ketentuan yang tertuang dalam aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sehingga dapat membentengi dari penularan COVID-19.

"Saya memohon kepada masyarakat untuk terus disiplin dan patuhi protokol kesehatan di manapun berada agar pandemi ini segera berakhir," ujarnya dikutip Antara.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja. (Foto: Tangkapan Layar)
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja. (Foto: Tangkapan Layar)

Informasi dari pihak keluarga, almarhum Eka Supria Atmaja akan dimakamkan di pemakaman keluarga pada Senin pagi, 12 Juli 2021.

Eka Supria Atmaja, SH adalah putra dari pasangan Ojoy Jarkasih dan Enjuh Juhriah yang lahir pada 09 Februari 1973 di Desa Waluya Lemahabang Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi.

Eka menempuh pendidikan di SD Lemahabang, SMP 2 Cikarang, kemudian ia melanjutkan pendidikan di SMA CIKARANG, lalu meneruskan kuliah di Universitas Borobudur Jakarta.

Kiprah kepemimpinan Eka Supria Atmaja dimulai pertama kali ketika menjadi Kepala Desa Waluya selama dua periode, pada tahun 2001-2006, dan 2006-2012.

Kemudian di tahun 2014, Eka mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi dan terpilih dengan menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi periode tahun 2014-2017.

Pada tahun 2017, Eka Supria Atmaja mendapat mandat untuk maju di Pilkada Kabupaten Bekasi, yang kemudian menjadi Wakil Bupati mendampingi Hj Neneng Hassanah Yasin. Selanjutnya pada tahun 2019, Eka Supria Atmaja diberikan mandat menjadi Bupati Bekasi. (*)

Baca Juga:

Satgas COVID-19 Masih Temukan Bermacam Pelanggaran PPKM Darurat di Bekasi, Apa Saja?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menko Polhukam Era SBY Prihatin dengan Kudeta Demokrat
Indonesia
Menko Polhukam Era SBY Prihatin dengan Kudeta Demokrat

Mengorbankan Integritas, karakter, dan etika sebagai petugas dan juga gentlement

Tri Rismaharini Pensiun Dari Wali Kota Surabaya
Indonesia
Tri Rismaharini Pensiun Dari Wali Kota Surabaya

Dalam UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, Pasal 23 huruf a pun disebutkan bahwa Menteri dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya.

Manajer Restoran Asal Jepang Ditemukan Tewas Saat Isolasi Mandiri di Apartemen Sawah Besar
Indonesia
Manajer Restoran Asal Jepang Ditemukan Tewas Saat Isolasi Mandiri di Apartemen Sawah Besar

Dari informasi yang dihimpun, korban sedang menjalani isolasi mandiri di salah satu unit apartemen. Hasil dari diagnosa dokter menyatakan bahwa korban positif COVID-19.

70  Bos Perusahaan Jadi Tersangka Pelanggaran PPKM Darurat
Indonesia
70 Bos Perusahaan Jadi Tersangka Pelanggaran PPKM Darurat

Para tersangka dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Mereka terancam hukuman 1 tahun penjara.

Yakin Tak Ada Kudeta Militer, Pengamat: TNI Masih Loyal Terhadap Presiden
Indonesia
Yakin Tak Ada Kudeta Militer, Pengamat: TNI Masih Loyal Terhadap Presiden

Presiden Joko Widodo perlu memilih sosok yang loyal dan dekat untuk posisi Panglima TNI

Keberatan Seleksi Administrasi PNS, Begini Cara Protes Lewat Masa Sanggah
Indonesia
Keberatan Seleksi Administrasi PNS, Begini Cara Protes Lewat Masa Sanggah

Hasil seleksi PNS tahun ini diumumkan melalui akun masing-masing pelamar di SSCASN. Pelamar tinggal mengakses situs https://sscasn.bkn.go.id.

[Hoaks atau Fakta]: Aparat Gelar Razia Masker Serentak di Seluruh Daerah
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Aparat Gelar Razia Masker Serentak di Seluruh Daerah

Dalam razia tersebut jika tidak memakai masker akan ditindak bayar ditempat sebesar Rp 250 ribu.

Jabatan Tinggal Satu Tahun, Anies Ingin Fokus Tuntaskan Tangani COVID-19
Indonesia
Jabatan Tinggal Satu Tahun, Anies Ingin Fokus Tuntaskan Tangani COVID-19

Perihal ancang-ancang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang, dirinya memilih tidak berkomentar lebih jauh. Karena sekarang Pemerintah DKI sedang menggencarkan vaksinasi guna menuntaskan corona.

[HOAKS atau FAKTA]: Mengunyah Cengkeh Bisa Tingkatkan Kadar Oksigen
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mengunyah Cengkeh Bisa Tingkatkan Kadar Oksigen

Beredar sebuah pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp yang mengklaim jika seseorang mengunyah cengkeh atau kayu manis bisa meningkatkan kadar oksigen di dalam tubuh.

Bertemu Kapolri, Penjual Angkringan Ngeluh Omzet Jualan Turun Akibat PPKM Darurat
Indonesia
Bertemu Kapolri, Penjual Angkringan Ngeluh Omzet Jualan Turun Akibat PPKM Darurat

"Pak (Listyo) omzet jualan (angkringan) saya turun," ujar penjual angkringan Bagus, warga Solo, Jawa Tengah di hadapan Kapolri