Bupati Bangkalan Gunakan Uang Suap untuk Kebutuhan Politik Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron (kemeja krem) tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (7/12/2022). ANTARA/Benardy Ferdiansyah

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga selain terlibat kasus jual beli jabatan, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron juga mengutip fee dari sejumlah proyek.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, Abdul Latif diduga menerima uang dari sejumlah proyek di Pemkab Bangkalan. Uang itu dipakai Abdul Latif untuk kepentingan pribadi, salah satunya kebutuhan politik.

"Turut serta dan ikut campur dalam pengaturan beberapa proyek di seluruh dinas di Pemkab Bangkalan dengan penentuan besaran fee sebesar 10 persen dari setiap nilai anggaran proyek," kata Firli dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/12) dini hari.

Baca Juga:

Bupati Abdul Latif Patok Harga untuk Posisi Strategis di Pemkab Bangkalan

Firli menjelaskan, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu diduga menerima uang melalui orang kepercayaannya sebesar Rp 5,3 miliar.Uang itu bersumber dari jual beli jabatan hingga fee proyek.

"Penggunaan uang-uang yang diterima tersangka RALAI (Abdul Latif Amin Imron) tersebut diperuntukkan bagi keperluan pribadi, di antaranya untuk survei elektabilitas," ungkap Firli.

Khusus untuk kasus jual beli jabatan, besaran commitment fee yang diberikan Abdul Latif bervariasi sesuai dengan posisi jabatan yang diinginkan.

"Untuk dugaan besaran nilai commitment fee tersebut dipatok mulai dari Rp 50 juta sampai Rp 150 juta yang teknis penyerahannya secara tunai melalui orang kepercayaan dari tersangka," ujarnya.

Baca Juga:

Bupati Bangkalan Bungkam Saat Tiba di Gedung KPK

Selain Abdul Latif, dalam kasus ini KPK juga menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka. Mereka yakni, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur Agus Eka Leandy; Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Wildan Yulianto.

Selain itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Achmad Mustaqim; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Hosin Jamili; serta Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Salman Hidayat. (Pon)

Baca Juga:

Ditangkap KPK, Bupati Bangkalan Punya Harta Rp 9,9 Miliar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Politikus Demokrat Sebut Wacana Jokowi Tiga Periode Bikin Malu Istana
Indonesia
Politikus Demokrat Sebut Wacana Jokowi Tiga Periode Bikin Malu Istana

Fraksi Partai Demokrat meminta agar wacana dan isu perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode tersebut dihentikan.

Prabowo Tegaskan BIN Tidak Dibawah Komandonya
Indonesia
Prabowo Tegaskan BIN Tidak Dibawah Komandonya

Jokowi meminta Kemhan mengorkestrasi informasi intelijen di berbagai lembaga dan institusi agar menjadi sebuah informasi yang satu serta solid.

Vaksinasi di Papua Barat dan Papua Masih Rendah
Indonesia
Vaksinasi di Papua Barat dan Papua Masih Rendah

PPKM di luar Pulau Jawa dan Bali selama dua pekan ke depan dari tanggal 12-25 April 2022.

Soal Dewan Kolonel, Hasto: Tidak Ada Struktur Partai Seperti Militer
Indonesia
Soal Dewan Kolonel, Hasto: Tidak Ada Struktur Partai Seperti Militer

Menurut Hasto, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga kaget atas pembentukan barisan loyalis Puan di Fraksi PDIP tersebut.

PSI Minta Kemendagri Transparan soal Pendalaman Nama Pj Gubernur DKI
Indonesia
PSI Minta Kemendagri Transparan soal Pendalaman Nama Pj Gubernur DKI

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta meminta Kemendagri terbuka soal proses penggodokan internal usulan nama pengganti Anies yang akan diserahkan ke presiden.

Polda Bali Awasi Pembatasan Aktivitas Warga saat KTT G20 Berlangsung
Indonesia
Polda Bali Awasi Pembatasan Aktivitas Warga saat KTT G20 Berlangsung

Polda Bali pun melakukan sosialisasi perihal imbauan masyarakat untuk bekerja dan belajar dari rumah.

Barang Dari E-Commerce Dominasi Kiriman Kargo Selama Ramadan
Indonesia
Barang Dari E-Commerce Dominasi Kiriman Kargo Selama Ramadan

Angkutan kargo di bandara AP II menjadi sektor yang paling tahan banting di tengah pandemi COVID-19.

PDIP Sambut Keinginan Surya Paloh Bertemu Megawati
Indonesia
PDIP Sambut Keinginan Surya Paloh Bertemu Megawati

PDI Perjuangan (PDIP) menyambut baik keinginan Surya Paloh tersebut.

Peredaran Uang Kartal dan Tabungan Rupiah Yang Dapat Ditarik Sewaktu-waktu Naik
Indonesia
Peredaran Uang Kartal dan Tabungan Rupiah Yang Dapat Ditarik Sewaktu-waktu Naik

Tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu mencapai Rp 2.097,4 triliun pada posisi laporan atau tumbuh 14,0 persen (yoy), meningkat dibandingkan Februari 2022 yakni tumbuh 13,7 persen (yoy).

Masa Depan Ekonomi Digital Perlu Dukungan Internet yang Berkualitas
Indonesia
Masa Depan Ekonomi Digital Perlu Dukungan Internet yang Berkualitas

Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar seiring dengan pertumbuhan pengguna internet dari tahun ke tahun. Kini jumlahnya sudah lebih dari 200 juta orang. Jumlah pengguna yang sangat besar tersebut, tentunya harus didukung dengan internet yang berkualitas. Dengan begitu, masyarakat bisa memanfaatkan internet sebagai bisnis dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian digital Indonesia.