Bunyi 'Krak' Saat Mematahkan Sendi Jari Berasal dari Gelembung? Suara patahan itu berasal dari gelembung (Foto: tecake)

KEBIASAAN manusia memang sangat unik. Seperti kebiasaan yang satu ini, Anda pasti pernah mengalaminya, yaitu mematahkan sendi jari. Entah ada khasiatnya atau tidak, tapi rasanya lega saja jika sudah mendengar suara retakan hasil patahan yang Anda lakukan. Biasanya berbunyi 'krak'.

Alasan umumnya sih karena pegal. Entah benar atau tidak, setelah mematahkan jari seakan rasa pegal itu hilang. Jari tidak lagi menjadi kaku dan terasa luwes begitu saja. Pun ada beberapa cerita 'lama' yang mengatakan mematahkan sendi jari bisa menyebabkan radang sendi.

Namun suara retakan saat mematahkan sendi jari ternyata telah menjadi bahan perdebatan para ahli selama bertahun-tahun. Pasalnya suara itu persis seperti tulang yang patah, akan tetapi tidak pernah bukan Anda merasa tulang jari patah saat melakukannya.

Melansir Independent, rupanya suara retak itu berasal dari sebuah gelembung, bukan tulang yang patah. Pada tahun 1971, tim peneliti dari Universitas Leeds menemukan bahwa suara retak itu berasal dari pembentukan gelembung dalam cairan sendi.

Namun, penelitian lain menolak pendapat ini. Pasalnya setelah mematahkan jari sebenarnya masih ada cairan gelembung yang masih tertinggal dalam cairan sendi.

Hingga akhirnya penelitian lebih mendalam dilakukan oleh seorang peneliti bernama Vineeth Chandran Suja dan Abdul Barakat. Mereka berdua membuat sebuah model matematika untuk mengetahui pasti asal suara itu.

(Foto: rd)

Dalam sebuah penelitian, dijelaskan bagaimana Suja dan Barakat menggunakan representasi geometrik dari sendi buku jari di samping persamaan matematika untuk menyimpulkan bagaimana suara retakan dihasilkan.

Dalam penelitian itu mereka menyimpulkan bahwa ketika sendi jari dipatahkan, gelembung-gelembung kecil dalam cairan sendi akan hancur karena variasi tekanan dalam cairan. Dengan demikian hasil penelitian tersebut juga mendukung hasil yang didapat oleh para peneliti dari Universitas Leeds.

Namun, Suja dan Barakan melakukan penelitian lebih mendalam lagi. Model matematika mereka menjelaskan gelembung pada sendi tidak semuanya hancur saat seseoarang mematahkan jari.

Intinya suara tersebut memang berasal dari sebuah gelembung yang ada pada sendiri jari dan saat mematahkan jari gelembung itu akan pecah dan menghasilkan bunyi 'krak'. Jika diibaratkan seakan ada kembang api yang meledak saat mematahkan sendi jari.

Entah bahaya atau tidak, kegiatan mematahkan sendi jari memang memiliki beberapa dampak. Ada ahli yang mengatakan sering mematahkan sendi jari akan melonggarkan ligamen sehingga membuat sendi mudah retak.

Tentunya penelitian lebih lanjut perlu dilakukan. Akan tetapi hingga saat ini pendapat kuat masih mengatakan tidak ada dampak berbahaya dan fatal dari kebiasaan mematahkan sendi ini. Bagaimana Sahabat Merah Putih, 'Krak' lagi? (Ikh)






Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH