Buntut Pencopotan Baliho Rizieq, Fadli Zon Ingatkan TNI Tak Terseret ke Ranah Politik Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Pencopotan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab oleh anggota TNI AD menuai kritikan tajam.

Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon menilai, TNI tidak memiliki wewenang untuk mencopot baliho Rizieq yang terpasang di pinggir jalan.

Baca Juga

Anak Buahnya Copot Baliho Rizieq Shihab, Pangdam Jaya: Jangan Seenaknya Pasang

"Di luar kewenangan dan tupoksi TNI," kata Fadli Zon di akun Twitternya, @fadlizon, Jumat (11/10).

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra itu mengingatkan agar TNI tidak jauh terseret ke ranah politik praktis.

"Sebaiknya jangan semakin jauh terseret politik, kecuali mau hidupkan lagi 'dwifungsi ABRI' imbangi 'dwifungsi polisi'," tegasnya.

Sebelumnya, Pangdam Majyen TNI Dudung Abdurachman membernakan bahwa pencopotan baliho atas perintahnya.

Mereka adalah anggota Garnisun. Sebab, Satpol PP kerap kesusahan saat menertibkan spanduk tersebut. Menurut Dudung, dalam memasang baliho tak boleh asal-asalan.

"Ini negara hukum, harus taat kepada hukum. Kalau masang baliho itu udah jelas ada aturannya, ada bayar pajaknya, tempatnya sudah ditentukan, jangan seenaknya sendiri," katanya.

Dudung pun menegaskan sejumlah pria berbaju loreng yang mencopot baliho HRS adalah anggota Garnisun.

"Perintah saya itu. Begini, kalau siapapun di republik ini, siapapun, ini negara hukum. Harus taat kepada hukum," jelas Dudung. (Knu)

Baca Juga

Sindir Rizieq, Pangdam Jaya: Kalau Ucapannya Tidak Baik, Tak Pantas Disebut Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
MUI dan Kemenag DIY Imbau Warga Salat Ied di Rumah
Indonesia
MUI dan Kemenag DIY Imbau Warga Salat Ied di Rumah

Imbauan ini dikeluarkan sebagai upaya mencegah penularan COVID-19.

Isi Surat Pengunduran Diri Febri Diansyah dari KPK
Indonesia
Isi Surat Pengunduran Diri Febri Diansyah dari KPK

Febri sebelumnya menjabat sebagai Juru Bicara KPK sejak 6 Desember 2016 hingga 26 Desember 2019

COVID-19 Menyebar di Udara, PDPI: Selalu Pakai Masker dan Sering Buka Jendela
Indonesia
COVID-19 Menyebar di Udara, PDPI: Selalu Pakai Masker dan Sering Buka Jendela

PDPI mengimbau masyarakat menghindari keramaian baik di tempat tertutup maupun terbuka.

Catat, Visi-Misi Gibran-Teguh dan Bajo di Pilkada Solo
Indonesia
Catat, Visi-Misi Gibran-Teguh dan Bajo di Pilkada Solo

"Visi tersebut dijabarkan dalam tujuh misi antara lain memastikan agar tidak ada peningkatan kasus COVID-19 dan memberi aman kepada seluruh masyarakat," ujar Putut

UU Ketahanan Keluarga Jalan Negara Masuki Ruang Privat, PusaKo: Melanggar HAM
Indonesia
UU Ketahanan Keluarga Jalan Negara Masuki Ruang Privat, PusaKo: Melanggar HAM

Banyak hal privat yang merupakan etika dalam masyarakat menjadi diatur

Polemik Munculnya 2 Permen soal Ojol Dianggap Bentuk Ego Sektoral Kementerian
Indonesia
Polemik Munculnya 2 Permen soal Ojol Dianggap Bentuk Ego Sektoral Kementerian

Menurut Trubus, aturan tersebut tumpang tindih dan tidak jelas.

Terduga Teroris di Sukoharjo Tewas, Kuasa Hukum Keluarga Pertanyakan Penyebab Kematian
Indonesia
Terduga Teroris di Sukoharjo Tewas, Kuasa Hukum Keluarga Pertanyakan Penyebab Kematian

Ikhsan dilabarkan meninggal dunia karena luka tembak saat ditangkap pada Jumat (10/7).

Gunung Ili Erupsi, Ribuan Orang Mengungsi
Indonesia
Gunung Ili Erupsi, Ribuan Orang Mengungsi

Mengurangi dampak kesehatan dari sebaran abu vulkanik yang ditimbulkan dari aktivitas erupsi, masyarakat diminta agar menggunakan masker.

Hakim Kabulkan Permohonan JC Perantara Suap Djoko Tjandra
Indonesia
Hakim Kabulkan Permohonan JC Perantara Suap Djoko Tjandra

Pasal 10 ayat 1 saksi pelaku dapat diberikan penanganan secara khusus dan penghargaan atas kesaksian

Rapot Merah untuk Pemerintahan Jokowi
Indonesia
Rapot Merah untuk Pemerintahan Jokowi

Di sisi lain, hal ini tidak menjamin bahwa kritik dan rekomendasi dari masyarakat sipil dipertimbangkan dan berdampak dalam proses kebijakan.