Buntut Mundurnya Belva, Pemerintah Harus Berhati-hati Rekrut Pejabat Pakar hukum dari Universitas Al-Azhar Suparji Ahmad (Foto: alazhar.ac id)

MerahPutih.Com - Pakar Hukum Suparji Ahmad menilai, kasus mundurnya Belva Devara sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus jadi momentum bagi pemerintah untuk lebih berhati-hati dalam menunjuk pejabat.

Apalagi, proyek Ruangguru yang digagas Belva menimbulkan polemik karena menyerap anggaran yang besar.

Baca Juga:

ICW Minta Kemsesneg Buka Informasi Soal Pengangkatan Stafsus Presiden

Ia mengatakan langkah Belva harus diapresiasi, meskipun tudingan publik terkait proyek triliuan itu belum tentu benar.

CEO Ruangguru Belva Devara bersama Presiden Jokowi
Belva Devara bersama Presiden Jokowi (Foto: antaranews)

"Yang lebih utama adalah bagaimana rekruitmen pejabat dilakukan secara selektif sehingga tidak timbul masalah di kemudian hari. Supaya tidak menimbulkan polemik, proyek tersebut harus dilakukan secara transparan," kata Suparji kepada wartawan, Rabu (22/4).

Untuk mencegah dugaan konflik kepentingan, Suparji mewanti-wanti agar Presiden Joko Widodo agar lebih berhati-hati dalam merekrut pejabat.

Di tengah pandemi corona, Suparji meminta pejabat agar lebih sensitif, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

"Dengan peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semuanya, khususnya pejabat untuk tidal membawa ruang privat ke ruang publik," jelas Suparji.

"Ketika menjadi pejabat publik harus sudah selesai dengan masalah privatnya," pungkas Guru Besar Universitas Al Azhar Indonesia ini.

Belva sebelumnya menjelaskan soal alasan pengunduran dirinya sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo.

Ia mengaku tidak ingin berpolemik soal Ruang Guru, yang terlibat dalam program Kartu Prakerja.

Baca Juga:

Belva Devara Resmi Mengundurkan Diri Sebagai Stafsus Jokowi

Namun Devara berkeyakinan tidak ada masalah dengan keterlibatan Ruang Guru, yang dia pimpin, dalam program Kartu Prakerja. Menurutnya, kebijakan itu sudah sesuai dengan aturan.

"Seperti yang telah dijelaskan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku, dan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan. Pemilihan pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja,"tandasnya.(Knu)

Baca Juga:

Mundur Dari Stafsus Jokowi, Belva Devara Dipuji Politisi PSI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Keraton Yogyakarta Tiadakan Rangkaian Prosesi Sekaten 2020
Indonesia
Keraton Yogyakarta Tiadakan Rangkaian Prosesi Sekaten 2020

Keraton Yogyakarta meniadakan rangkaian prosesi acara Sekaten 2020.

Diguyur Hujan, 17 Titik di Jakarta Ini Langsung Banjir
Indonesia
Diguyur Hujan, 17 Titik di Jakarta Ini Langsung Banjir

Hujan mengguyur Jakarta sejak Jumat dinihari.

Tingkat Kesembuhan Pasien Corona Sumbar Capai 83 Persen
Indonesia
Tingkat Kesembuhan Pasien Corona Sumbar Capai 83 Persen

Hanya terdeteksi satu kasus positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan 1.712 spesimen pasien di wilayah Sumatera Barat.

Jangan Hanya Fokus ke COVID-19, Dinkes DKI Diminta Waspadai DBD
Indonesia
Jangan Hanya Fokus ke COVID-19, Dinkes DKI Diminta Waspadai DBD

Iman juga mengaku sudah memerintahkan Dinkes DKI untuk melakukan upaya pencegahan DBD

Usai Ikut Kunjungan Edhy Prabowo, Dirjen PRL KKP Meninggal Gegara COVID-19
Indonesia
Usai Ikut Kunjungan Edhy Prabowo, Dirjen PRL KKP Meninggal Gegara COVID-19

Aryo Hanggono terpapar oleh penyakit COVID-19 setelah kunjungan kerja rombongan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ke sejumlah daerah

Pemerintah Kekeh Tak Buka Riwayat Perjalanan Pasien Corona
Indonesia
Pemerintah Kekeh Tak Buka Riwayat Perjalanan Pasien Corona

Pemerintah telah mengidentifikasi pihak yang diduga melakukan kontak dengan penderita corona

Suka Duka Polwan, Jalani 'Double Job' Sebagai Ibu dan Polisi di Masyarakat
Indonesia
Suka Duka Polwan, Jalani 'Double Job' Sebagai Ibu dan Polisi di Masyarakat

Santi menyebut, menjadi Polwan bukan tugas yang mudah. Mengingat perannya sebagai ibu rumah tangga di lingkungan keluarga.

Kasus COVID-19 Solo Meroket Dalam Sehari, Terbanyak Sejak Kasus Pertama Muncul
Indonesia
Kasus COVID-19 Solo Meroket Dalam Sehari, Terbanyak Sejak Kasus Pertama Muncul

Satgas Penanganan COVID-19 Solo, Jawa Tengah mencatat adanya penambahan kasus baru corona sebanyak 32 kasus dalam sehari.

Rawan Terpapar Corona, Petugas TPST Bantargebang Diberi APD
Indonesia
Rawan Terpapar Corona, Petugas TPST Bantargebang Diberi APD

Sampah rumah tangga tercampur dengan masker membuat petugas penanganan sampah berisiko tertular COVID-19.

Koruptor Jiwasraya Harus Dimiskinkan
Indonesia
Koruptor Jiwasraya Harus Dimiskinkan

Korupsi ini jelas standar hukumnya