Buntut Ledakan Petasan di Jateng, Ketua DPD Minta Masyarakat Hindari Aktivitas Berbahaya Ilustrasi (Foto: YouTube@Harajaki trik)

Merahputih.com - Masyarakat diminta menjauhi segala bentuk aktivitas berbahaya saat perayaan Idul Fitri buntut dari meninggalnya sejumlah pemuda pada insiden ledakan petasan di Kebumen dan Kudus.

"Saya turut prihatin atas insiden memilukan tersebut. Harusnya kita menyambut hari kemenangan dengan sukacita, ini justru dukacita penuh air mata," kata Ketua DPD, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam keterangan tertulis, Jumat (14/5).

Musibah ledakan petasan terjadi di dua tempat. Pertama, pada Rabu (12/5) malam dimana empat korban tewas saat merakit petasan di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah.

Baca juga:

Ngabuburit di Pinggir Bandara, Sederhana Tapi Bahagia

Peristiwa kedua juga terjadi saat malam takbiran di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

"Lebih baik rayakan Idul Fitri dengan hal bermanfaat. Hindari aktivitas-aktivitas bahaya yang berpotensi merenggut nyawa," kata dia.

LaNyalla pun menyitir Surat Al-Isra ayat 26 hingga 27 dimana menyalakan petasan dinilai sebagai sebuah pemborosan.

"Inti kandungan dari dua ayat itu ialah janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemborosan itu adalah saudara-saudara setan," ujarnya.

Beragam jenis petasan yang dijual dipinggir jalan. Foto: ANTARA

Padahal, uang yang digunakan untuk membeli petasan sebenarnya bisa dipakai untuk hal yang lebih positif lainnya," katanya.

Insiden besar ledakan pabrik petasan disertai kebakaran pernah terjadi di Indonesia pada 26 Oktober 2017. Tepatnya di sebuah pabrik kembang api di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten Indonesia. Sedikitnya 48 orang meninggal dunia dan 52 orang luka.

"Seharusnya peristiwa seperti ini menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang. Apalagi aparat keamanan juga sudah melarang secara tegas produksi dan perdagangan petasan," ujar LaNyalla.

Menurut Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu, larangan dan hukuman bagi orang yang mencoba memproduksi, mengedarkan dan segala aktivitas membahayakan yang menggunakan bahan peledak sudah diatur dalam Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dan pasal 187 KUHP tentang bahan peledak.

Baca juga:

Tipikal Anak Bukber di Tongkrongan

"Bahwa pembuat, penjual, penyimpan, dan pengangkut petasan bisa dikenai hukuman minimal 12 tahun penjara hingga maksimal kurungan seumur hidup," beber LaNyalla.

Anggota Dewan Kehormatan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu meminta aparat keamanan untuk menegakkan hukum secara tegas. Hal ini untuk menimbulkan efek jera.

"Perlu juga lebih banyak dilakukan sosialisasi agar tumbuh kesadaran akan bahaya yang ditimbulkan petasan atau bahan peledak," tutup dia. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Buntut Pengusiran Jurnalis, Wali Kota Bobby Pilih Selesaikan Masalah
Indonesia
Buntut Pengusiran Jurnalis, Wali Kota Bobby Pilih Selesaikan Masalah

Pemkot Medan akan membuat ruang bagi wartawan di Balai Kota Medan agar memudahkan memantau agenda Wali Kota.

Gempa Magnitudo 6,2 Rusak Satu Puskesmas di Blitar
Indonesia
Gempa Magnitudo 6,2 Rusak Satu Puskesmas di Blitar

Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 merusak sejumlah bangunan di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Salah satunya adalah Puskesmas Wates.

PT KCI Temukan 16 Penumpang KRL Reaktif COVID-19 Seusai Tes Antigen Acak
Indonesia
PT KCI Temukan 16 Penumpang KRL Reaktif COVID-19 Seusai Tes Antigen Acak

“Hal itu untuk untuk melindungi sesama,” kata Anne

Tinjau RS Darurat Asrama Haji Donohudan, Menteri PUPR: 2 Agustus Kita Operasikan
Indonesia
Tinjau RS Darurat Asrama Haji Donohudan, Menteri PUPR: 2 Agustus Kita Operasikan

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau progres pembangunan rumah sakit (RS) darurat COVID-19 di Asrama Haji Donohudan (AHD).

[Hoaks atau Fakta]: Tentara Israel Tembaki Menara Masjid di Palestina
Dunia
[Hoaks atau Fakta]: Tentara Israel Tembaki Menara Masjid di Palestina

Video yang sama telah diunggah oleh kanal YouTube Michael Moore pada 16 Maret 2008, dengan judul video “WINTER SOLDIER: U.S. Marines Fire on Mosques Unprovoked”.

Pemprov DKI Dalami Dugaan Pelanggar Prokes di Tebet dan Pondok Ranggon
Indonesia
Panglima TNI Kerahkan Tracer Digital dari Tiga Matra untuk Putus Mata Rantai COVID-19
Indonesia
Panglima TNI Kerahkan Tracer Digital dari Tiga Matra untuk Putus Mata Rantai COVID-19

Mereka nantinya dikerahkan untuk melaksanakan tugas sebagai tenaga Tracer Digital COVID-19.

Kasus Bansos, KPK Geledah 2 Kantor di Gedung Patra Jasa
Indonesia
Kasus Bansos, KPK Geledah 2 Kantor di Gedung Patra Jasa

KPK menggeledah kantor dua perusahaan yakni PT ANM dan PT FMK

Polri Sebut Kaum Milenial Terpapar Paham Radikal dari Internet
Indonesia
Polri Sebut Kaum Milenial Terpapar Paham Radikal dari Internet

"Paham- paham (radikal) itu, banyak menggunakan internet ataupun media sosial yang sekarang banyak digunakan oleh masyarakat," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono

Selama Pandemi, 52 Pegawai Kejaksaan Agung Gugur Akibat COVID-19
Indonesia
Selama Pandemi, 52 Pegawai Kejaksaan Agung Gugur Akibat COVID-19

Dia pun meminta agar para anggotanya tetap berjuang maksimal agar bisa sembuh dari COVID-19