Buntut Gagal Bayar Polis Nasabah, Kresna Life Kembali Dipolisikan Nasabah PT Asuransi Jiwa Kresna (AJK) atau Kresna Life kembali mempolisikan pemilik atau pengurus asurasi swasta tersebut ke Polda Metro Jaya pada Rabu (25/11). Foto: Ist

MerahPutih.com - Nasabah PT Asuransi Jiwa Kresna (AJK) atau Kresna Life kembali mempolisikan pemilik atau pengurus asurasi swasta tersebut ke Polda Metro Jaya pada Rabu (25/11).

Pada laporan Nomor: LP / 7012 / XI / YAN 2.5 / 2020 SPKT PMJ, pengacara nasabah Kresna Life, Surya La Ode menjelaskan, kerugian yang dialami nasabah Kresna Life terkait dana polis jatuh tempo kurang lebih Rp50 Miliar yang tidak bisa dicairkan dengan total korban 21 nasabah.

Baca Juga

Kasus Jiwasraya Bukti Kemenkeu dan OJK Abai Lindungi Nasabah Asuransi

"Korban sudah banyak, namun OJK masih tutup mata dan seakan tidak punya taring untuk memberikan efek jera bagi perusahaan investasi yang ada di Indonesia," kata Surya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (25/11).

Pada kasus ini, kata Surya, Kresna Life sejak awal kresna life sudah terlalu banyak mengumbar janji-janji manis kepada para nasabah. Namun, pada kenyataan hal itu tidak bisa dibuktikan.

Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Indonesia untuk turun tangan yang bisa membuat Kresna Life diusut tuntas sampai ke akar-akarnya dan perlawanan hukum agar kegiatan usaha Perasuransian Kresna Life disuspensi atau dibubarkan secara hukum.

Nasabah PT Asuransi Jiwa Kresna (AJK) atau Kresna Life kembali mempolisikan pemilik atau pengurus asurasi swasta tersebut ke Polda Metro Jaya pada Rabu (25/11). Foto: MP/Ist

Seperti diketahui, sejak tahun 2019, para korban sudah cukup lama menginvestasikan di Kresna Life. jika dibiarkan begitu saja oleh Pemerintah, justru akan membuat masyarakat tidak akan ada lagi yang percaya dengan perusahaan-perushaan asuransi di Indonesia sementara di sisi lain pemerintah juga sedang memprioritaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia di segala bidang.

Di sisi lain, Surya menyayangkan sikap OJK yang terkesan abai bahkan diduga ada konspirasi atau ikut serta dalam pengawasan Kresna Life yang lalai sehingga menyebabkan korban bertambah banyak, padahal OJK sebenarnya memiliki kewenangan untuk mengawasi Kresna Life

"OJK kelihatan tergesa-gesa mencabut sanksi yang diberikan kepada Kresna Life. Seharusnya sanksi yang diberikan kepada Kresna Life harus lebih berat lagi sampai semua nasabah mendapatkan semua uangnya," tegasnya.

Kasus gagal bayar yang dialami nasabah Kresna Life, OJK kelihatan tumpul sehingga patut untuk disomasi oleh para Korban agar OJK paham bahwa selama ini OJK tidak mencerminkan sebagai sebuah lembaga negara yang berguna dan bermanfaat bagi industri keuangan di Indonesia karena sangat minim pengawasan dari Pemerintah.

"Ada apa dengan OJK sehingga berani mencabut sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU) Kresna Life, padahal Kresna Life masih memiliki kewajiban membayar polis jatuh tempo kepada seluruh nasabah," ucap kuasa hukum korban, Saddan Sitorus.

Surat pencabutan sanksi terhadap PT Asuransi Jiwa Kresna ( Surat No. S-458/NB.2/2020 tertanggal 4 November 2020) terlalu dini dicabut oleh OJK

"Kami akan terus memperjuangkan kepentingan nasabah sampai kapan pun, pungkasnya. (*)

Baca Juga

Buntut Kasus Dugaan Korupsi Jiwasraya, OJK Diminta Terlibat Seleksi Bos Asuransi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bahas RUU Larangan Minuman Beralkohol, DPR Ingin Selamatkan Kehidupan Warga
Indonesia
Bahas RUU Larangan Minuman Beralkohol, DPR Ingin Selamatkan Kehidupan Warga

"Adanya RUU ini juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya minuman beralkohol," sebut Illiza.

Pemprov DKI Izinkan Mal dan Tempat Ibadah Buka, Pengunjung Dibatasi 25 Persen
Indonesia
Pemprov DKI Izinkan Mal dan Tempat Ibadah Buka, Pengunjung Dibatasi 25 Persen

"Di kita juga ada kelonggaran kelonggaran seperti rumah ibadah dan mal dimungkinkan dibuka dengan kapasitas 25 persen dengan jam tertentu," ucap Riza di Jakarta.

Merah Putih Kasih Foundation Beri Bantuan Rp 3 Miliar untuk RSA dr Lie yang Karam
Indonesia
Merah Putih Kasih Foundation Beri Bantuan Rp 3 Miliar untuk RSA dr Lie yang Karam

Donasi diserahkan langsung kepada dr Lie Dharmawan di kantor DoctorSHARE di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat

BPKP Tengah Kaji Tunggakan Insentif Nakes 2020 Rp 1,34 triliun
Indonesia
BPKP Tengah Kaji Tunggakan Insentif Nakes 2020 Rp 1,34 triliun

Kebutuhan tunggakan 2020 tahap II Rp 2,69 triliun akan difasilitasi Tim Penyelesaian Klaim Dispute (TPKD) agar dapat segera terselesaikan.

DPD Ingatkan Nasib Guru Honorer Tidak Boleh Terkatung-katung
Indonesia
DPD Ingatkan Nasib Guru Honorer Tidak Boleh Terkatung-katung

Pengabdian para guru honorer yang telah bekerja puluhan tahun dengan pendapatan yang kecil harus menjadi atensi.

Polda Metro Akui Vaksinasi Merdeka di Willayah Penyangga Tak Capai Target
Indonesia
Polda Metro Akui Vaksinasi Merdeka di Willayah Penyangga Tak Capai Target

Program vaksinasi merdeka di wilayah penyangga atau aglomerasi seperti Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Depok, Tangerang Kota dan Tangerang Selatan telah berakhir. Sayangnya, kegiatan ini tidak mencapai target.

Positif COVID-19, Dahlan Iskan Masuk Isolasi RS di Surabaya
Indonesia
Positif COVID-19, Dahlan Iskan Masuk Isolasi RS di Surabaya

Dahlan Iskan memiliki riwayat medis transplantasi hati di tahun 2007

Komnas HAM Duga TWK Bentuk Penyingkiran Pegawai KPK yang Distigma Taliban
Indonesia
Komnas HAM Duga TWK Bentuk Penyingkiran Pegawai KPK yang Distigma Taliban

Komisioner Komnas HAM, Amiruddin menduga, proses alih status pegawai KPK menjadi ASN merupakan bentuk pennyingkiran terhadap para pegawai yang distigma sebagai taliban.

Mantan Anak Buah Anies Bakal Diperiksa Polisi dalam Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik
Indonesia
Mantan Anak Buah Anies Bakal Diperiksa Polisi dalam Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

Polda Metro Jaya mengagendakan memeriksa mantan anggota Tim Gabungan untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, MK.

425 Ribu Warga Berhasil Sembuh dari COVID-19
Indonesia
425 Ribu Warga Berhasil Sembuh dari COVID-19

Kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 506.302 orang, pada Selasa (24/11).