Buni Yani Sumpahi Orang yang Menuduhnya Dilaknat Allah Terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE, Buni Yani di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/10). (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

MerahPutih.com - Terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE, Buni Yani sesaat sebelum sidang menyerukan bahwa dirinya hingga kini tidak merasakan melakukan pengeditan video Ahok seperti yang dituduhkan Jaksa penuntut umum. Bahkan Buni Yani berani bersumpah akan kasus tersebut.

Di awal sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim, M. Saptono, Buni Yani meminta untuk dapat berbicara dengan majelis hakim. Dikatakan Buni Yani, ia bersumpah tidak memotong video seperti apa yang dituduhkan kepada dirinya.

"Dalam persidangan saya berulang-ulang kali (mengatakan) saya bersumpah bahwa saya tidak pernah memotong video (Ahok)," kata Buni Yani di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11).

Bahkan Buni Yani menyerukan kepada pihak atau orang yang menuduhnya itu agar dilaknat Allah.

"Orang yang menuduh dan memutuskan perkara ini yang menuduh saya memotong video, mudah-mudahan orang-orang tersebut dilaknat oleh Allah," seru Buni Yani, yang langsung disambut teriak para pendukungnya.

Buni Yani menjadi terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE terkait video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat berceramah di Kepulauan Seribu.

Buni Yani didakwa mengubah, merusak, menyembunyikan informasi eletronik milik orang lain maupun publik berupa video pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Yugi Prasetyo, kontributor merahputih.com untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Amien Rais Berharap Hakim Vonis Buni Yani Seadil-adilnya


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH