Kebebasan Berpendapat
Bungkam Kritik Lewat Peretasan Laman Tempo yang diretas. (Foto: Tempo).

MerahPutih.com - Kasus peretasan akun media sosial serta doxing yang mengarah menyerang privasi seseorang di dunia maya semakin mengkawatirkan. Pekan ini, epidemiolog Pandu Riono dan laman berita Tempo.co, yang menjadi korban peretasan orang yang tidak bertanggungjawab.

Peretasan aku pribadi Pandu Riono dan atau laman berita Tempo.co dinilai sebagai pelanggaran hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi. Kedua kasus ini bukanlah kasus intimidasi dan seragan digital pertama pada kritikus atau yang berbeda pandangan pada suatu isu.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid menilai, selama ini, Pandu Riono begitu lantang menyuarakan kritikannya terhadap kebijakan Pemerintah dalam menangani wabah COVID-19. Sementara pemberitaan Tempo banyak menyorot keprihatinan politik dan sosial yang terjadi di dalam negeri, termasuk juga mengkritisi rezim yang sedang berkuasa.

Baca Juga:

Kala Pesohor Jadi Pendengung RUU Cipta Kerja

Ia memandang, kedua kasus peretasan ini dapat dilihat sebagai pembungkaman kritik. Padahal hak seseorang untuk mengungkapkan pendapatnya adalah hak yang dilindungi di konstitusi dan hukum HAM internasional.

Usman meminta pemerintah dan aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara transparan, akuntabel, dan jelas. Semua pelaku peretasan wajib ditangkap, diproses dengan adil dan dijatuhkan hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Jikalau terbukti pelaku adalah bagian dari otoritas negara, maka tidak boleh ada impunitas hukum," terang Usman.

Ia berharap, negara juga harus menjamin bahwa hak kebebasan berpendapat dan menyampaikan informasi dilindungi. Bagaimanapun, masyarakat berhak mendapatkan dan memang membutuhkan informasi.

"Pembungkaman informasi, apalagi terkait pandemi yang tengah berlangsung, tidak hanya melanggar hak atas informasi yang dijamin dalam hukum HAM internasional, namun juga berpotensi melanggar hak atas kesehatan," terang Usman.

Pada tanggal 19 Agustus lalu, akun media sosial Twitter pribadi milik Pandu Riono diretas oleh pihak yang tidak dikenal. Pandu adalah seorang epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

Ia kerap mengkritisi kebijakan dan aturan pemerintah terkait penanganan pandemi COVID-19, seperti mengkritik promosi pariwisata di tengah pandemi, pemberlakuan new normal serta pelonggaran PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dan rencana pembukaan sekolah yang berlokasi di zona hijau dan kuning di beberapa wilayah di Indonesia.

Berdasarkan keterangan Kawal COVID19, platform di mana Pandu Riono aktif berperan sebagai salah satu kontributor, beberapa kolega Pandu dan mitra Kawal COVID19 mendapat bombardir pesan berisi informasi pribadi seputar Pandu di platform Whatsapp mereka.

Sejak Rabu pagi-pun, Pandu telah menginformasikan Kawal COVID19 bahwa aplikasi pesan miliknya telah dipenuhi pesan dari pengirim tak dikenal, sebelum muncul unggahan foto pribadi di akun miliknya.

Pekan lalu, Pandu Riono mengkritik penelitian Universitas Airlangga Surabaya (Unair) dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan TNI yang mereka klaim sebagai obat COVID-19 pertama di dunia. Pandu menyebut obat buatan Unair dan dua lembaga negara tersebut belum diregistrasi uji klinis oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Twitter dr Pandu
Twitter dr Pandu. (Foto: Twitter).

Sebelumnya dalam sebuah diskusi di bulan Juli, Pandu mendesak Pemerintah Indonesia untuk menghentikan rapid test dalam penanganan wabah COVID-19. Ia menilai, rapid test hanya diperlukan untuk mengetahui seberapa besar penduduk yang terinfeksi, bukan menjadi bagian dari penanggulangan pandemi.

Secara terpisah, pada tanggal 21 Agustus 2020 dini hari, portal media Tempo.co diduga mengalami peretasan oleh akun Twitter bernama @xdigeeembok. Namun, saat ini laman berita Tempo.co sudah berhasil dipulihkan kembali.

Pada bulan April silam, kasus serupa terjadi kepada aktivis Ravio Patra yang secara terbuka mengkritik kekurangan transparansi data tentang pasien COVID-19. Akun whatsapp Ravio diretas dan ia kemudian diamankan oleh polisi karena menyebarkan provokasi melalui akun whatsapp-nya tersebut.

Berdasarkan catatan Amnesty, dari Februari hingga 11 Agustus 2020, setidaknya terdapat 35 kasus dugaan intimidasi dan serangan digital terhadap mereka yang aktif mengkritik kebijakan pemerintah. Padahal, hak atas kebebasan berpendapat dan menyampaikan informasi sudah dijamin dan dilindungi di berbagai instrumen hukum.

Secara internasional, hak atas kebebasan berpendapat dan menyampaikan informasi dijamin di pasal 19 di Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR) serta Komentar Umum No. 34 terhadap Pasal 19 ICCCP. Hak tersebut juga dijamin di Konsitusi Indonesia, yaitu Pasal 28E dan 28F UUD, serta pada Pasal 14 UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Komisioner Komisi Nasional Hal Azasi Manusia Beka Ulung Hapsara dalam cuitannya, mengecam keras tidakan pengecuy. Menurutnya, beda pendapat adalah keniscayaan demokrasi. penyikapanya harus dengan cara-cara terhormat dan beradab.

"Tidak mudah membangun Indonesia menjadi negara demokratis. Butuh puluhan tahun dengan korban yang tidak sedikit. Jangan lagi dirusak dengan cara-cara anti demokrasi atas nama kepentingan nasional," tulisnya dalam twitternya. (Knu).

Baca Juga:

Rp90,45 Miliar Duit Rakyat Buat Buzzer

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Kumpulkan Air Hujan, Warga AS Dibui
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Kumpulkan Air Hujan, Warga AS Dibui

Foto yang identik dengan foto yang diunggah oleh sumber klaim, salah satunya dimuat di situs aol.com pada 14 Agustus 2012 di artikel yang berjudul “Gary Harrington of Oregon Jailed for Illegal Rainwater Reservoirs on His Property”

Anies Diminta Jangan Malu Ungkap Nama Pejabat DKI yang Positif COVID-19
Indonesia
Anies Diminta Jangan Malu Ungkap Nama Pejabat DKI yang Positif COVID-19

Prasetyo Edi pernah meminta kepada Anies untuk terang-terangan atau tidak menutupi jika ada anak buahnya yang terjangkit virus corona.

Vaksin COVID-19 Diperkirakan Mulai Tersedia Akhir Oktober di Tiongkok
Indonesia
Vaksin COVID-19 Diperkirakan Mulai Tersedia Akhir Oktober di Tiongkok

Vaksin COVID-19 diperkirakan mulai tersedia paling cepat pada akhir bulan Oktober mendatang di Tiongkok.

'Emak-Emak' yang Viral Gegara Masuk Tol Dalam Kota Diburu Polisi
Indonesia
'Emak-Emak' yang Viral Gegara Masuk Tol Dalam Kota Diburu Polisi

Berdasarkan pengecekan, diketahui kendaraan bermotor roda dua tersebut masuk melalui Gerbang Tol (GT) Angke 1 Jalan Tol Dalam Kota, pada Selasa (20/4) pukul 17.01 WIB

Dipolisikan Diduga Sebar Hoaks, Anji: Maksud Baik Malah Dianggap Jelek
Indonesia
Dipolisikan Diduga Sebar Hoaks, Anji: Maksud Baik Malah Dianggap Jelek

Menurut Anji, ia tak bermaksud membuat keonaran dan tak menduga akan mendapat respons yang tak diinginkannya.

Fokus Pemeriksaan Inspektorat, Kepala BPPBJ DKI Dicopot Anies
Indonesia
Fokus Pemeriksaan Inspektorat, Kepala BPPBJ DKI Dicopot Anies

Pekerjaan dalam di badan pelelangan barang dan jasa itu kan untuk Pemprov DKI Jakarta

Pemprov DKI Tolak Beri Izin Pembukaan untuk 58 Tempat Karaoke
Indonesia
Pemprov DKI Tolak Beri Izin Pembukaan untuk 58 Tempat Karaoke

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menolak 58 pengajuan izin pembukaan tempat karaoke meskipun pengelola sudah mengajukan permohonan di tengah pandemi COVID-19 dengan melampirkan ketentuan protokol kesehatan.

Anak Buah Megawati Bantah Terlibat Korupsi Lahan Rumah DP 0 Persen
Indonesia
Anak Buah Megawati Bantah Terlibat Korupsi Lahan Rumah DP 0 Persen

"Saya enggak merasa bermain, kok. Fungsi saya hanya memegang palu untuk mengesahkan anggaran yang dimintakan," ujar Prasetyo

Warga Jakarta Diminta Waspadai Hujan Disertai Kilat Sore dan Malam Hari
Indonesia
Warga Jakarta Diminta Waspadai Hujan Disertai Kilat Sore dan Malam Hari

BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai hujan disertai kilat berdurasi singkat di sebagian wilayah Jakarta antara sore dan malam hari.

Penyaluran BST di Solo Baru Terserap 90 Persen, 1.300 Penerima Dicoret
Indonesia
Penyaluran BST di Solo Baru Terserap 90 Persen, 1.300 Penerima Dicoret

BST tahap kedua ini ada penambahan 13.700 KPM dari jumlah semula 44.000 pada tahap pertama.