Bulog NTT Kembali Datangkan 14 Ton Bawang Ilustrasi bawang putih. (MP/Budi Lentera)

Perum Bulog Divisi Regional (Bulog Divre) Nusa Tenggara Timur kembali mendatangkan 14 ton bawang putih dari Jawa Timur dalam rangka menstabilkan harga komoditas tersebut.

"Saat ini bawang yang 10 ton, yang kami datangkan dari Jawa Timur pada pekan lalu sudah tersisa empat ton, dan saat ini ada 14 ton bawang lagi yang kami datangkan dari Jawa Timur," kata Kepala Divre Bulog NTT, Efdal MS di Kupang, Kamis (15/6).

Ia mengatakan, pihaknya mendatangkan belasan ton bawang putih itu karena kebutuhan akan bawang di Kupang sangat meningkat. Apalagi ditambah dengan kebutuhan bawang putih di pasaran yang semakin kurang.

Akibat kurangnya bawang putih tersebut, harga jual bawang putih di pasar juga naik, yang pada pekan lalu menjadi Rp70 ribu per kilogram, namun berangsur-angsur mulai turun.

Ia mengatakan bahwa belasan ton bawang putih itu saat ini masih dalam perjalanan dan diperkirakan akan tiba dalam pekan ini, agar kemudian bisa disortir guna bisa dijual dengan cara operasi pasar.

"Harga jual bawang putih saat ini juga sudah berangsur-angsur turun. Hal ini memberikan efek yang positif dalam operasi pasar yang kami lakukan selama ini, baik di depan kantor Bulog, di pasar-pasar maupun di halaman tempat-tempat ibadah," katanya.

Semakin turunnya harga bawang itu kemudian membuat pihak Bulog NTT juga kembali menurunkan harga jual bawang putih yang dari semula Rp38 ribu per kilogram, saat ini sudah turun menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Terkait dengan harga bawang merah, katanya, hingga saat ini masih stabil karena harganya berkisar Rp25 ribu per kg hingga Rp30 ribu.

Pihak Bulog akan terus melakukan operasi pasar selama bulan Puasa dalam rangka melakukan stabilisasi harga, seperti gula pasir dengan harga Rp12.500 per kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, beras premium Rp9 ribu per kg, bawang putih Rp30 ribu per kg, dan bawang merah Rp25 ribu per kg.

Sumber: ANTARA


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

YOU MAY ALSO LIKE