Bulan Depan Uji Klinis Tahap II Vaksin COVID-19 dari Korsel Dimulai Tangkap Layar: Paparan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, terkait Diplomasi Vaksin pada rapat kerja bersama Komisi I DPR, Selasa (22/9). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Merahputih.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan Indonesia akan menggelar uji klinis tahap II untuk calon vaksin COVID-19 buatan Genexine Inc, perusahaan farmasi asal Korea Selatan tahun ini.

“Uji klinis II akan dimulai Oktober di Indonesia,” kata Retno saat menyampaikan paparan pada Rapat Kerja Komisi I DPR, Selasa (22/9).

Sejauh ini, pengembangan vaksin buatan Genexine telah mendekati akhir uji klinis tahap I yang berlangsung di Korea Selatan.

Baca Juga:

Gandeng Erat Tiongkok Kala Kembangkan Vaksin COVID-19 Merah Putih

Genexine mengembangkan calon vaksin COVID-19 yang disebut dengan GX 19 dan untuk uji klinis di Indonesia perusahaan itu menggandeng PT Kalbe Farma Tbk. Dua perusahaan itu pada 2017 telah membangun kerja sama pendirian perusahaan gabungan PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio), yang salah satu misinya mengembangkan obat-obatan dan vaksin.

GX 19 merupakan calon vaksin COVID-19 yang dibuat oleh konsorsium sejumlah perusahaan, di antaranya Genexine sebagai koordinator, Binex, International Vaccine Institute (IVI), GenNbio, KAIST, dan POSTECH. Calon vaksin itu menggunakan material DNA yang bertujuan menciptakan antigen dalam sistem kekebalan tubuh.

Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-Obatan Korea Selatan (MFDS) pada Juni 2020 menyetujui uji klinis tahap I GX 19.

Tidak hanya dengan Genexine, Indonesia juga menjalin kerja sama dengan G42 Healthcare Holding, perusahaan farmasi asal Uni Emirat Arab (UAE). G42 berkomitmen mengamankan 10 juta dosis calon vaksin COVID-19 untuk Indonesia pada tahun ini.

Dalam rapat kerja, Retno menyebutkan pemerintah telah mengamankan 20-30 juta dosis calon vaksin COVID-19 pada 2020 dan 290-340 juta dosis vaksin pada 2021.

Calon relawan berkonsultasi dengan dokter riset uji vaksin di RSP Unpad, Kota Bandung. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Calon relawan berkonsultasi dengan dokter riset uji vaksin di RSP Unpad, Kota Bandung. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Selain Genexine, G42, Sinovac dan Sinopharm, Retno menyebut Indonesia masih menjajaki peluang kerja sama pengadaan calon vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca dan Imperial College London. Walaupun demikian, Retno tidak menjelaskan lebih lanjut pernyataan itu.

Berbagai kerja sama bilateral yang diupayakan Kementerian Luar Negeri itu merupakan penerapan strategi jangka pendek demi mendapatkan vaksin COVID-19 dengan cepat, aman, dan terjangkau, kata Menlu Retno.

“Terkait strategi, pendekatan yang dijalankan Pemerintah Indonesia dalam memperoleh vaksin terdapat dua pendekatan. Yang pertama, pendekatan jangka pendek, berarti akses cepat waktu terhadap vaksin yang aman dengan harga terjangkau dan pendekatan ini memerlukan kerja sama dengan pihak luar baik secara bilateral maupun multilateral,” terang Retno ke para anggota Komisi I DPR RI.

“Yang kedua adalah pendekatan jangka panjang, yaitu pengembangan vaksin nasional, vaksin Merah Putih yang kita harapkan akan menjadi penopang utama proses kemandirian vaksin COVID-19 di Indonesia," sambung dia.

Baca Juga:

Obat ARV Tersendat, ODHA Berhadap Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sukses

Terkait dua pendekatan itu, sebagaimana dikutip Antara, Kementerian Luar Negeri fokus menjalankan strategi jangka pendek mengingat situasi darurat selama pandemi membutuhkan tindakan cepat.

“Oleh karena itu para diplomat kita baik yang ada di Jakarta maupun di berbagai negara bekerja siang malam untuk dapat mengamankan beberapa komitmen vaksin untuk masyarakat Indonesia,” tambah dia. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Didi Kempot Meninggal Dipastikan karena Masalah Jantung
Indonesia
Didi Kempot Meninggal Dipastikan karena Masalah Jantung

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai pemakaman Didi Kempot

Istri Eks Mendag Enggartiasto Lukita Disebut dalam Sidang Kasus Impor Bawang Putih
Indonesia
Istri Eks Mendag Enggartiasto Lukita Disebut dalam Sidang Kasus Impor Bawang Putih

Nama Peggy Lukita disebut oleh pengusaha batu bara Indiyana alias Nino yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan tersebut.

Anies Berikan Penghargaan untuk Diskotek Colosseum, BNN: Bikin Gaduh
Indonesia
Anies Berikan Penghargaan untuk Diskotek Colosseum, BNN: Bikin Gaduh

Menurutnya Colosseum tidak bisa mendapatkan penghargaan karena sebelumnya pernah dirazia BNN dan ditemukan ada peredaran narkoba disana.

Bank BUMN Telah Kucurkan Rp43 Triliun Untuk Pulihkan Ekonomi
Indonesia
Bank BUMN Telah Kucurkan Rp43 Triliun Untuk Pulihkan Ekonomi

Kalau nanti leverage tiga kali lipat seperti yang diminta Kementerian Keuangan yaitu Rp90 triliun tercapai, direncanakan akan ada tambahan dana.

BPJS Enggan Komentar Soal Putusan MA Batalkan Kenaikan Iuran
Indonesia
BPJS Enggan Komentar Soal Putusan MA Batalkan Kenaikan Iuran

BPJS enggan berkomentar banyak soal putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah membatalkan kenaikan iuran untuk peserta mandiri.

MAKI Serahkan Bukti Dugaan Gratifikasi Jaksa Pinangki ke Kejagung
Indonesia
MAKI Serahkan Bukti Dugaan Gratifikasi Jaksa Pinangki ke Kejagung

Jaksa Pinangki diduga sempat melakukan pertemuan dengan Djoko Tjandra di Malaysia

KPAI: PPDB dengan Zonasi Agar Warga Miskin tidak Tersingkirkan
Indonesia
KPAI: PPDB dengan Zonasi Agar Warga Miskin tidak Tersingkirkan

pemberlakuan seleksi usia ini dikarenakan fakta di lapangan banyak masyarakat miskin justru tersingkir di jalur zonasi

Seribu Lebih Pengungsi Merapi Dievakuasi ke Empat Kabupaten
Indonesia
Seribu Lebih Pengungsi Merapi Dievakuasi ke Empat Kabupaten

Warga paling banyak dievakuasi ke Kabupaten Magelang

ICW Desak Jokowi Copot Burhanuddin dari Jaksa Agung
Indonesia
ICW Desak Jokowi Copot Burhanuddin dari Jaksa Agung

Setidaknya ada tiga catatan penting yang harus diperhatikan

KPU Gunungkidul Berhentikan 7 KPPS Positif COVID-19
Indonesia
KPU Gunungkidul Berhentikan 7 KPPS Positif COVID-19

KPU mengambil keputusan ini usai melakukan rapid test yang menyasar 13.300 petugas di 1.900 tempat pemungutan suara (TPS).