Buku Tebal itu Bernama 'White' dan 'Yellow Pages' Yellow pages menghilang dalam bentuk fisik (Foto: The Sun)

TEKNOLOGI sebelum zaman digital saat ini, adalah analog. Semuanya terkesan tidak praktis, seperti menyimpan nomor telepon teman saat ini ada di phone book ponsel. Namun di tahun 1980an dan 1990-an menyimpan nomor telepon orang harus ditulis dalam buku catatan kecil.

Pada era itu semua nomor telepon pelanggan tercetak dalam buku besar dan tebal. Biasanya pelanggan telepon dapat memperolehnya di kantor Telkom lokal. Buku nomor telepon ini terbagi dua, yang disebut white pages dan yellow pages. White pages biasanya mencetak nomor-nomor pelanggan telepon di area residensial. Sementara yellow pages lebih pada badan usaha atau komersil.

Baca Juga:

Bikin Kangen! Ini 5 Cara Berkomunikasi yang Memorable Pada Zamannya

buku
Yellow Pages bersaing dengan perkembangan teknologi (Foto: Metro UK)

Buku yang memuat ribuan halaman itu berisikan lengkap nama pelanggan, alamat dan nomor teleponnya. Kalau kamu ingat film Terminator yang pertama, cyborg yang datang dari masa depan menyobek halaman white pages yang berisikan nama Sarah Connor. Target pembunuhan cyborg itu memang Sarah Connor, ibu dari pemimpin pemberontakan masa depan melawan mesin, John Connor.

Di dalam buku telepon ini tak hanya berisikan pelanggan telepon residensial dan komersil saja. Juga tercetak di dalamnya nomor kantor polisi, bantuan polisi, pemadam kebakaran, rumah sakit, dinas pengendalian banjir, kementrian sampai ke lembaga pemerintahan lainnya.

Perbedaan mencolok antara white pages dan yellow pages hanya pada kepentingan si empunya nomor telepon. Di yellow pages bukan hanya mengelompokan pelanggan telepon yang memiliki usaha saja. Lebih dari itu yellow pages merupakan sarana beriklan pemilik usaha. Pemilik usaha dapat mencantumkan jenis usaha, produk yang dijual berikut gambar produknya.

Baca Juga:

Teknologi Jadul yang Mungkin Enggak Pernah Anak Jaman Now Coba

buku
White pages, buku pelanggan telepon area residensial. (Foto: earth911)

Banyak kenangan yang tersimpan dalam buku telepon besar dan berat ini. Mulai dari iseng menelepon orang secara acak sampai mencari nomor orang tua gebetan. Kalau nama ortu kebetan terlalu umum, maka harus di telepon satu per satu. Sungguh perjuangan!

Buku ini mulai pudar eksistensinya semenjak perkembangan teknologi pada awal tahun 2000-an, disaat teknologi telepon genggam semakin berkembang. Untungnya Yellow Pages saat ini mengikuti perkembangan internet dan zaman. Yellow pages saat ini tersedia dalam bentuk aplikasi di Android maupun iOS. Selain itu tersedia juga di website, yellowpages.co.id.

Yellow Pages sendiri telah berumur 53 tahun per 2019 dan pertamakali terbit di Inggris, Untuk Indonesia, Yellow Pages pertama kali terbit pada 1980 yang diterbitkan oleh Metra Digital Media. (jhn)


Baca Juga:

5 Ponsel Legendaris yang Bikin Kamu Kangen dengan Masa Muda Kamu



Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH