Bukan Revisi UU, Justru Agus Rahardjo Cs yang Dinilai Lemahkan KPK Ilustrasi: Pimpinan KPK. (MP/Ponco Sulaksono)

Merahputih.com - Praktisi Hukum Chairul Imam mengkritik tiga pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, Saut Situmorang, dan Laode M Syarif. Mereka dinilai sebagai aktor sesungguhnya yang melemahkan lembaga antirasuah itu.

Imam menilai, keputusan yang diambil pimpinan KPK harus bersifat kolektif kolegial berdasarkan Pasal 21 ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Baca Juga

Soal Polemik KPK, Pemerintah Diminta Duduk Bersama Dengan DPR

"Pimpinan KPK lumpuh biar pun dia (Basaria Panjaitan) mengatakan bertahan, tetapi dia (Basaria) enggak bisa membuat keputusan. Sebab, keputusan di KPK kolektif kolegial. Enggak bisa kalau dia sendiri,” ucap Chairul Imam kepada wartawan, Senin (16/9).

Mantan Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung ini menambahkan, kosongnya kursi pimpinan membuat penerbitan surat terhambat.

“Bayangkan kalau pekan depan ini ada yang masa penahanannya habis, harus diperpanjang jadi enggak bisa diperpanjang, dong. Siapa yang memperpanjang? Ya, kan. Jadi harus bebas demi hukum tahanan itu,” ujar dia.

Pimpinan KPK. (MP/Ponco Sulaksono)
Pimpinan KPK. (MP/Ponco Sulaksono)

Seharusnya, pimpinan KPK tidak perlu mundur sekali pun tidak setuju dengan RUU KPK dan Komisioner KPK periode 2019-2023. Mereka dinilai kerja saja seperti biasa menyelesaikan tugasnya yang sedang dihadapi.

"Soal yang akan datang, dia (tiga pimpinan KPK), enggak usah memikirkan, ya, kan,” jelas Mantan Ketua Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara ini.

Baca Juga

Agus Rahardjo: Kami Menyerahkan Pengelolaan KPK kepada Presiden

Sementara itu, Imam tak terlalu menghiraukan adanya beberapa pihak yang meragukan kapasitas dan integritas pimpinan KPK terpilih 2019-2023. Menurutnya, keraguan tersebut tinggal dibuktikan saja oleh pimpinan KPK terpilih lewat kinerjanya.

"Buktikan aja gampang itu, buktikan," ujarnya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH