Kesehatan
Bukan Hanya Makanan Penyebab Cepat Naiknya Berat Badan Usai Lebaran Berat badan cenderung cepat naik saat lebaran. (Foto: Unsplash/Volodymyr Hryshchenko)

KONSUMSI makanan berlemak, berkalori tinggi, dan gula berlebihan berkontribusi pada meningkatnya berat badan. Dan ini tidak mudah turun dalam waktu cepat, menurut Health Claim Senior Manager Sequis, dr Yosef Fransiscus.

Saat Lebaran, sebagian besar orang mungkin tidak lepas dari opor ayam, gulai, rendang, serta berbagai hidangan khas hari raya. Pun sewaktu Ramadan, dapat ditemui mereka yang berbuka puasa dengan menyantap makanan berminyak, banyak mengandung tepung, dan minuman manis.

"Mengonsumsi kalori lebih tinggi dari yang tubuh butuhkan berpotensi membuat berat badan naik drastis. Misalnya saja, tubuh membutuhkan sekitar 2000 kalori, jumlah tersebut bisa sekaligus ada dalam satu porsi hidangan Lebaran," ujar Yosef melalui keterangan persnya, dikutip Kamis (5/5).

Baca juga:

Tips Mengatur Porsi Makan Sehat saat Lebaran

Bukan Hanya Makanan Penyebab Cepat Naiknya Berat Badan Usai Lebaran
Makanan khas lebaran. (foto: instagram/@kitty_kuliner)

Makanan mengandung gula dalam santapan Lebaran, seperti kue kering yang dikonsumsi sering dalam porsi banyak juga menjadi pencetus kenaikan berat badan hingga obesitas terjadi lebih cepat, sehingga berisiko mudah terserang penyakit diabetes.

Menurut Yosef, selain makanan tinggi kalori dan gula, penyebab berat badan naik dengan cepat juga akibat karena kurang tidur dan beraktivitas fisik. Sebagian orang khususnya mudik ke kampung halaman juga cenderung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersantai.

"Saat tubuh kurang tidur, hormon insulin, leptin dan ghrelin menjadi tidak seimbang yang dapat memicu nafsu makan lebih tinggi sehingga durasi dan porsi makan bisa lebih banyak dari biasanya," tutur Yosef.

Kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga menyebabkan tubuh akan mengalami surplus kalori atau jumlah kalori yang masuk akan lebih banyak daripada yang dibakar. Kelebihan kalori dalam tubuh jika tidak habis terbakar akan menjadi timbunan lemak dan berat badan akan melonjak naik.

Menurut Yosef, memberikan tubuh makanan lezat bukan masalah tapi sebaiknya tidak terlalu cepat saat menyantapnya agar bisa menikmati makanan tersebut dan tubuh tidak tergesa-gesa memproses makanan.

“Sesekali kita boleh makan enak untuk kesenangan dan bersilaturahmi asal porsi tidak berlebihan. Waktu berlebaran atau berlibur, kita tetap perlu mengendalikan diri dalam urusan makanan karena sejatinya tubuh lebih membutuhkan makanan bernutrisi dan cukup istirahat,” ujar dia.

Baca juga:

Lebaran Berlalu, Waktunya Mengecilkan Perut

Bukan Hanya Makanan Penyebab Cepat Naiknya Berat Badan Usai Lebaran
Perhatikan makanan agar tidak naik berat badan. (Foto: Unsplash/i yunmai)

Makan berlebihan dan tergesa-gesa dapat membuat tubuh lebih cepat kenyang dan menyebabkan masalah pencernaan. Saat bersantap bersama keluarga atau kerabat, cobalah mengambil makanan dalam porsi 20 persen lebih sedikit.

Kemudian, sebaiknya tidak memesan makanan dan camilan dalam jumlah banyak agar tidak perlu membawa pulang makanan ke rumah.

Yosef juga menyarankan agar orang-orang tetap aktif berolahraga sebagaimana dulu sering dilakukan pada masa awal pandemi agar tubuh tetap kuat dan imunitas terjaga.

Berolahraga, kata dia, termasuk cara sederhana dan murah untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, membantu mengendalikan kenaikan berat badan serta memelihara fungsi organ tubuh.

“Saat libur, nikmati waktu bersama keluarga dengan sering beraktivitas fisik agar tubuh kembali bugar dan kalori pun terbakar. Saat lebaran usai dan kembali beraktivitas maka aktivitas olahraga juga perlu diteruskan," kata dia.

Orang-orang dapat melakukan olahraga minimal 3 kali seminggu dengan durasi 15-45 menit. Durasi dan interval dapat ditambah seiring dengan kemampuan tubuh. Sementara untuk jenis olahraga, bisa jalan pagi, renang, dan jogging serta yoga.

"Bagi yang sehat, tidak ada masalah dengan jantung atau persendian kaki serta berat badan tidak berlebih dapat berolahraga lari atau bersepeda,” demikian pesan Yosef. (*)

Baca juga:

Waspadai Masalah Kesehatan Setelah Lebaran

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Papelwrap Tawarkan Solusi 'Bubble Wrap' Berkelanjutan
Fun
Papelwrap Tawarkan Solusi 'Bubble Wrap' Berkelanjutan

Bubble wrap yang ramah lingkungan dengan bahan kertas dari kayu berkelanjutan yang disebut Papelwrap.

Anggapan Sastra pada Generasi Milenial
Fun
Anggapan Sastra pada Generasi Milenial

Perkembangan sastra di era generasi milenial tidak bisa dipisahkan dari media sosial.

Game 'Among Us' Akan Diadaptasi Jadi Manga
Fun
Game 'Among Us' Akan Diadaptasi Jadi Manga

Kepopuleran Among Us berlanjut ke manga.

Kembali ke Akar, Punokawan Rilis 'Indo'
ShowBiz
Kembali ke Akar, Punokawan Rilis 'Indo'

Sebuah testimoni tentang merepresentasikan Indonesia.

Penjelasan Lengkap TWC Borobudur Tentang Kenaikan Harga Tiket
Hiburan & Gaya Hidup
Penjelasan Lengkap TWC Borobudur Tentang Kenaikan Harga Tiket

Sementara itu, harga tiket masuk kawasan candi masih tetap Rp 50 ribu per orang untuk wisatawan lokal.

Neon, Agen Baru 'Valorant'
Fun
Neon, Agen Baru 'Valorant'

Agen baru dengan karakter menarik.

Mengenal Perawatan Botox Rambut
Fun
Mengenal Perawatan Botox Rambut

Botox rambut membuat rambut lebih sehat.

Rendy Pandugo Siapkan Konser Luring Pertamanya di 2021
ShowBiz
Rendy Pandugo Siapkan Konser Luring Pertamanya di 2021

Rendy Pandugo dengan bangga mengumumkan konser luring intim pertama untuk menutup 2021.

Mitos, Kedelai Bisa Obati Osteoporosis
Hiburan & Gaya Hidup
Mitos, Kedelai Bisa Obati Osteoporosis

Namun, kedelai baik untuk cegah osteoporosis.

'Jailangkung: Sandekala' Tampilkan Mitos, Ritual, dan Drama Keluarga
Fun
'Jailangkung: Sandekala' Tampilkan Mitos, Ritual, dan Drama Keluarga

'Jailangkung: Sandekala' menyajikan film horor dengan boneka Jailangkung.