Bukan Cuma Menghibur, Dongeng Pun Mengedukasi Anak Hingga Manula! Para pendongeng dari Ayo Dongeng Indonesia sedang berdongeng di depan sekira 15 anak usia dini. (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

TUBUH perempuan berkacamata itu rebah. Kedua tangannya menangkup punggung. Seolah memikul beban teramat berat. "Dhuhh, berat sekali," keluhnya dengan suara cempreng serupa kanak-kanak. Ia terus berjalan meski tertatih. Selangkah, berhenti, lanjut selangkah.

Di sepanjang jalan, ia terus mengoceh tentang keadaannya. "Enggak enak jadi Siput seperti ini. Punya cangkang. Berat!" kutuknya.

Sejurus kemudian suaranya berubah berat. "Jangan banyak mengeluh, nak!" timpalnya. Suara cempreng dan berat pun sahut-menyahut saling menimpali.

Tak lama berselang, suara cempreng dan berat tak lagi terdengar berganti suara serak. Perempuan itu berganti peran. Ia mengepakan kedua tangan serupa burung. Memburu kedua siput, ibu dan anak.

Malang bagi sang burung. "Aaarkkkk," pekiknya bersuara serak. Paruhnya tak dapat menembus cangkang siput.

"Ternyata cangkang ini bermanfaat juga. Aku enggak mau lagi mengeluh," ujar sang perempuan dengan suara cempreng menutup pentas dongeng di hadapan sekira 15 anak di Ganara Art, Kemang, Jakarta Selatan (16/3).

Mendongeng di hadapan anak-anak bukan menjadi rutinitas bagi Suci Yoskarina atau akrab disapa Kak Bonci. Ia bersama para pendongen lain dari Komunitas Ayo Dongeng Indonesia biasa tampil menghibur beragam pihak dengan berbagai cerita.

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH