Bukan Cuma Kuliah, ITPLN dan APERTI Ingin Dorong Mahasiswa Jadi Inovator

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 29 Agustus 2025
Bukan Cuma Kuliah, ITPLN dan APERTI Ingin Dorong Mahasiswa Jadi Inovator

ITPLN dan APERTI ingin mendorong mahasiswa agar menjadi inovator. Foto: Dok. ITPLN

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Institut Teknologi PLN (ITPLN) menegaskan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4.0, disrupsi kecerdasan buatan, hingga transisi energi global.

“Tidak ada satu institusi pendidikan pun yang bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah keharusan,” kata Wakil Rektor I ITPLN, Prof. Syamsir Abduh, saat peluncuran program Kuliah Bersama Asosiasi Perguruan Tinggi BUMN (APERTI BUMN), Jumat (29/8).

Menurut Syamsir, inisiatif Kuliah Bersama bukan hanya wadah berbagi ilmu, melainkan juga sarana memperluas wawasan lintas kampus, mempertemukan perspektif berbeda, dan menumbuhkan budaya kolaborasi sejak dini.

Ia menekankan, mahasiswa perlu dilatih bukan hanya sebagai pencari kerja (job seeker), tetapi juga pencipta lapangan kerja (job creator), inovator, dan pemimpin masa depan.

Baca juga:

JK Tekankan Generasi Muda Jika Kuliah Harus Punya Ide, Bukan Cuma Pinter Lalu Buta Arah

Syamsir memaparkan tiga hal yang diharapkan dari program ini. Pertama, mahasiswa anggota APERTI BUMN bisa saling belajar dan memperkaya pengalaman akademik lewat diskusi kritis lintas disiplin.

Kedua, dosen dari berbagai perguruan tinggi menjadi teladan kolaborasi, dengan menunjukkan bahwa ilmu tumbuh ketika dibagikan.

Ketiga, forum tersebut menjadi laboratorium ide yang melahirkan inovasi serta kurikulum baru yang relevan dengan kebutuhan bangsa.

Selain Kuliah Bersama, ITPLN bersama anggota APERTI BUMN juga meluncurkan program Joint Research. Riset, kata Syamsir, adalah jantung perguruan tinggi.

Baca juga:

5 Janji Presiden Prabowo untuk Pendidikan Indonesia, dari Sekolah Rakyat hingga Beasiswa Kedokteran

Kolaborasi perguruan tinggi dibutuhkan untuk menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4.0
Kolaborasi perguruan tinggi dibutuhkan untuk menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4.0. Foto: Dok. ITPLN

“Perguruan tinggi tanpa riset ibarat pohon tanpa akar: rapuh dan tidak mampu menopang dirinya sendiri,” ujarnya.

Langkah ini, tambah Syamsir, memperkuat posisi perguruan tinggi berbasis BUMN sebagai motor penggerak pembangunan nasional di tengah perubahan global yang kian kompleks.

Diketahui, Aliansi Perguruan Tinggi (APERTI) BUMN meluncurkan program kuliah bersama dan joint research. Program kuliah bersama dan joint research ini akan dimulai pada semester baru mendatang.

Setiap peserta dapat mengikuti mata kuliah bersama yang ditawarkan secara online, hybrid, bahkan tatap muka, tergantung lokasi kampus masing-masing.

Baca juga:

Di Agustus 2025 Banyak Mahasiswa Lulus Kuliah, Menaker Ingin Pengangguran Tetap di Bawah 5 Persen

"Tahap awal, hanya dua rumpun mata kuliah yang diluncurkan, yaitu kewirausahaan dan mata kuliah yang berwawasan lingkungan," ujar Ketua APERTI BUMN, Prof. Iwa Garniwa kepada wartawan, Jum'at, 29 Agustus 2025.

Meski terbatas, tegasnya, inisiatif ini diyakini mampu memperluas jejaring pertemanan, memperkaya budaya belajar lintas kampus, sekaligus membuka akses bagi mahasiswa menuju dunia kerja.

Ia juga memastikan, inisiatif ini bukan sekadar akademik, tetapi juga investasi sosial. (*)

#Kuliah #Pendidikan #Mahasiswa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kemensos Ungkap Alasan di Masih Ada Sekolah yang Tolak Siswa Disabilitas
Kementerian Sosial menginginkan semua anak disasbilitas apa pun jenisnya dari disabilitas yang terlihat dan tidak terlhat dapat menikmati layanan pendidikan dari negara.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Kemensos Ungkap Alasan di Masih Ada Sekolah yang Tolak Siswa Disabilitas
Dunia
34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Anak-anak yang tewas atau terluka di sekolah Al-Khair tersebut berusia 6 hingga 12 tahun.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
  34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Indonesia
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Pemerintah turut mematangkan afirmasi khusus bagi pemenuhan hak belajar anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Indonesia
Panduan Lengkap Kesetaraan Paket C yang Wajib Kamu Tahu: Syarat, Kurikulum, dan Cara Lulus Terbaru
Masih bingung apa itu pendidikan kesetaraan dan Kejar Paket C? Temukan info lengkap soal syarat masuk, metode belajar, hingga cara resmi mendapat ijazah di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
Panduan Lengkap Kesetaraan Paket C yang Wajib Kamu Tahu: Syarat, Kurikulum, dan Cara Lulus Terbaru
Indonesia
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
FSGI mencatat 100 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang Januari-September 2026. Sebanyak 60 persen merupakan kekerasan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
Dunia
Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Para siswa mengatakan jam sekolah terlalu panjang, fasilitas tidak memadai, termasuk ruang kelas yang terlalu panas, dan terlalu banyak ketidakhadiran pengajar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
 Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Sejumlah siswa sekolah menengah di Prancis menggelar aksi protes selama sepekan untuk menentang jadwal yang terlalu padat, kekurangan guru, dan beberapa isu pendidikan lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Indonesia
Kepala Bakom RI Qodari Sebut Pendidikan Gratis Upaya Pemerintah Hadirkan Inklusivitas
Rencana kebijakan pendidikan gratis akan melengkapi berbagai program pemerintah di bidang pendidikan yang telah berjalan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Kepala Bakom RI Qodari Sebut Pendidikan Gratis Upaya Pemerintah Hadirkan Inklusivitas
Indonesia
Banggar DPR Sebut Butuh Anggaran Rp 302 Triliun Buat Pendidikan Gratis
Pemerintah berencana terlebih dulu menjalankan program percontohan (pilot project) dengan anggaran sekitar Rp 5 triliun
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Banggar DPR Sebut Butuh Anggaran Rp 302 Triliun Buat Pendidikan Gratis
Indonesia
Kuliah Gratis di PTN, Pengamat Ingatkan Pemerintah Jangan Turunkan Kualitas Pendidikan
Pengamat sosial menyoroti soal biaya dan kualitas pendidikan. Hal itu terkait rencana kuliah gratis di PTN yang dicanangkan pemerintah.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Kuliah Gratis di PTN, Pengamat Ingatkan Pemerintah Jangan Turunkan Kualitas Pendidikan
Bagikan