Bukan Aksi Terorisme, Polri Janji Bongkar Peneror Rumah Ortu Veronica Koman Dua terduga peneror keluarga Veronica Koman. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Mabes Polri mengklaim aksi teror yang dilakukan di rumah kediaman orang tua aktivis Veronica Koman di wilayah Jakarta Barat tak terkait dengan aksi terorisme.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartanto mengatakan, kepastian itu berdasar pada temuan yang diperoleh aparat di lokasi kejadian.

Baca Juga

Peneror Rumah Keluarga Veronica Koman Diduga Gunakan Pelat Palsu

"Dari apa yang didapat tidak menjurus ke sana (terorisme) karena bahan peledaknya informasi pun itu hanya petasan saja yang diledakkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Rusdi kepada wartawan, Rabu (10/11).

Sementara itu, untuk motif aksi teror itu, kata Rusdi, masih perlu pendalaman lebih lanjut. Apalagi, pelaku juga masih belum berhasil ditangkap.

"Kalau ingin mengetahui motif itu semua, artinya harus diketahui dulu siapa pelakunya. Setelah pelakunya diketahui baru kita dapat mengetahui motifnya, Polri tidak berandai-andai terhadap motif daripada suatu tindakan," tuturnya.

Veronica Koman. facebook/Veronica koman
Veronica Koman. facebook/Veronica koman

Rusdi menyampaikan proses penyelidikan masih terus berlanjut dan akan diusut hingga tuntas.

"Jadi segala sesuatu yang telah melanggar hak warga negara tentu akan ditangani Polri, termasuk juga yang terjadi kemarin di Jakbar, Polda metro sedang menyelidiki kasus itu," ucap Rusdi.

Sebelumnya, rumah orangtua aktivis HAM Papua, Veronica Koman diteror orang tak dikenal. Mereka melempar benda hingga meledak di halaman rumah yang berada di Jelambar Baru Gropet, Jakarta Barat, Minggu (7/11).

Desus 88 Antiteror Mabes Polri menyelidiki benda yang sempat diduga bom tersebut. Tak cuma meledak, dalam benda tersebut pun tertulis sebuah pesan bernada ancaman bagi Veronica Koman. (Knu)

Baca Juga

Grab Klarifikasi Dugaan Mitranya Terlibat Teror Rumah Orangtua Veronica Koman

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pernyataan WHO Akhir Pandemi di Depan Mata Cukup Jadi Penyemangat
Indonesia
Pernyataan WHO Akhir Pandemi di Depan Mata Cukup Jadi Penyemangat

Semua pihak untuk menjadikan ucapan WHO sebagai semangat nyata mengakhiri pandemi COVID-19.

Murid SD di AS Tembak Seorang Guru
Dunia
Murid SD di AS Tembak Seorang Guru

Seorang murid berusia 6 tahun ditahan polisi setelah menembak dan melukai seorang guru di Sekolah Dasar Richneck.

Ukraina Darurat Militer, Kemlu Minta 138 WNI Kumpul di KBRI Kiev
Indonesia
Ukraina Darurat Militer, Kemlu Minta 138 WNI Kumpul di KBRI Kiev

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha meminta kepada 138 WNI di Ukraina untuk berlindung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kiev.

Wapres Ma'ruf Amin Tuntut ASN Tinggalkan Pola Kerja Lama yang Hierarkis dan Monoton
Indonesia
Wapres Ma'ruf Amin Tuntut ASN Tinggalkan Pola Kerja Lama yang Hierarkis dan Monoton

Pola kerja aparatur sipil negara (ASN) dalam pelayanan publik kini dituntut untuk ditingkatkan kualitasnya.

Puluhan ODGJ di Griya PMI Solo Terpapar COVID-19
Indonesia
Puluhan ODGJ di Griya PMI Solo Terpapar COVID-19

Kasus COVID-19 menyerang Griya PMI Solo, Jawa Tengah. Dari 104 penghuni sebanyak 66 orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ikut terpapar Corona.

Anies Pastikan Perubahan Dokumen Imbas Pergantian Nama Jalan Gratis
Indonesia
Anies Pastikan Perubahan Dokumen Imbas Pergantian Nama Jalan Gratis

Anies menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memungut biaya alias gratis jika warga ingin mengurus dokumen kependudukan imbas nama jalan diganti.

Utusan Khusus AS Jessica Stern Batal Berkunjung ke Indonesia
Indonesia
Utusan Khusus AS Jessica Stern Batal Berkunjung ke Indonesia

Pembatalan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Kim.

Banyak Aset Milik DKI Tak Tercatat Baik, DPRD Bentuk Pansus
Indonesia
Banyak Aset Milik DKI Tak Tercatat Baik, DPRD Bentuk Pansus

Dewan Kebon Sirih telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Aset Pemprov DKI Jakarta.

DPR Soroti Isu Kurangnya Dokter di Indonesia
Indonesia
DPR Soroti Isu Kurangnya Dokter di Indonesia

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menilai isu terkait kurangnya jumlah dokter di Indonesia harus menjadi fokus perhatian pemerintah.

Bambang Susantono dan Petinggi Sinarmas Land Jadi Pimpinan Kepala Otorita IKN
Indonesia
Bambang Susantono dan Petinggi Sinarmas Land Jadi Pimpinan Kepala Otorita IKN

Jokowi memang kedapatan pernah bertemu dengan Donny. Pertemuan tersebut terjadi pada akhir tahun lalu, kala Jokowi berkunjung ke kawasan Green Office Park, BSD City.