Buka puasa Tetap Nikmat Walaupun di Perjalanan Selalu siap bawa bekal saat mudik. (Foto: Cheatsheet)

LEBARAN hanya tinggal menghitung jari saja. Kamu yang punya kampung halaman, mudik menjadi suatu keharusan. Momen ini hanya terjadi setahun sekali di bulan Ramadan. Belum tentu kamu sempat pulang kampung di bulan lain.

Pilihan waktu mudik juga berbeda. Beberapa orang memilih waktu mudik sebelum lebaran. Sementara ada juga yang mudik setelah lebaran. Mereka memilih merayakan lebaran di ibukota terlebih dulu agar bisa bersilaturahmi dengan tetangga sekitar.

Nah, ada sedikit tantangan kamu yang mudik sebelum Lebaran. Yup, kamu melakukan perjalanan dalam kondisi berpuasa. Artinya, tidak menutup kemungkinan kamu akan berbuka puasa saat di perjalanan. Jika tidak menemukan tempat makan, kamu akan berbuka di dalam kendaraan.

Tenang saja, kamu tidak perlu khawatir. Kamu tetap bisa menikmati santapan berbuka walaupun masih dalam perjalanan. Ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti. Dengan demikian perjalanan mudik kamu tetap mengasyikan walaupun berpuasa.

Yang pertama harus kamu lakukan adalah mengantisipasi kemacetan. Tidak bisa dimungkiri, macet berat sudah menjadi fenomena mudik dari tahun ke tahun. Bagaimana tidak, hampir seluruh warga ibukota "beralih" menuju daerah. Seakan lalu lintas daerah menjadi lalu lintas ibukota selama minggu-minggu mudik.

Agar kamu tetap bisa berbuka di jalan, jangan lupa membawa bekal dari rumah. Makanan ringan saja sudah cukup untuk membatalkan puasa. Misalnya kurma, kue-kue kecil, atau gorengan. Jangan lupa juga air mineral dalam kemasan botol atau dalam tumblr.

Bawa makanan instan. (Foto: Pexels/Tookapic)

Selama packing mudik kamu pasti repot. Karena itu bekal berupa makanan-makanan ringan pasti akan memudahkan kamu. Tapi bisa juga kalau kamu mau bawa makanan berat. Agar lebih praktis jadikan makanan instant sebagai bekal makanan berat kamu. Mie Instan, nugget, hingga sosis.

Kualitas makanan yang kamu bawa harus diperhatikan. Apalagi kamu yang menderita penyakit asam lambung. Jika makanan berat bawa makanan yang rendah lemak atau dalam jumlah porsi yang tidak berlebihan. Usahakan membawa obat asam lambung sebagai bekal kalau penyakit asam lambung kamu kambuh.

Kalau kamu kelupaan membawa bekal tidak masalah juga sih. Kamu bisa membeli makanan berbuka di jalan. Banyak pilihannya. Dari pedagang makanan di jalan hingga restoran di pinggir jalan. Namun, jangan sekali-sekali membelinya di waktu mepet. Beli makanan setidaknya dua jam sebelum berbuka.

Jangan lupa bawa air minum kemasan. (Foto: Pexels/Steve Johnson)

Meski memilih membeli makanan di jalan, tetap saja kualitas makanan harus kamu perhatikan. Sebenarnya lebih aman kalau kamu membeli makanan berbentuk kemasan yang ada di supermarket. Jelas, kebersihannya pasti terjamin.

Tidak mengapa juga kalau kamu membeli makanan dari penjual yang ada di jalanan. Asal kamu memperhatikan kebersihannya. Biasanya sih kamu bisa melihat dari cara penjual menaruh makanan itu. Jika memang bersih pasti penjual itu akan menggunakan plastik atau menutupinya dari debu.

Nah, kamu yang beruntung menemukan restoran enak juga harus waspada ya. Bukan masalah kualitas makanan dari restoran tersebut. Masalahnya kalau sudah bertemu dengan makanan enak pasti kamu akan makan dengan lahap. Karenanya, perhatikan porsi makanan kamu. Lebih baik minum air putih terlebih dulu dan makanan pembuka.
Baru lanjutkan dengan makanan berat setelah salat magrib. Jangan sampai perut kamu kaget.

Nah Sahabat Merah Putih, hati-hati di jalan ya. Selalu waspada saat mengemudi, dan beristirahatlah saat sudah lelah. Selamat mudik! (Ikh)

Baca juga nih artikel menarik lainnya di sini Sajikan Kue Kering yang Indonesia Banget di Lebaran Kali Ini

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH