Buka Masa Sidang, Puan Perintahkan Fokus Bahas APBN 2023 Ketua DPR Puan Maharani. (Foto: MP/Ismail)

MerahPutih.com - DPR RI membuka Masa Persidangan V Tahun Sidang 2021 - 2022 setelah anggota dewan menjalani reses sejak 15 April lalu. Pembukaan masa sidang digelar di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/5).

Ketua DPR Puan Maharani menyoroti, sejumlah hal yang menjadi perhatian khusus DPR di masa sidang kali ini dan menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah kepada seluruh masyarakat dan anggota dewan yang baru selesai bertugas di dapilnya masing-masing.

Baca Juga:

Kritik Demokrat Soal Pendanaan IKN dari APBN

Ia memaparkan, kerja bersama, gotong royong, yang telah dilakukan memberikan dampak positif yang memperlihatkan kasus COVID-19 yang terus mengalami tren penurunan, vaksinasi yang terus meningkat, dan kegiatan sosial serta ekonomi masyarakat mulai kembali pulih secara bertahap.

"Inilah kekuatan nasional kita, kebersamaan seluruh anak bangsa dan komponen bangsa, yang dipersatukan dalam semangat gotong royong menghadapi Pandemi COVID-19," lanjut Puan.

Dengan perkembangan situasi Pandemi COVID-19 saat ini dan penanganan dampak yang semakin kondusif, DPR berharap pemulihan sosial dan ekonomi di tahun 2023 akan semakin membaik. Kemudian juga, kata dia, agar ancaman Pandemi COVID-19 semakin berkurang walaupun tetap perlu diantisipasi.

"Masa Persidangan V, akan berisikan sejumlah agenda strategis, yaitu antara lain penuntasan pembahasan sejumlah RUU pada pembicaraan tingkat pertama, pembahasan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) untuk APBN Tahun Anggaran 2023," sebutnya.

Puan mengatakan, perlunya Pemerintah bersama DPR mengantisipasi kebijakan dan ketahanan fiskal pada tahun 2022 untuk merespons perkembangan perekonomian global yang membenani keuangan negara.

Puan menggarisbawahi pentingnya persiapan tahapan Pemilu 2024 yang sudah dimulai pada tahun ini.

"Tahun Anggaran 2023, merupakan APBN yang akan diselenggarakan dalam konsolidasi fiskal, dimana batas defisit kembali menjadi maksimum 3% dari PDB. Selama ini relaksasi defisit yang melebar digunakan untuk menanganai dampak Pandemi COVID-19," katanya.

DPR RI dan Pemerintah disebut harus terus mewaspadai berbagai tantangan besar yang dihadapi perekonomian Indonesia pada hari-hari ke depan. Dari sisi domestik, menurut Puan, dampak krisis Pandemi COVID-19 masih meninggalkan luka bagi perekonomian.

"Antara lain tingkat kemiskinan dan pengangguran masih belum kembali ke level sebelum pandemi serta terjadinya learning loss di kalangan pelajar dan dunia usaha yang belum pulih sepenuhnya," jelas mantan Menko PMK tersebut.

Tak hanya itu, tensi geopolitik Rusia dan Ukrania yang berkepanjangan berdampak pada peningkatan harga komoditas global yang turut mendorong risiko peningkatan inflasi di dalam negeri. Bahkan APBN Tahun Anggaran 2023 dinilai juga akan menanggung sejumlah beban keuangan negara yang diakibatkan oleh perkembangan dan dinamika perekonomian global, khususnya yang terkait dengan minyak bumi.

Paripurna DPR. (Foto: Antara)
Paripurna DPR. (Foto: Antara)

"Dengan kondisi yang demikian, maka kebijakan fiskal dalam mengoptimalkan ruang fiskal APBN 2023 yang tersedia untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan pembangunan nasional perlu dirancang secara cermat, memprioritaskan penuntasan program strategis nasional yang sedang berjalan," katanya.

Selain itu, memperkuat program pelayanan umum pemerintah dalam urusan kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, perumahan, ekonomi rakyat, dan penciptaan lapangan kerja.

Puan menyatakan DPR akan memberikan perhatian pada KEM PPKF 2023 agar dapat mewujudkan APBN Tahun Anggaran 2023 yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat.

"Negara harus hadir dalam mempermudah kehidupan rakyat dalam mendapatkan kehidupan yang layak dan sejahtera," ujarnya. (Pon)

Baca Juga:

APBN Masih Fleksibel Keluarkan Berbagai Subsidi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gibran Masih Positif COVID-19, Harus Isolasi Mandiri Lagi
Indonesia
Gibran Masih Positif COVID-19, Harus Isolasi Mandiri Lagi

Karena hasil tes PCR masih positif, isoman Gibran di Rumdin Loji Gandrung diperpanjang selama lima hari atau sampai Kamis (17/3).

Peluang PKP Lolos jadi Peserta Pemilu 2024 Kembali Terbuka
Indonesia
Peluang PKP Lolos jadi Peserta Pemilu 2024 Kembali Terbuka

Hal itu muncul setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengabulkan sebagian gugatan PKP terhadap keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pimpinan MPR Harap Komitmen Kapolri di Kasus Brigadir J Serupa dengan Kasus KM 50
Indonesia
Pimpinan MPR Harap Komitmen Kapolri di Kasus Brigadir J Serupa dengan Kasus KM 50

Hidayat juga mendukung Kapolri Jendral Sigit Listyo Prabowo yang menegaskan komitmennya untuk tuntaskan kasus tewasnya Brigadir J.

Dua Prajurit TNI Gugur Tertembak di Papua
Indonesia
Dua Prajurit TNI Gugur Tertembak di Papua

Kedua anggota TNI terkena tembakan di bagian perut.

DPR Minta Pemerintah Edukasi Warga Terkait Gejala Varian Omicron
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Edukasi Warga Terkait Gejala Varian Omicron

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menilai, adanya kasus Omicron yang penularannya lima kali lebih cepat mesti jadi kewajiban pemerintah mengedukasi masyarakat.

Anies Klaim JIS Lebih Baik Dibandingkan Markas Manchester United
Indonesia
Anies Klaim JIS Lebih Baik Dibandingkan Markas Manchester United

"Insya Allah lebih baik (dari Old Trafford)," kata Anies dalam Youtube Total Politik, Jakarta (21/1).

Kementerian PUPR Buka Akses Jalan yang Tertutup Longsor Akibat Gempa
Indonesia
Kementerian PUPR Buka Akses Jalan yang Tertutup Longsor Akibat Gempa

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengonfirmasikan ada sebanyak 162 korban yang meninggal dan 326 luka-luka dengan mayoritas patah tulang dan berhubungan luka karena tertimpa atau kena benda tajam.

 Pembangunan Infrastruktur Mandalika Terus Dikebut
Indonesia
Pembangunan Infrastruktur Mandalika Terus Dikebut

Pemerintah mengantisipasi agar genangan air tidak terjadi lagi pada gelaran MotoGP pada Maret mendatang.

Update COVID-19: Kasus Harian dan Aktif Alami Penurunan
Indonesia
Update COVID-19: Kasus Harian dan Aktif Alami Penurunan

Kasus positif harian COVID-19 di Indonesia hari ini, Kamis (17/3), kembali menurun atau tercatat 11.532.

Misteri Jokowi Dilarang Ikut Konvoi Pembalap MotoGP Terjawab
Indonesia
Misteri Jokowi Dilarang Ikut Konvoi Pembalap MotoGP Terjawab

Sejak pekan lalu ramai diberitakan Presiden akan ikut parade merayakan 25 tahun kembalinya Indonesia menggelar MotoGP