Budiman Sudjatmiko Nilai Ahok Layak Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Baru Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko (tengah) (MP/Fadhli)

MerahPutih.Com - Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko menilai Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok layak menjadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru Negara.

Menurut Budiman, Ahok mempunyai kualifikasi manajemen dan pengalaman dalam mengelola tata kota.

Baca Juga:

Ngabalin Anggap yang Tolak Ahok Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Baru Tak Waras

"Kalau Basuki Tjahaja Purnama itu menjadi bagian dari yang dicalonkan, menurut saya, bukannya tanpa alasan. Karena beliau pernah memimpin DKI, pernah memimpin wilayah cukup rumit. Jadi menurut saya wilayah seperti itu, ibu kota baru, juga menurut saya layak untuk dia pegang," kata Budiman di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/3).

Ahok didukung jadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru
Calon kuat Kepala Otorita Ibu Kota Baru Ahok (kanan) bersama dengan Presiden Jokowi. (Foto: instagram.com/basukibtp)

Budiman menganggap wajar adanya penolakan terhadap Ahok. Namun Budiman mengingatkan pemilihan Kepala Badan Otorita IKN merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Budiman melanjutkan, selain Ahok, ada juga sosok Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro dan Direktur Utama PT Wijaya Karya Tumiyana.

Baca Juga:

Ahok Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Baru, Pengamat: Dia Tak Pandai Menata Kata-Kata

Eks Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini menilai setiap sosok punya kelebihan masing-masing.

"Kalau yang kulturalis mungkin lebih Pak Azwar, kalau lebih tugas is done menyelesaikan masalah cepat, tepat bisa Pak Ahok. Kalau bicara soal perencanaan lebih strategis mungkin bisa Pak Bambang karena pernah di Bappenas. Jadi tergantung Pak Jokowi mau apa," pungkasnya.(Pon)

Baca Juga:

Ahok Disebut Calon Kuat Ketua Otorita Ibu Kota Baru

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Vaksinasi Dimulai, Hoaks Bermunculan
Indonesia
Vaksinasi Dimulai, Hoaks Bermunculan

Hoaks vaksinasi COVID-19 dapat memicu kebingungan di tengah masyarakat.

 Nekat Kucing-kucingan Agar Bisa Mudik, YLKI: Awas, Bahaya
Indonesia
Nekat Kucing-kucingan Agar Bisa Mudik, YLKI: Awas, Bahaya

"Kalau memang sangat urgen/harus mudik, sebaiknya masyarakat mudik secara legal, dengan mengurus surat-surat yang diperlukan," jelas Tulus.

 Pemkot Bandung Optimistis Pembelajaran Tatap Muka Tercapai
Indonesia
Pemkot Bandung Optimistis Pembelajaran Tatap Muka Tercapai

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung optimistis dapat menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli 2021.

Jokowi: Ekonomi Mulai Bangkit
Indonesia
Jokowi: Ekonomi Mulai Bangkit

Presiden mengatakan, 2021 adalah tahun yang penuh harapan. Pemerintah berupaya keras untuk menuntaskan masalah kesehatan karena pandemi COVID-19.

Resesi di Depan Mata, Demokrat Minta Jokowi Tiru SBY
Indonesia
Resesi di Depan Mata, Demokrat Minta Jokowi Tiru SBY

Pemerintah telah dibekali UU dan Kebijakan yang longgar untuk melakukan penyelamatan ekonomi

Anak Buah Jokowi Tersinggung karena Anies Lebih Sukses Tangani COVID-19
Indonesia
Anak Buah Jokowi Tersinggung karena Anies Lebih Sukses Tangani COVID-19

Ia menilai bisa saja pemerintah pusat melakukan serangan karena merasa tersinggung lantaran kalah telak dari Anies Baswedan dalam menangani COVID-19.

Pramono Anung: Banjir di Jakarta Tak Biasa, Pasti Ada Peristiwa Alam yang Terjadi
Indonesia
Pramono Anung: Banjir di Jakarta Tak Biasa, Pasti Ada Peristiwa Alam yang Terjadi

Sekretaris Kabinet yang juga mantan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Pramono Anung menilai, banjir Jakarta yang terjadi saat ini adalah bukan banjir yang biasa.

Bupati Bogor dan Putrinya Sembuh dari COVID-19
Indonesia
Bupati Bogor dan Putrinya Sembuh dari COVID-19

Bupati Bogor Ade Yasin dan putri sulungnya Nadia Hasna Humairah dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Gandeng Baznas, Pemkab Jombang Hadirkan ATM Beras untuk Fakir Miskin
Indonesia
Gandeng Baznas, Pemkab Jombang Hadirkan ATM Beras untuk Fakir Miskin

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menghadirkan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) beras untuk fakir miskin dan kaum dhuafa.