Bubble Tea Segar Sih, Tapi... Bubble tea mengandung gula berlebih. (foto: Instagram @bcinfod)

SAAT panas melanda di siang hari, pasti banyak adri kamu mencari minuman dingin untuk menyegarkan dahaga. Salah satu minuman favorit pelepas dahaga ialah bubble tea. Sajian teh dengan campuran butiran mutiara dari tapioka ini memang tengah jadi favorit.

Namun, belakangan banyak yang menyorot aspek kesehatan dari minuman kekinian satu ini. Alasannya, ada bahaya kesehatan di balik kesegaran segelas bubble tea. Masak sih?

Seperti dilansir laman Livestrong, ternyata bubble tea ternyata tak terlalu bergizi. Meskipun teh sebagai bahan dasar bubble tea mengandung antioksidan yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker, minuman ini juga punya kandungan tak sehat di dalamnya.

Bubble atau butiran mutiara dalam minuman terbuat dari tapioka yang membutuhkan pemanis untuk perasa. Untuk menghasilkan rasa manis, ditambahkanlah gula dan susu kental manis.

bubble tea
Dalam kesegaran bubble tea, ada kandungan gula berlebih. (foto: Instagram @eshaxdaily)

Penambahan gula itulah yang membuat minuman ini tinggi kalori sehingga sulit dijadikan menu diet sehat. Umumnya, satu porsi bubble tea mengandung 1/2 cangkir mutiara berbahan tapioka, 1/4 cangkir gula, dan 1/8 cangkir susu kental manis. Campuran itu mengandung sekitar 453 kalori.

Padahal nih, batas aman konsumsi gula tambahan menurut Asosiasi Jantung Amerika ialah 6 sendok teh untuk wanita dan 9 sendok teh untuk pria per hari.

Meskipun demikian, kamu tetap punya pilihan untuk membuat bubble tea bisa sedikit lebih menyehatkan. Gantilah gula biasa dengan 1 sendok makan brown sugar. Selain itu, kamu bisa menggantikan susu kental manis dengan susu rendah lemak dan santan. Dengan begitu, kalori bubble tea akan menjadi hanya sekitar 150 per porsi.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH