Buat Gaduh di Final Piala Dunia, 4 Personel Pussy Riot Dipenjara Salah satu anggota Pussy Riot yang ditangkap. (Foto: Twitter@PussyRiot

PERHELATAN Piala Dunia 2018 akhirnya selesai. Timnas Prancis berhasil mengalahkan Timnas Kroasia di Stadion Luzhniki, Moscow pada Minggu waktu setempat. Pada pertandingan itu Prancis unggul dengan skor akhir 4-2.

Selain semarak kemenangan Prancis ternyata ada satu hal yang menarik perhatian. Empat personel kelompok musik Pussy Riot menyusup ke lapangan dan membuat sedikit kegaduhan. Mereka berlari mengenakan seragam polisi saat awal babak kedua.

Seperti diberitakan ABC News, keempat personel itu menyerukan pembebasan tahanan politik serta menyetop rekayasa kasus kriminal di depan jutaan orang termasuk Vladimir Putin. Salah satu diantaranya juga berhasil berjabat tangan dengan pemain asal Prancis Mbappe.

Karena kelakuannya itu, para personel yang terdiri dari Veronika Nikulshina, Olga Kuracheva, Olga Pakhtusova, dan Petya Verzilov dijatuhi hukuman penjara selama 15 hari. Mereka juga dilarang menghadiri acara olahraga selama tiga tahun.

Selain lewat musik, Pussy Riot juga membuat media massa independen. Rata-rata artikelnya berisi kritikan tentang penangkapan para aktivis sebagai tahanan politik. Pussy Riot juga menentang Putin dan para pemimpin lainnya, termasuk Trump dan Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Pussy Riot memang dikenal sebagai kelompok musik sekaligus aktivis yang tak kenal takut. Seperti Nadya Tolokonnikova yang pernah dipenjara selama dua tahun karena memainkan lagu anti-Putin di tahun 2012.

Bukan hanya itu, beberapa anggota Pussy Riot juga pernah dilempar cairan kimia oleh orang tak dikenal. Akibatnya mata beberapa orang rusak. (yani)

Selain artikel ini kamu juga bisa baca Berikut 13 Lagu Soundtrack Asian Games 2018, Suka yang Mana?

Kredit : yani

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH