Brutal, Tentara Israel Kembali Tembaki Puluhan Warga Palestina Pengunjuk rasa Palestina berteriak saat bentrok dengan pasukan Israel (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem)

MerahPutih.Com - Tentara Israel kembali melancarkan aksi brutal terhadap puluhan warga Palestina. Setidaknya 40 orang cedera dan satu orang meninggal akibat ditembak tentara Israel dalam unjuk rasa di jalur Gaza.

Berdasarkan keterangan petugas medis Palestina, Jumat (6/4) tentara Israel menembak dan mencederai warga Palestina saat ribuan orang berkumpul di perbatasan Gaza dan Israel.

Sebanyak 20 warga Palestina telah meninggal sejak unjuk-unjuk rasa dekat pagar perbatasan Gaza yang dijaga ketat tentara Israel. Pria paling terakhir meninggal di sebuah rumah sakit Gaza pada Jumat akibat luka-luka tembakan yang dideritanya pada hari pertama protes.

Lima dari 40 orang yang cedera pada Jumat berada dalam kondisi kritis, demikian kementerian kesehatan Gaza.

Perkemahan yang didirikan warga Palestina sepanjang beberapa ratus meter di sepanjang tapal batas terdepan 65 km tetapi sejumlah kelompok pemuda berusaha mendekat, menggelindingkan ban-ban dan melempari batu-batu ke arah pasukan Israel.

Warga Palestina berlari dikejar tentara Israel

Pengunjuk rasa Palestina berlari saat bentrok dengan pasukan Israel di selatan Jalur Gaza (ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

Para pengunjuk rasa sebagaimana dilansir Antara dari Reuters menekan hak kembali pengungsi dan keturunannya ke tanah mereka yang sekarang menjadi Israel sejak perang tahun 1948. Para pengungsi terdiri atas sebagian besar dari 2 juta jiwa di Gaza yang diblokade Israel. Gerakan Hamas memerintah Gaza.

"Saya seperti setiap orang disini datang untuk membebaskan tanah mereka," kata Hekam Kuhail, 60 tahun, kepada Reuters, memberikan tanda V untuk "victory" (kemenangan) dan memiliki fotonya yang diambil dekat perbatasan itu.

Dengan asap hitam dari ban-ban yang dibakar dan gas air mata membubung ke udara, anak-anak muda Palestina menggunakan kaos kemeja, masker dan parfum untuk melindungi diri. Pihak Israel juga berusaha memadamkan ban-ban yang terbakar dengan peralatannya dari sisi di perbatasannya.

Militer Israel telah menempatkan para penembak jitu di wilayahnya di perbatasan untuk mencegah orang-orang Palestina menerobos masuk ke wilayah Israel. Banyak di antara mereka yang meninggal adalah militan, menurut Israel.

Kecaman terhadap penembakan Tujuh belas dari 20 warga Palestina yang meninggal ditembak oleh tentara Israel hingga mati pada hari pertama protes sepekan lalu, kata para medis.

Kematian tersebut menarik kecaman internasional terhadap tanggapan Israel, yang kelompok-kelompok hak asasi manusia katakan tentara Israel menggunakan peluru tajam terhadap para demonstran.

Kantor HAM PBB mendesak Israel untuk menahan diri terhadap gelombang protes warga Palestina yang terus meningkat belakangan ini.(*)



Eddy Flo