Bruder Angelo Divonis 14 Tahun, Anak Panti Beri Tepuk Tangan Ilustrasi. Foto: Pixabay

Merahputih.com - Perjalanan kasus pelecehan terhadap anak di panti asuhan di Depok, Jawa Barat menemui babak akhir.

Pria yang juga seorang pengasuh rohani di panti asuhan tersebut, Lukas Lucky Ngalngola alias Bruder Angelo akhirnya divonis 14 tahun penjara.

Baca Juga:

2 Dosen Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Unsri Bentuk Satgas Beranggota Mahasiswa

"Mengadili, satu, menyatakan Terdakwa Lukas Lukcy Ngalngola alias Angelo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan ancaman kekerasan, memaksa anak melakukan pelecehan yang dilakukan oleh pengasuh anak secara berlanjut," kata ketua majelis hakim Ahmad Fadil di PN Depok, Jl GDC Boulevard, Depok, Jawa Barat, Kamis (20/1).

Sementara itu, turut hadir dalam sidang tersebut sejumlah anak panti asuhan yang sebelumnya dikelola Terdakwa Angelo. Mereka sontak bertepuk tangan setelah hakim membacakan vonis terhadap Angelo.

Sementara itu, diantara pengunjung sidang tersebut tampak ada yang membawa bunga.

Majelis hakim menilai perbuatan Terdakwa Bruder Angelo terbukti secara sah melanggar Pasal 82 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca Juga:

Cara Tepat Bersikap Kepada Penyintas Pelecehan Seksual

Angelo divonis sesuai dengan putusan tuntutan jaksa, yaitu 14 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 14 tahun dan denda sejumlah Rp 100 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 3 bulan," ujar Fadil.

Saat mendengar proses pembacaan putusan tersebut, Bruder Angelo menengadahkan tangan seraya berdoa. Bruder Angelo akhirnya memutuskan mengajukan banding. Sementara itu, dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) mengatakan pikir-pikir.

Usai sidang, pengacara Angelo, Bayu Ferianto, menilai vonis 14 tahun penjara tersebut dinilai berlebihan.

Sebab, majelis hakim tidak mempertimbangkan 2 saksi fakta dalam sidang yang mengaku tidak pernah ikut potong rambut di luar, hanya potong rambut di panti asuhan.

"Terlalu berlebihan, terhadap apa yang tidak dipertimbangkan, ini terlalu berlebihan," kata Bayu.

Baca Juga:

Dosen Unsri Terancam Penjara 12 Tahun atas Kasus Pelecehan Seksual

Ia menilai idealnya terdakwa divonis bebas karena tidak ada saksi yang melihat perbuatan terdakwa.

Dalam kasus ini, Angelo dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan pelecehan terhadap tiga anak asuh di panti asuhan di Depok. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
LPSK Siapkan Perlindungan Bagi Pemberi Informasi Penting Penyerangan Nakes di Papua
Indonesia
LPSK Siapkan Perlindungan Bagi Pemberi Informasi Penting Penyerangan Nakes di Papua

Mereka menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, seperti rumah sakit, fasilitas kesehatan lain, atau para psikolog

BMKG Bongkar Miskonsepsi Polusi Udara Picu Gelombang Omicron di DKI
Indonesia
BMKG Bongkar Miskonsepsi Polusi Udara Picu Gelombang Omicron di DKI

Lonjakan konsentrasi PM2,5 yang terjadi 5, 16, dan 30 Januari 2022 tidak seiring dengan penambahan kasus positif COVID-19 di Jakarta.

PDIP Sebut Pemprov Lakukan Pembohongan Publik Anggaran Formula E
Indonesia
PDIP Sebut Pemprov Lakukan Pembohongan Publik Anggaran Formula E

Pemprov melakukan pembohongan publik tentang penggunaan APBD terhadap penyelenggaraan Formula E.

Polri Langsung Proses Laporan terhadap Ferdinand Hutahaean
Indonesia
Polri Langsung Proses Laporan terhadap Ferdinand Hutahaean

Mantan politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean berurusan dengan kasus hukum.

Aturan Perjalanan Domestik, Bukan Berarti Semua Orang Bebas dari Tes COVID-19
Indonesia
Aturan Perjalanan Domestik, Bukan Berarti Semua Orang Bebas dari Tes COVID-19

Para pelaku perjalanan domestik di semua moda transportasi darat, laut, maupun udara yang telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

Di Solo, Nakes Terpapar COVID-19 Masuk Isoter Hotel
Indonesia
Di Solo, Nakes Terpapar COVID-19 Masuk Isoter Hotel

Ada 27 kamar dengan berbagai kapasitas yang berbeda. Tapi kapasitas maksimalnya bisa muat untuk menampung 60 orang.

Chairul Tanjung Ingatkan Media Daerah Tak Andalkan Jakarta untuk Bisa Bertahan
Indonesia
Chairul Tanjung Ingatkan Media Daerah Tak Andalkan Jakarta untuk Bisa Bertahan

Chairman CT Corp Chairul Tanjung memberi wejangan kepada media daerah dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2022 di Sulawesi Tenggara, Selasa (8/2).

Kota Surabaya Punya PR Cetak 15 Ribu KTP Elektronik
Indonesia
Kota Surabaya Punya PR Cetak 15 Ribu KTP Elektronik

Dalam sehari, Pemkot Surabaya bisa menerima 800 sampai 1.000 permintaan pembuatan KTP elektronik.

Pemkab Wonogiri Lakukan Lockdown Pasar Hewan Pracimantoro Pasca Ditemukan Kasus PMK
Indonesia
Pemkab Wonogiri Lakukan Lockdown Pasar Hewan Pracimantoro Pasca Ditemukan Kasus PMK

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri memberlakulan lockdown di Pasar Hewan Pracimantoro. Hal itu menyusul ditemukannya kasus sapi positif mengidap penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kota Yogyakarta Jadi Saksi Jokowi dan Prabowo Saling Memaafkan
Indonesia
Kota Yogyakarta Jadi Saksi Jokowi dan Prabowo Saling Memaafkan

Prabowo didampingi putranya Didit Hediprasetyo saat menemui Jokowi bersama keluarga.