Briptu Sigid Mukti Didemosi 1 Tahun Terkait Pelanggaran Etik dalam Kasus Brigadir J Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Irjen Ferdy Sambo di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/9/2022). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

MerahPutih.com - Pimpinan Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menjatuhkan saksi demosi satu tahun terhadap Briptu Sigid Mukti Hanggono, mantan Banit Den A Ropaminal Divpopam Polri. Hukuman itu terkait pelanggaran etik dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Briptu Sigid Mukti Hanggono juga sudah dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri buntut ketidakprofesionalannya dalam kasus penembakan Brigadir J. Putusan itu dibacakan dalam sidang etik pada Senin (19/9).

Baca Juga

Mabes Polri Keluarkan Jadwal Sidang Etik Brigjen HK di Kasus Kematian Brigadir J

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Nurul Azizah mengatakan Briptu Sigid melanggar Pasal 5 ayat I10 huruf b, Pasal 6 ayat (2) huruf b, dan Pasal 10 ayat (1) huruf f Peraturan Polri (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

Selain Demosi, Briptu Sigid Mukti Hanggono juga dijatuhi saksi berupa kewajiban mengikuti pembinaan mental, kepribadian, kejiwaan, keagamaan, dan pengetahuan profesi selama satu bulan.

Bukan hanya itu saja, Briptu Sigid juga dijatuhi sanksi etika, yakni perbuatan pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Kedua, kewajiban pelanggar untuk meminta maaf secara lisan di hadapan Sidang KKEP dan atau secara tertulis kepada pimpinan Polri dan pihak-pihak yang dirugikan.

Baca Juga

Kasus Pembunuhan Brigadir J, Komnas HAM Sampaikan 5 Rekomendasi ke Jokowi

Briptu Sigid Mukti Hanggono masuk dalam daftar 35 anggota Polri yang diduga kuat terlibat dalam ketidakprofesionalan saat penanganan tempat kejadian perkara (TKP) Duren Tiga, lokasi pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Dia dan 25 anggota Polri lainnya telah dimutasi dari jabatan sebelumnya ke Yanma Mabes Polri dalam surat telegram Kapolri yang ditandatangani tanggal 22 Agustus 2022.

Hari ini sidang etik terkait penanganan kasus Brigadir J masih berlanjut. Sidang dilaksanakan untuk terduga pelanggar Iptu Januar Arifin, mantan Pamin Den A Ropaminal Divpropam Polri yang dimutasi sebagai Yanma Polri.

Dalam sidang tersebut menghadirkan enam orang saksi, yakni Kombes Pol ANP (Agus Nur Patria), AKP IF (Idham Fadilah), Iptu HT (Hardista Pramana Tampubolon, Briptu SHM (Sigid Mukti Hanggono) dan dua saksi lainnya berinisial Aiptu SA, serta Aipda RJ (tidak masuk daftar mutasi terkait kasus Brigadir J). (*)

Baca Juga

Brigpol Frillyan Fitri Jalani Sidang Etik Terkait Kasus Brigadir J

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hari ini, One Way di Tol Cikampek Sampai GT Kalikakung Dihentikan
Indonesia
Hari ini, One Way di Tol Cikampek Sampai GT Kalikakung Dihentikan

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini naik 19 persen jika dibandingkan lalu lintas normal periode November 2021.

Pemerintah Klaim Selalu Memonitor Pendaftaran Kendaraan untuk BBM Bersubsidi
Indonesia
Pemerintah Klaim Selalu Memonitor Pendaftaran Kendaraan untuk BBM Bersubsidi

Deputi Koordinasi Pengembangan Usaha BUMN, Riset dan Inovasi Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Montty Girianna, memastikan pemerintah selalu memonitor proses pendaftaran kendaraan roda empat untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

Keanggotaan Ganda Selalu Jadi Masalah saat Verifikasi Faktual Parpol
Indonesia
Keanggotaan Ganda Selalu Jadi Masalah saat Verifikasi Faktual Parpol

Partai politik calon peserta Pemilu Serentak 2024 untuk menginput data ke Sipol sebelum tanggal 14 Agustus 2022 mendatang.

Ngabalin Sebut Jokowi Sudah Siapkan Surpres Panglima TNI Pengganti Andika
Indonesia
Ngabalin Sebut Jokowi Sudah Siapkan Surpres Panglima TNI Pengganti Andika

Teka-teki soal sosok calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa bakal segera terkuak. Andika akan memasuki masa pensiun pada Desember 2022 mendatang.

Soal Mafia Minyak Goreng, DPR Minta Polisi Langsung Tangkap
Indonesia
Soal Mafia Minyak Goreng, DPR Minta Polisi Langsung Tangkap

Pimpinan DPR RI buka suara menanggapi belum diumumkannya tersangka mafia minyak goreng. Padahal, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyatakan bahwa tersangka dalam kasus kelangkaan minyak goreng akan diumumkan, Senin (21/3) kemarin.

Dakwaan Kuat Ma'ruf-Ricky Rizal, Turut Serta Lakukan Skenario Pembunuhan Brigadir J
Indonesia
Dakwaan Kuat Ma'ruf-Ricky Rizal, Turut Serta Lakukan Skenario Pembunuhan Brigadir J

Dua terdakwa, Asisten rumah tangga Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf (KM) dan Ricky Rizal menjalani persidangan perdana di Pengadilan Negero Jakarta Selatan, Senin (17/10) malam.

Inflasi di AS Meningkat, Harga Minyak Turun
Dunia
Inflasi di AS Meningkat, Harga Minyak Turun

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (13/9), Indeks Harga Konsumen (IHK) negara itu naik 0,1 persen pada Agustus untuk kenaikan 8,3 persen tahun-ke-tahun.

Irjen Toni Harmanto jadi Kapolda Jawa Timur
Indonesia
Irjen Toni Harmanto jadi Kapolda Jawa Timur

"Irjen Pol Drs. Toni Harmanto MH NRP 65100566 Kapolda Sumsel Diangkat dalam Jabatan Baru Sebagai Kapolda Jatim." bunyi TR teranyar Kapolri, Jumat (14/10).

Janji Ferdinand Marcos Jr setelah Dilantik jadi Presiden Baru Filipina
Dunia
Janji Ferdinand Marcos Jr setelah Dilantik jadi Presiden Baru Filipina

Seusai dilantik, ia menyuarakan slogan persatuan, Marcos Jr bersumpah untuk membawa Filipina lebih maju dengan berbagai kebijakan yang menguntungkan setiap orang.

Gandum Mahal, Ekspor Singkong Indonesia Naik 3 Kali Lipat
Indonesia
Gandum Mahal, Ekspor Singkong Indonesia Naik 3 Kali Lipat

Indonesia sendiri bergantung pada impor gandum dari Ukraina sebanyak 3 juta ton, atau 36 persen kontribusinya dari kebutuhan total di dalam negeri.