Brigjen Prasetijo Motoran ke Dekat Mabes Polri Ambil 'Amplop' Brigjen Prasetijo Utomo bersama Djoko Tjandra dan kuasa hukumnya, Anita Kolopaking. Foto: @xdigeeembok

Merahputih.com - Jaksa penuntut umum menghadirkan saksi bernama Supiadi dalam lanjutan sidang kasus dugaan suap pengurusan red notice Djoko Soegiarto Tjandra di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (19/10). Supiadi merupakan teman dari Tommy Sumardi yang menjadi terdakwa dalam perkara ini.

Di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Supiadi mengaku pernah beberapa kali mengantar Tommy Sumardi menyerahkan sebuah amplop kepada seseorang yang belakangan dia ketahui adalah Brigjen Prasetijo.

Menurut Supiadi, amplop diserahkan kepada Prasetijo di sekitar gedung Transnational Crime-Center (TNCC) Mabes Polri. Tepatnya dekat restoran Merah Delima yang bersebelahan dengan Mabes Polri.

Baca Juga

Brigjen Prasetijo Coret Nama Petinggi Polri Demi Muluskan Surat Jalan Djoko Tjandra

Awalnya jaksa bertanya apa keperluan Tommy di restoran tersebut. Supiadi mengaku mengantar Tommy untuk menemui seseorang.

"Menemui seseorang," kata Supiadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (19/11).

Jaksa kemudian bertanya apakah mereka bertemu di dalam rumah makan atau tetap berada di mobil. Supiadi mengaku mereka tetap berada di dalam sebuah mobil.

"Tetap di mobil," kata Supiadi.

Brigjen Pol Prasetijo Utomo
Brigjen Pol Prasetijo Utomo

Supiadi mengaku saat itu belum tahu kalau yang ditemui Tommy adalah jenderal Polisi berpangkat Brigjen.

"Awalnya saya tidak kenal. Laki-laki naik motor pakai jaket," kata Supiadi.

Supiadi mengaku, saat di kawasan restoran Merah Delima, Tommy meminta dirinya untuk menghidupkan lampu jauh mobilnya sebagai tanda. Kemudian Brigjen Prasetijo menghampiri mobil dan menerima sebuah amplop dari Tommy.

"Pak Tommy meminta untuk dim (menyalakan lampu jauh). Terus laki-laki itu datang ke mobil, dan saya arahkan ke tempat Pak Tommy duduk di tengah, setelah di buka kaca dan menyerahkan sebuah map warna cokelat. Eh, amplop," kata Supiadi.

Pengusaha Tommy Sumardi didakwa menjadi perantara suap terhadap Irjen Napoleon Bonaparte sebesar SGD200 ribu dan USD270 ribu, serta kepada Brigjen Prasetijo Utomo senilai USD150 ribu.

Baca Juga

Masa Tahanan Diperpanjang, Brigjen Prasetijo dan Anita Kolopaking Makin Lama Dipenjara

Uang tersebut dari terpidana kasus hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra. Suap itu ditujukan agar nama Djoko Tjandra dihapus dalam red notice atau Daftar Pencarian Orang Interpol Polri.

Jaksa juga mendakwa Djoko Tjandra memberikan suap kepada Irjen Napoleon sebanyak SGD200 ribu dan USD270 ribu. Djoko Tjandra juga didakwa memberikan suap kepada Brigjen Prasetijo sebesar USD150 ribu. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Antisipasi Virus Corona, Ratusan WNI Ditangkal ke Indonesia
Indonesia
Antisipasi Virus Corona, Ratusan WNI Ditangkal ke Indonesia

Pemerintah menangkal 109 warga negara asing (WNA) dan menolak visa 39 WNA yang ingin masuk ke Indonesia.

Anies: Pemprov DKI Awasi 39 Pasien Terkait Virus Corona
Indonesia
Anies: Pemprov DKI Awasi 39 Pasien Terkait Virus Corona

Ada 39 orang masih dalam pengawasan dan sedang dirawat tiga di rumah sakit rujukan Jakarta.

 Pasien COVID-19 di Solo Bertambah, PDP Tembus 41 Orang
Indonesia
Pasien COVID-19 di Solo Bertambah, PDP Tembus 41 Orang

Dengan bertambahnya satu pasien ini total di Solo ada empat pasien positif Covid-19, dengan perincian dua orag meninggal, satu sembuh, dan satu dieawat di RSUD dr Moewardi Solo.

Kontak Dekat dengan Menteri Edhy, Gubernur NTT  Belum Rapid Test COVID-19
Indonesia
Kontak Dekat dengan Menteri Edhy, Gubernur NTT Belum Rapid Test COVID-19

Viktor Bungtilu Laiskodat belum rapid test setelah sempat kontak dekat dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang dinyatakan positif COVID-19.

Jakarta Tingkatkan Program Pengendalian Banjir
Indonesia
Jakarta Tingkatkan Program Pengendalian Banjir

Berdasarkan informasi dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, pompa yang dimiliki DKI terdapat di 178 lokasi, dengan 486 unit.

Satpol PP Diminta Tindak Anak-Anak yang Keluyuran di Tempat Umum
Indonesia
Satpol PP Diminta Tindak Anak-Anak yang Keluyuran di Tempat Umum

Kebijakan meliburkan anak sekolah itu merupakan instruksi dari pemerintah pusat

Dishub DKI: Operasional Bus di Terminal Masih Normal
Indonesia
Dishub DKI: Operasional Bus di Terminal Masih Normal

"Komando operasional terminal secara berjenjang adalah dari Kadishub dan Gubernur," katanya

Perhimpunan INTI Terus Bergerak Bantu Pencegahan Virus Corona
Indonesia
Perhimpunan INTI Terus Bergerak Bantu Pencegahan Virus Corona

Perhimpunan INTI mengadakan beberapa kegiatan penyuluhan kesehatan dan pembagian masker.

Kedepankan Dialog, Pelaku Usaha Diminta Hindari PHK akibat Dampak Corona
Indonesia
Kedepankan Dialog, Pelaku Usaha Diminta Hindari PHK akibat Dampak Corona

Pembatasan sosial dan kebijakan kerja dari rumah tengah dilakukan sehingga banyak unit usaha yang terdampak.

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Dugaan Pesta Gay
Indonesia
Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Dugaan Pesta Gay

Rekonstruksi dilakukan di Polda Metro Jaya