Brigjen Prasetijo Divonis 3 Tahun, Kapolri: Melanggar Hukum Kami Sikat Kapolri Jenderal Idham Azis (tengah). Foto: Humas Polri

MerahPutih.com - Majelis hakim menjatuhkan vonis 3 tahun penjara bagi para terdakwa kasus pemalsuan surat jalan, yakni Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo dan Anita Kolopaking.

"Polri menghormati keputusan majelis hakim atas vonis ketiga terdakwa tersebut," kata Kapolri Jenderal Idham Azis dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/12).

Baca Juga

Kasus Surat Jalan Palsu, Brigjen Prasetijo Dihukum 3 Tahun Penjara

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menekankan dengan vonis tersebut proses penegakan hukum di internal Polri berjalan secara profesional dan tak pandang bulu.

Idham juga menegaskan, siapa saja anggota Polri yang terbukti melakukan kesalahan akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Sejak awal komitmen Polri sudah jelas, proses penegakan hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas, tetapi imbang dan merata untuk siapapun," tegas mantan Kabareskrim Polri itu.

Mantan Kakorwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo di Pengadilan Tipikor, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
Mantan Kakorwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo di Pengadilan Tipikor, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Lulusan Akpol 1988 itu meminta, Korps Bhayangkara dewasa ini semakin profesional, modern dan terpercaya dalam reformasi birokrasi. Komitmen penerapan reward and punishment selalu dikedepankan.

"Anggota yang berprestasi tentu akan mendapatkan penghargaan. Mereka yang melanggar hukum tak ragu kami sikat secara aturan hukum," ucap Idham.

Dalam kasus dugaan pemalsuan surat jalan, mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo divonis tiga tahun penjara.

Sementara Djoko Tjandra dihukum 2 tahun 6 bulan penjara dalam perkara tersebut. Sedangkan Anita Kolopaking dipidana 2 tahun 6 bulan penjara. (Knu)

Baca Juga

Bertemu di Pontianak, Brigjen Prasetijo Klaim Tidak Tahu Status Buron Djoko Tjandra

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sepanjang Agustus, Indonesia Alami Deflasi
Indonesia
Sepanjang Agustus, Indonesia Alami Deflasi

Dengan terjadinya deflasi, maka inflasi tahun kalender Januari-Agustus 2020 mencapai 0,93 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 1,32 persen.

Lumpur Lapindo Kandung Unsur Bahan untuk Baterai
Indonesia
Lumpur Lapindo Kandung Unsur Bahan untuk Baterai

Tanah lumpur Lapindo Sidoarjo nyatanya didominasi kandungan lithium yang cocok untuk material baterai.

Data Penerima Bansos Kacau, Anak Buah Jokowi Minta Bantuan ke RT/RW
Indonesia
Data Penerima Bansos Kacau, Anak Buah Jokowi Minta Bantuan ke RT/RW

Muhadjir pun meminta pihak RT/RW, lurah, dan camat untuk mendata warga dengan teliti. Terutama warga yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut.

Kemenlu Rilis Jumlah WNI yang Positif COVID-19 di Luar Negeri
Indonesia
Kemenlu Rilis Jumlah WNI yang Positif COVID-19 di Luar Negeri

Kasus terbanyak terjadi pada anak buah kapal (ABK) asal Indonesia

Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Narkoba yang Manfaatkan Pandemi COVID-19
Indonesia
Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Narkoba yang Manfaatkan Pandemi COVID-19

Diamankan juga berupa 40 plastik klip berisi sabu seberat 6,3 gram.

Hoaks Marak di Medsos, Ketua MPR Sentil Kemenkominfo
Indonesia
Hoaks Marak di Medsos, Ketua MPR Sentil Kemenkominfo

Politisi Partai Golkar itu menyebut pemerintah harus lebih aktif memberikan informasi yang benar dan transparan.

Volume Kendaraan Turun 44,76 Persen Selama PSBB di Jakarta
Indonesia
Volume Kendaraan Turun 44,76 Persen Selama PSBB di Jakarta

Pemda DKI juga menerapkan pembatasan ekstrem yang dimulai dari 23 Maret hingga 9 April 2020.

Jokowi Gratiskan Vaksin, Tak Ada Alasan Masyarakat Tolak Vaksinasi
Indonesia
Jokowi Gratiskan Vaksin, Tak Ada Alasan Masyarakat Tolak Vaksinasi

"Ternyata presiden sangat mendengar dan akomodatif. Dengan begitu, masyarakat tidak punya alasan lagi untuk menolak vaksin. Yang mampu dan tidak mampu diberikan vaksin dan divaksinasi secara gratis," ujarnya.

Jokowi Diminta Tertibkan Relawannya, PKS: Teriak Pancasila Tapi Masih Rasis
Indonesia
Jokowi Diminta Tertibkan Relawannya, PKS: Teriak Pancasila Tapi Masih Rasis

Karena sekecil apapun perilaku rasis ini merusak dan menghancurkan persatuan

Pemprov DKI Belum Izinkan Live Music di Kafe, Bahayanya?
Indonesia
Pemprov DKI Belum Izinkan Live Music di Kafe, Bahayanya?

Pemerintah DKI hanya mengizinkan konser dengan konsep drive-in mulai 6-16 Juli 2020.