Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan Massal di Masjid Christchurch Mengaku Bersalah Petugas menghalangi anggota masyarakat menyusul sebuah penembakan di mesjid Al Noor di Christchurch. (ANTARA FOTO/REUTERS/SNPA/Martin Hunter/cfo)

MerahPutih.com - Tersangka penganut supremasi kulit putih yang didakwa membunuh 51 jemaah muslim dalam penembakan massal di Selandia Baru secara mengejutkan mengubah pembelaannya menjadi bersalah, pada Kamis (27/3).

Brenton Tarrant, yang muncul melalui tautan video, mengakui 51 tuduhan pembunuhan, 40 tuduhan percobaan pembunuhan, dan satu tuduhan melakukan aksi terorisme dalam persidangan di Pengadilan Tinggi Christchurch.

Baca Juga:

Gara-gara Warganya Bandel, Iran Terancam Gelombang Kedua Virus Corona

"Dia telah dihukum atas masing-masing dan setiap dakwaan itu," kata hakim ketua Justice Cameron Mander dalam berita acara sidang yang dirilis oleh pengadilan, dikutip dari Antara.

"Masuknya permohonan bersalah merupakan langkah yang sangat signifikan untuk mengakhiri proses pidana ini," kata Justice Mander.

Tarrant telah ditahan polisi sejak 15 Maret 2019, ketika ia ditangkap dan dituduh menggunakan senjata semi-otomatis untuk menembak umat Islam yang tengah menjalani salat Jumat di dua masjid di Christchurch. Serangan itu disiarkan langsung melalui Facebook.

Tarrant, warga Australia berusia 29 tahun, sebelumnya mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan.

Seorang perempuan menangis di memorial sementara di luar mesjid Al-Noor di Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (23/3/2019). (REUTERS/EDGAR SU)
Seorang perempuan menangis di memorial sementara di luar mesjid Al-Noor di Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (23/3/2019). (REUTERS/EDGAR SU)

Hakim Mander mengatakan, sekarang tidak perlu mengadakan persidangan enam minggu yang sebelumnya akan dimulai pada 2 Juni.

Pengadilan sekarang akan menghukum Tarrant atas seluruh 92 tuduhan, tetapi tidak memberikan tanggal untuk hukuman itu. Tarrant dikembalikan ke tahanan hingga 1 Mei.

Karena karantina nasional yang diberlakukan Selandia Baru akibat wabah virus corona, sidang pengadilan pada Kamis berlangsung dengan hanya 17 orang di ruang sidang, yang termasuk sedikit staf, pengacara, dan beberapa media lokal. Seorang imam dari masing-masing dua masjid yang diserang juga diizinkan untuk menghadiri persidangan.

Baca Juga:

Dikarantina Selama 21 Hari, 1,3 Miliar Warga India Dilarang Keluar Rumah

Selandia Baru mengumumkan karantina secara nasional mulai Kamis, untuk memerangi penyebaran virus corona.

Pengadilan memberlakukan embargo satu jam untuk melaporkan berita tersebut untuk memberitahu anggota keluarga dan korban tentang apa yang terjadi sebelum berita itu dipublikasikan.

"Permohonan bersalah hari ini akan memberikan bantuan kepada banyak orang yang hidupnya hancur atas apa yang terjadi pada 15 Maret," kata Perdana Menteri Jacinda Ardern dalam sebuah pernyataan.

"Permohonan dan vonis bersalah ini merupakan pertanggungjawaban atas apa yang terjadi dan juga menyelamatkan keluarga yang kehilangan orang yang dicintai, mereka yang terluka, dan saksi lainnya," kata Ardern. (*)

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Melonjak, Australia Perluas Lockdown

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengamat Nilai PSBB di DKI Tak Efektif
Indonesia
Pengamat Nilai PSBB di DKI Tak Efektif

PSBB DKI juga terancam dengan kepercayaan masyarakat yang menurun

Sandiaga Uno Usul Paket Ekonomi Antivirus, Begini Bentuknya
Indonesia
Sandiaga Uno Usul Paket Ekonomi Antivirus, Begini Bentuknya

Sandiaga Uno mendorong pemerintah menerbitkan paket kebijakan ekonomi untuk merespons situasi akibat pengaruh virus corona.

Anak Buah Sekjen PDIP Hasto Didakwa Suap Wahyu Setiawan Rp600 Juta
Indonesia
Anak Buah Sekjen PDIP Hasto Didakwa Suap Wahyu Setiawan Rp600 Juta

Suap itu terkait dengan permohonan Pergantian Antarwaktu (PAW) caleg PDIP, Harun Masiku.

Anies Tunjuk Rekannya di Kabinet Jokowi Jadi Komisaris PT Food Tjipinang Jaya
Indonesia
Anies Tunjuk Rekannya di Kabinet Jokowi Jadi Komisaris PT Food Tjipinang Jaya

Informasi tersebut diketahui dalam Rapat Umum Pemilik Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada Rabu (22/4) lalu melalui video conference

Surya Paloh Ungkap Ada Parpol Paling Pancasilais tapi Undang Propaganda, Sindir Siapa?
Indonesia
Surya Paloh Ungkap Ada Parpol Paling Pancasilais tapi Undang Propaganda, Sindir Siapa?

Partai NasDem diharapkan dikenal sebagai partai yang Pancasilais

 MAKI Desak KPK Segera Usut Dugaan Korupsi Kartu Prakerja
Indonesia
MAKI Desak KPK Segera Usut Dugaan Korupsi Kartu Prakerja

"Artinya, jika ada dugaan korupsi misalnya dugaan mark up, maka KPK sudah bisa memulai penyelidikan atau setidak-tidaknya memulai pengumpulan bahan dan keterangan," ujarnya.

  Merasa Dizalimi, Eks Dirkeu Angkasa Pura II Tuntut Keadilan
Indonesia
Merasa Dizalimi, Eks Dirkeu Angkasa Pura II Tuntut Keadilan

"Urusan saya dengan Pak Darman (eks Dirut PT.INTI) ini adalah sebenarnya utang piutang, tidak ada satu pun saksi yang disampaikan JPU ini adalah suap menyuap. Jadi saya aneh juga kalau disangkakan sebagai suap," kata Andra

Buruh Tangerang Demo Tolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja
Foto
Buruh Tangerang Demo Tolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

Ratusan buruh melakukan unjuk rasa dengan memblokade jalan utama Kota Tangerang sebagai wujud penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja di depan kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Kota Tangerang, Banten

 Komnas HAM Singgung Legalitas dan Ketegasan Larangan Mudik
Indonesia
Komnas HAM Singgung Legalitas dan Ketegasan Larangan Mudik

Koridor pengaturan soal mudik ini nggak ada, belum ada legalitas yang jelas ini," kata Choirul Anam

Polda Metro Petakan Potensi Kejahatan Jelang Natal dan Tahun Baru
Indonesia
Polda Metro Petakan Potensi Kejahatan Jelang Natal dan Tahun Baru

Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI memastikan pengamanan dan pengawalan perayaan Natal dan tahun baru 2020.