Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan Massal di Masjid Christchurch Divonis Seumur Hidup Warga meletakkan bunga di depan Masjid Wellington, Kilbirnie, Wellington, Selandia Baru, Sabtu (16/3/2019). (ANTARA FOTO/Ramadian Bachtiar/pras./)

MerahPutih.com - Pengadilan Selandia Baru menvonis hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat terhadap Brenton Tarrant, pelaku penembakan di masjid. Pria ini telah membunuh 51 jamaah muslim dalam penembakan paling mematikan di Selandia Baru.

Hukuman semacam itu merupakan pertama kalinya di Selandia Baru.

Brenton Tarrant, seorang warga negara Australia berusia 29 tahun, mengakui 51 dakwaan pembunuhan, 40 dakwaan percobaan pembunuhan, dan satu dakwaan melakukan tindakan teroris selama penembakan tahun 2019 di dua masjid di Christchurch yang disiarkan langsung di Facebook.

Baca Juga:

Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan Massal di Masjid Christchurch Mengaku Bersalah

Dikutip Antara, hakim Pengadilan Tinggi Cameron Mander mengatakan di Christchurch pada hari Kamis (27/8) bahwa hukuman yang dijatuhkan kepada Brenton Tarrant tidak akan menghapus kecaman.

"Apa yang Anda lakukan itu sangat jahat. Bahkan jika Anda meninggal di dalam bilik penjara tidak akan menghapus berbagai kecaman yang ditujukan kepada Anda," ujar Mander.

Seorang perempuan menangis di memorial sementara di luar mesjid Al-Noor di Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (23/3/2019). (REUTERS/EDGAR SU)
Seorang perempuan menangis di memorial sementara di luar mesjid Al-Noor di Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (23/3/2019). (REUTERS/EDGAR SU)

"Sejauh yang saya lihat, Anda tidak memiliki empati terhadap korban Anda," katanya.

Jaksa penuntut mengatakan kepada pengadilan sebelumnya bahwa Tarrant ingin menanamkan ketakutan pada mereka yang dia gambarkan sebagai penjajah.

Baca Juga:

Selandia Baru Beri Penghargaan Dua Pahlawan dalam Tragedi Masjid Christchurch

Jaksa penuntut juga mengatakan bahwa Tarrant secara hati-hati merencanakan serangan untuk menyebabkan pembantaian maksimum.

Tarrant, yang mengklaim sebagai seorang supremasi kulit putih, mengatakan melalui seorang pengacara di pengadilan pada hari Kamis bahwa dia tidak menentang permohonan penuntutan untuk hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. (*)

Baca Juga:

Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia Kecam Keras Aksi Teror di Christchurch, Selandia Baru

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Karena COVID-19, Tentara Korut Tembak Pria Korsel dan Bakar Mayatnya
Dunia
Karena COVID-19, Tentara Korut Tembak Pria Korsel dan Bakar Mayatnya

Pasukan Korea Utara menembak mati seorang pejabat perikanan Korea Selatan yang hilang awal pekan ini.

Calon Petahana di 270 Daerah Berpotensi Gerakkan ASN Raih Kemenangan
Indonesia
Calon Petahana di 270 Daerah Berpotensi Gerakkan ASN Raih Kemenangan

ASN memiliki pendidikan dan pengetahuan memadai

Kasus COVID-19 di Prancis Kembali Melonjak
Indonesia
Kasus COVID-19 di Prancis Kembali Melonjak

Secara kumulatif, jumlah kasus COVID-19 di Prancis mencapai 195.633.

Tuai Kritik, Kejagung Cabut Pedoman Perlindungan Jaksa
Indonesia
Tuai Kritik, Kejagung Cabut Pedoman Perlindungan Jaksa

Kejagung akan menelusuri oknum yang diduga menyebarkan aturan perlindungan jaksa

Istana Konsultasi Dengan Aa Gym Soal Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Istana Konsultasi Dengan Aa Gym Soal Vaksinasi COVID-19

Kang Emil berharap agar para tokoh masyarakat dan tokoh agama bisa memberikan edukasi atau meneruskan informasi terkait vaksinasi.

Kemenhub Galau Putuskan Tarif Baru Bus Batik Solo Trans
Indonesia
Kemenhub Galau Putuskan Tarif Baru Bus Batik Solo Trans

"Tarif BST tersebut sejauh ini masih kami kaji dengan menyesuaikan kemampuan masyarakat Solo," ujar Yani.

 Peserta Seminar Bogor Positif Corona Meninggal dan Dimakamkan di Wonogiri
Indonesia
Peserta Seminar Bogor Positif Corona Meninggal dan Dimakamkan di Wonogiri

"Kami pastikan pasien meninggal ini punya punya aktivitas sama dari Bogor dengan pasien Solo yang meninggal pekan lalu," ujar Joko kepada awak media di Wonogiri, Kamis (19/3).

PUPR Izinkan Pemda Pakai Rusunawa untuk Isolasi Pasien Corona, Tapi Ada Syaratnya!
Indonesia
PUPR Izinkan Pemda Pakai Rusunawa untuk Isolasi Pasien Corona, Tapi Ada Syaratnya!

Mereka juga wajib mengindahkan himbauan dari pemerintah

PDIP Kembali Batal Umumkan Duet Jagoan untuk Pilkada Surabaya, Ada Apa?
Indonesia
PDIP Kembali Batal Umumkan Duet Jagoan untuk Pilkada Surabaya, Ada Apa?

Pasangan yang diusung PDIP dalam Pilkada Surabaya bakal diumumkan mendekati batas waktu KPU.

PSI Minta Pemerintah Adili WNI Eks ISIS Jika Injakkan Kaki ke Indonesia
Indonesia
PSI Minta Pemerintah Adili WNI Eks ISIS Jika Injakkan Kaki ke Indonesia

“Jangan dibiarkan langsung berbaur dengan masyarakat. Harus ada proses hukum terlebih dulu. Terutama terkait UU No 5/2018 tentang Anti-Terorisme,” jelas Nanang