BPS: Perekonomian Indonesia Hanya Tumbuh 2,9 Persen Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Foto: Net

MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2020 hanya mencapai 2,97%.

Hal ini tak lepas dari adanya pandemi COVID-19 yang menyerang hampir seluruh sendi kehidupan manusia. Angka ini jauh di bawah target pemerintah yang memproyeksi pertumbuhan mencapai 4,5%.

Baca Juga

2 Jenderal Polisi Jadi Petinggi Kemenkumham, Pengamat Sebut Polri Terlalu Diistimewakan

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, perekonomian mengalami kontraksi sehingga tumbuh jauh lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama yang masih mencapai 5,07%.

"Ini seperti dialami negara lain yakni mengalami perlambatan," ujar Suhariyanto kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/5).

Suhariyanto, disebabkan turunnya sejumlah ekspor Indonesia, salah satunya ke China dan Amerika Serikat, dua negara tujuan ekspor terbesar Indonesia.

Dengan China misalnya, tujuan ekspor terbesar Indonesia, yang porsinya mencapai 15% dari total ekspor pada triwulan I 2020 mengalami kontraksi dalam 6,8%.

Logo
Logo BPS

Sementara tujuan ekspor terbesar kedua Indonesia yakni Amerika Serikat masih tumbuh sebesar 0,2%. Demikian juga ekspor ke Singapura, Korea Selatan melambat dan tumbuh tipis yakni 1,3%.

Hal ini merupakan dampak wabah corona yang membuat sejumlah negara melakukan lockdown sehingga perdagangan ekspor impor terdampak luas

Ia melanjutkan, perekonomian beberapa mitra dagang Indonesia pun terkontraksi sebagai akibat adanya pembatasan aktivitas untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Beberapa catatan peristiwa yang terjadi selama kuartal-I 2020, dilihat dari berbagai prediksi memperkirakan bahwa perekonomian global pada triwulan I-2020 ini mengalami kontraksi karena terjadinya penyebaran Covid-19.

"Dalam triwulan I ini harga migas dan hasil tambang di pasar tradisional mengalami penurunan baik jika dibandingkan dengan triwulan IV 2019 maupun dibandingkan dengan triwulan I-2019," jelas Suhariyanto.

Sebaliknya harga komoditas makanan, seperti harga minyak kelapa, sawit gandum dan gula mengalami peningkatan baik kalau dibandingkan dengan kuartal IV-2019 maupun kuartal I-2019 atau secara yoy.

Dia menambahkan ekonomi beberapa mitra dagang Indonesia dalam triwulan I 2020 banyak sekali yang terkontraksi sebagai akibat adanya pembatasan aktivitas dan lockdown untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.

Baca Juga

IPW Nilai Jokowi Ingin Jadikan Indonesia 'Dikuasai' Polisi

Misalnya untuk China yang merupakan tujuan utama ekspor Indonesia. Pada triwulan I-2019 masih tumbuh 6,4 persen tetapi pada triwulan I-2020 ini mengalami kontraksi dalam yaitu 0,8 persen.

"Demikian juga untuk AS, ekspor kita ke sana pada triwulan I-2019 2,7 persen tapi triwulan I-2020 ini hanya tumbuh 0,3 persen demikian juga Singapura, Korsel melambat sedikit, Vietnam pertumbuhan ekonominya cukup dalam sekarang," kata dia. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH