BPS: Inflasi Oktober 0,28% Dikerek Kenaikkan Harga Cabai Merah Cabai merah. (ANT)

MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melansir angka inflasi nasional pada Oktober 2018 sebesar 0,28 persen. Pemicu terbesar angka inflasi bulan ini disebabkan kenaikkan harga cabai merah.

"Harga cabai merah ini memberikan andil inflasi 0,09 persen di kelompok bahan makanan," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (1/11).

Menurut Suhariyanto, komoditas lain yang ikut menjadi penyebab terjadinya inflasi adalah bensin jenis Pertamax, Pertamax Turbo maupun Pertalite, tarif sewa rumah, dan beras.

Kenaikan harga juga terjadi untuk jeruk, nasi dengan lauk, rokok kretek filter, besi beton, tarif kontrak rumah, semen, upah pembantu rumah tangga, emas perhiasan dan tarif jalan tol.

inflasi
Ilustrasi. Foto: DBN

Sedangkan, komoditas yang menekan inflasi, karena mengalami penurunan harga dan menyumbang deflasi pada Oktober 2018, adalah telur ayam ras, tarif angkutan udara, bawang merah dan daging ayam ras.

BPS mencatat kelompok sandang mengalami inflasi tinggi pada Oktober 2018 yaitu mencapai 0,54 persen diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,42 persen.

"Inflasi paling besar dari kelompok perumahan berasal dari andil tarif sewa rumah yang menyumbang 0,03 persen serta tarif kontrak rumah, semen dan besi beton masing-masing 0,01 persen," kata Suhariyanto.

Kepala BPS menambahkan untuk kenaikan bensin nonsubsidi hanya menyumbang andil 0,06 persen. "Tanggal 10 (Oktober) ada kenaikan Pertamax Rp700-Rp900, Pertamax Turbo Rp1.350-Rp1.500, sementara Pertalite ada yang naik dan turun," tandas dia.

BBM

Dengan demikian, tingkat inflasi pada tahun kalender Januari-Oktober 2018 tercatat sebesar 2,22 persen dan inflasi dari tahun ke tahun (yoy) sebesar 3,16 persen.

Meski relatif rendah, inflasi Oktober 2018 sebesar 0,28 persen ini masih lebih tinggi dari periode 2016 sebesar 0,14 persen dan 2017 sebesar 0,01 persen.

Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen, BPS juga mencatat sebanyak 66 kota mengalami inflasi dan 16 kota menyumbang deflasi pada Oktober 2018.

Inflasi tinggi terjadi di Palu sebesar 2,27 persen, dan rendah terjadi di Cilegon 0,01 persen. Sedangkan deflasi tinggi terjadi di Bengkulu 0,74 persen dan rendah di Tangerang 0,01 persen. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH