BPS Catat Ledakan Serapan Tenaga Kerja Baru di Indonesia, Sektor Makanan Minuman Jadi Primadona

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 05 Februari 2026
BPS Catat Ledakan Serapan Tenaga Kerja Baru di Indonesia, Sektor Makanan Minuman Jadi Primadona

Ilustrasi. (Foto: unsplash/haryo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk bekerja di Indonesia melonjak menjadi 147,91 juta orang pada November 2025, meningkat 1,37 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Angka ini memicu penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 0,11 persen.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja ini sejalan dengan peningkatan jumlah angkatan kerja nasional. Data terbaru menunjukkan jumlah penduduk usia kerja mencapai 218,85 juta orang, dengan total angkatan kerja menyentuh angka 155,27 juta orang.

Baca juga:

BPS Laporkan Jumlah Penduduk Miskin dan Ketimpangan Turun Tipis di 2025

"Dengan demikian, tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 tercatat sebesar 4,74 persen atau turun sekitar 0,11 persen," ujar Amalia, Kamis (5/2).

Sektor Kuliner dan Akomodasi Jadi Primadona Serapan Kerja

Tren positif ini didominasi oleh sektor akomodasi serta makanan dan minuman yang mencatat kenaikan tenaga kerja tertinggi, yakni sebesar 381 ribu orang dalam kurun waktu tiga bulan. Disusul kemudian oleh industri pengolahan yang menyerap 196 ribu orang dan sektor perdagangan dengan 168 ribu orang baru.

Meskipun sektor jasa modern berkembang, pertanian tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

BPS mencatat hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan jumlah pekerja, kecuali pada sektor pengadaan listrik, gas, dan aktivitas jasa lainnya yang justru mengalami sedikit penurunan.

"Hampir seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja, kecuali aktivitas jasa lainnya dan pengadaan listrik, dan gas," tambah Amalia.

Baca juga:

Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun, BPS Catat Terendah dalam Satu Dekade

Dominasi Pekerja Penuh dan Pergeseran Status Buruh

Kualitas penyerapan tenaga kerja juga menunjukkan perbaikan signifikan. Jumlah pekerja penuh waktu kini mencapai 100,49 juta orang, meningkat 1,85 juta orang dari periode Agustus 2025.

Sebaliknya, angka pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran justru menyusut.

Dari sisi status pekerjaan, mayoritas penduduk bekerja atau sekitar 38,81 persen berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai.

Kelompok ini menjadi motor penggerak utama dengan penambahan sekitar 625 ribu orang. Namun, tren masyarakat yang berusaha sendiri justru tercatat turun sebesar 0,68 juta orang pada periode yang sama.

#Badan Pusat Statistik (BPS) #Pengangguran #Tingkat Pengangguran #Pekerjaan #Sukses Dalam Pekerjaan #Pekerjaan Impian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BPS Ungkap Kinerja Perdagangan Indonesia hingga Agustus 2026, Surplus USD 7,25 Miliar
BPS mencatat perdagangan Indonesia surplus USD 7,25 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026. Ekspor USD 193,64 miliar dan impor USD 186,39 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
BPS Ungkap Kinerja Perdagangan Indonesia hingga Agustus 2026, Surplus USD 7,25 Miliar
Indonesia
Jamin Bantuan Pemerintah Tetap Diberikan, Data Desil Diperbaharui Tiap 3 Bulan
Guna memastikan validitas data secara berkelanjutan, pemerintah membuka luas akses partisipasi publik melalui berbagai kanal pemutakhiran mandiri.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Jamin Bantuan Pemerintah Tetap Diberikan, Data Desil Diperbaharui Tiap 3 Bulan
Indonesia
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
BPS memperkuat DTSEN untuk memperbaiki akurasi data bantuan sosial. Warga dapat mengajukan perbaikan data melalui sejumlah kanal resmi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
Indonesia
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Komoditas yang turut memberikan tekanan di wilayah tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Indonesia
Kekurangan Orang, Jepang Bakal Buka Lowongan Bagi Warga Asing Jadi Pekerja Keamanan Swasta
Badan Kepolisian Jepang akan berkonsultasi dengan Kementerian Kehakiman serta Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan mengenai rincian kerangka kerja baru.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Kekurangan Orang, Jepang Bakal Buka Lowongan Bagi Warga Asing Jadi Pekerja Keamanan Swasta
Indonesia
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
BPS dan Bank Dunia menggunakan sumber data yang sama, yakni Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Namun, cara pengukuran kemiskinan yang digunakan berbeda karena memiliki tujuan yang berbeda.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
Indonesia
SIAPkerja, Platform Mudahkan Warga ke Akses Kesempatan Kerja
pemanfaatan SIAPkerja diharapkan dapat membantu peserta melanjutkan proses pengembangan dirinya setelah mengikuti program penunjang seperti Magang Nasional (MagangHub).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
SIAPkerja, Platform Mudahkan Warga ke Akses Kesempatan Kerja
Indonesia
Ini Link Daftar Magang Nasional Tahap II, Ditutup 8 September 2026
Menaker berharap peserta program ini dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan keterampilan, serta memahami lingkungan kerja.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Ini Link Daftar Magang Nasional Tahap II, Ditutup 8 September 2026
Indonesia
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, DPR Minta Kemensos dan BPS Bergerak Cepat
DPR menyoroti ketidaksesuaian data desil yang berpotensi membuat warga miskin kehilangan bansos, subsidi energi, hingga bantuan pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, DPR Minta Kemensos dan BPS Bergerak Cepat
Indonesia
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Pemerintah tidak hanya mengandalkan kondisi harga minyak untuk menjaga surplus perdagangan, tetapi juga akan terus mendorong peningkatan ekspor.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Bagikan