BPPI Dorong Pertumbuhan Wirausaha di Daerah  Seorang pekerja menata kerajinan rotan di Desa Saditan, Brebes, Jawa Tengah, Jumat (4/8).(ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

MerahPutih.Com - Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian mendorong pertumbuhan wirausaha di daerah-daerah yang berpotensi menghasilkan produk lokal berkualitas.

"Tujuan dari Kementerian Perindustrian saat ini terus merangsang tumbuh wirausaha khususnya pelaku industri kecil dan menengah atau IKM di daerah," kata Kepala BPPI Ngakan Timur, di Makasar, Sulawesi Selatan, Jumat (11/8).

Menurut dia, IKM diketahui jumlahnya cukup besar di Indonesia, sehingga mendorong pergerakan ekonomi yang bertumbuh secara signifkan. Tugas BPPI berperan mendorong wirausaha terus meningkatkan hasil produksinya.

Selain itu, kehadiran IKM sebagai bagian dari penyumbang pertumbuhan ekonomi, diharapkan menjadi pendorong bagi pelaku-pelaku usaha lainnya untuk terus berusaha menciptakan produk-produk unggulan berkualitas.

"Kami dorong itu untuk terus dilakukan lebih masif," kata Ngakan, usai meninjau alat mesin pengolah kakao di kantor inkubator teknologi BPPI setempat.

Berkaitan alat-alat hasil riset BPPI, pihaknya menyatakan tidak memproduksi secara massal, tetapi bila alat tersebut sudah diuji secara profesional dan layak maka akan dilempar ke pasaran.

"Hasil riset dan pengembangan ini kami akan lempar ke masyarakat dan mendorong investor agar bisa memproduksinya secara massal," ujar Ngakan Timur lagi.

Berdasarkan data, selama lima tahun terakhir, kontribusi sektor IKM terhadap pertumbuhan industri nonmigas meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen.

Kementerian Perindustrian mencatat, jumlah sentra IKM tahun 2016 sebanyak 7.437 sentra. Sedangkan jumlah unit sentra terbanyak di sektor pangan sebesar 40 persen, kerajinan dan aneka 23 persen serta sandang 16 persen.

BPPI mendapatkan tugas dari Menteri Perindustrian untuk menjadi bagian dari kegiatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Haktenas) dipusatkan di wilayah Central Point of Indonesia (CPI).(*)

Sumber: ANTARA



Eddy Flo

YOU MAY ALSO LIKE