BPN Tolak Seruan Agar Prabowo Ngopi Bareng Jokowi dari eks Ketua MK Jokowi saat menerima Prabowo Subianto di Istana beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO)

MerahPutih.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) menegaskan seruan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie yang menyarankan agar Prabowo Subianto bertemu Joko Widodo (Jokowi) untuk ngopi bareng tidak akan dimasukkan dalam agenda kubu pasangan nomor urut 02.

Juru Bicara (Jubir) BPN Dian Islamiati menegaskan saat ini fokus Prabowo maupun Sandiaga bersama tim BPN menginventaris C1 Plano yang dikumpulkan para relawan dari seluruh pelosok negeri.

"Bagi Prabowo-Sandi bukan soal kalah dan menang, tapi bagaimana rakyat merasakan keadilan ketika rakyat tidak punya tempat mengadu," kata Dian, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/3).

Prabowo Subianto. Foto: MP/Ponco

Menurut Dian, BPN kini fokus verifikasi data C1 Plano karena masyarakat sungguh menginginkan ada perubahan perubahan kepemimpinan di negeri ini yang terlihat dari antusiasme rakyat. "Dengan tujuan masyarakat yang adil dan makmur, yang menjadi cita-cita founding fathers kita," tutur dia.

Dian menegaskan BPN melihat tidak perlu ada seruan agar kedua kubu yang berkompetisi dalam Pilpres ini melakukan rekonsiliasi seperti yang diusulkan Jimly dan Wapres Jusuf Kalla. Sebab, Pemilu bukanlah sebuah perang.

"Apanya yang direkonsiliasikan? Kita kan sedang tidak perang? Hanya berkompetisi (Pemilu) saja," tukas Jubir BPN itu.

jimly
Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie. (MP/Ponco Sulaksono)

Kemarin sebagaimana dilansir Antara, Jimly menganjurkan capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk segera bertemu dan ngopi bareng. Bahkan, dia sudah menyarankan langsung ke Prabowo saat bertemu ketika menunaikan salat Jumat di Masjid Al Azhar pekan lalu.

Menurut Jimly, kedua capres nanti bisa berbincang santai tidak harus membahas soal isu pilpres atau pun politik dalam pertemuan ngopi bareng itu.

"Saran saya makin cepat makin baik, tidak usah ngomong politik, kalau nanti ketemu ngomong politik setelah 22 Mei itu, sekarang ini jangan. Cengengesan saja sudah cukup, asal ketemu saja, silaturahim, ngopi saja," kata Jimly. (*)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH