BPN Sebut WNI Dukung Prabowo-Sandi di Markas PBB Tidak Direkayasa Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, buka suara menanggapi seorang WNI yang menyatakan dukungan kepada pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 dari markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara mengatakan aksi yang sempat viral di media sosial itu bukan hasil rekayasa Koalisi Indonesia Adil Makmur.

"Itu tidak direkayasa oleh kita. Artinya spontanitas. Apapun yang dilakukan oleh pendukung ya kita tidak bisa batasi," kata Suhendra saat ditemui merahputih.com, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (13/2).

Menurut Suhendra dukungan kepada Prabowo-Sandi sah-sah saja dilakukan oleh siapapun dan dimanapun. Asalkan tidak melanggar etika, dan peraturan yang berlaku.

Aksi pendukung Prabowo-Sandi dari Markas PBB New York, AS
Tantan berikan dukungan kepada Prabowo-Sandiaga dari markas PBB, New York, Amerika Serikat. Foto: Youtube

"Termasuk tentang peraturan Pemilu. Kalau tidak melanggar ya sah sah saja. Siapapun boleh mendukung kok," ungkapnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu viral di media sosial video seorang pria di markas PBB menyatakan dukungannya kepada Prabowo-Sandi.

Dalam video terlihat pria tersebut membawa kertas bergambar Prabowo-Sandi. Berpakaian rapi jas dan dasi, dia terlihat berada dalam ruangan Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.

"Dari markas besar Persatuan Bangsa Bangsa, United Nations Headquarters, saya ingin menyatakan dukungan saya kepada Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia periode 2019-2024," katanya.

Tak lama setelah video ini tersebar, Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) New York langsung memberikan penjelasan. Melalui akun twitternya @indonesiaunny, PTRI New York menegaskan pria itu bukan diplomat Kemlu.

"Yang bersangkutan bukan merupakan diplomat Indonesia/staf PTRI New York dan bukan merupakan delegasi Indonesia untuk pertemuan resmi PBB di New York," ungkap PTRI New York seperti dikutip Selasa (12/2).

PTRI New York menyebut pria itu adalah pendamping kelompok yang mengikuti kompetisi debat.

"Yang bersangkutan adalah pendamping kelompok pemuda dari Indonesia yang sedang di New York melakukan kegiatan kompetisi debat yang diselenggarakan oleh LSM WFUNA dan bukan merupakan kegiatan yang dilakukan PBB," ungkap PTRI New York.

PTRI New York menegaskan aturan dan etika yang harus dipatuhi terkait penggunaan ruang Majelis Umum PBB. Hal itu dimuat di aturan Administratif Sekretariat PBB ST/AI/416.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Kampanye Dipenuhi Saling Hujat Bikin Pemilih Pemula Apatis Terhadap Pemilu

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH