BPN Prabowo-Sandi Kecam Tindakan Represif Aparat ke Massa Aksi 22 Mei Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: ANTARA

MerahPutih.Com - Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Azhar Simanjuntak mengecam keras tindakan aparat kepolisian dalam mengamankan aksi demonstrasi 22 Mei.

Menurutnya, aparat kepolisian telah bertindak di luar batas kewajaran dalam menghadapi massa aksi.

"Hal itu terlihat dari banyak sekali teman- teman yang menemukan senjata peluru tajam proyektil dan macem- macem saya kira itu apalagi itukan standart militer yang seharusnya tidak boleh digunakan oleh kepolisian Brimob saya fikir itu harus diungkap," kata Dahnil di kediaman Prabowo, Kertanegara 4, Jakarta, Kamis (23/5).

Dahnil mengatakan yang dilakukan polisi pada aksi yang berujung kericuhan merupakan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Hal itu, kata dia, turut diamini oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kontras.

Massa rusuh dalam Aksi 22 Mei
Massa melakukan perlawanan ke arah Brimob di Kawasan Petamburan, Jakarta, Rabu (22/5/2019) dini hari. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

"Temen-temen penggiat Kontras dan sebagainya sudah mulai ngomong saya pikir ada juga fakta pelanggaran ham yang sudah terjadi. Dengan begini media juga harus 'fear' mengungkap ada praktek pelanggaran ham yang sedang terjadi," ujar dia.

Fakta lain diduganya terjadi pelanggaran HAM, kata Dahnil, ialah saat calon presiden nomor 02, Prabowo Subianto meninjau korban jiwa pada aksi tersebut.

"Fakta- fakta kekerasan yang luar biasa dan itu harus menjadi konsen penegakam hukum, tidak kemudian kita abaikan justru kan dulu yang kita perjuangkan ketika 98 itu adalah hak- ham sipil dimana polisi itu ditempatkan sebagai aparat sipil bukan sebagai aparat militer," ungkap Dahnil.

Diketahui, delapan orang dilaporkan tewas akibat ricuh selama aksi 22 Mei. Sedangkan ratusan orang lainnya luka-luka. Polri sendiri menetapkan 300 orang sebagai tersangka.(Pon)

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH