BPN Kumpulkan Bukti Pelanggaran Pemilu Ferry Mursyidan Baldan. (Foto: Twitter/Ferry Mursyidan Baldan)

MerahPutih.com - Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan menyatakan pihaknya tengah mengumpulkan sejumlah bukti pelanggaran Pemilu yang merugikan pasangan nomor urut 02.

"Pelanggaranya bukan sekadar pelanggaran ecek-ecek gitu, bukan sekedar terlambat pembukaan TPS gitu bukan. Tapi, beberapa yang misalnya lebih banyak data pemilih yang pindah dan yang masuk. Intinya soal Daftar Pemilih Tetap (DPT)," kata Ferry di Jalan Kartanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/4).

Ferry Mursyidan Baldan
Ferry Mursyidan Baldan

Menurut Ferry pelanggaran yang sedang dikumpulkan oleh timnya berpotensi untuk membuat pemungutan suara ulang.

"Nah kalau dari partai juga kayaknya soal jumlah data di tps itu banyak problem ditemukan adalah jumlah pilhan partai dan celegnya dengan jumlah pemilih yang gunakan hak suara itu berbeda," ungkap dia.

"Mungkin waktu memasukannya coblos partai, coblos caleg. Tapi waktu memasukan harusnya satu tapi dimasukan dua. Itukan jadi tidak bisa masuk jadi final pada tingkatan rekapitulasi di tingkat Pleno tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS)," sambung Ferry.

Belum lagi, lanjut Ferry, temuan - temuan pelanggaran semisal surat suara yang robek dan bolong hampir di setiap TPS. Tidak tanggung -tanggung jumlahnya lebih dari 10 suara ditemukan.

Hal itu menurut eks Politisi NasDem ini terkait surat suara yang diterima TPS hanya beberapa jam sebelum TPS dibuka sehingga kecermatan memeriksanya menjadi masalah.

Warga binaan Lapas Abepura mengikuti pencoblosan Pemilu 2019 susulan di TPS 66 dan 65, Lapas Abepura, Jayapura, Papua, Kamis (18/4/2019). Sebanyak 1.191 TPS di Provinsi Papua menggelar pemilu susulan akibat keterlambatan logistik pemilu. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/wpa/foc.ANTARA FOTO/Gusti Tanati/pri
Warga binaan Lapas Abepura mengikuti pencoblosan Pemilu 2019 susulan di TPS 66 dan 65, Lapas Abepura, Jayapura, Papua, Kamis (18/4/2019). Sebanyak 1.191 TPS di Provinsi Papua menggelar pemilu susulan akibat keterlambatan logistik pemilu. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/wpa/foc.ANTARA FOTO/Gusti Tanati/pri

"Karena itu ketika ada TPS baru dimulai pukul 09.00 WIB, apakah itu penguluran waktu KPPS atau teknis yang saya sampaikan," pungkasnya. (Pon)

Kredit : ponco


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH