BPN: Dalih Pemicu Banjir Tol Madiun Kubu Jokowi Lebih Sesat Tol Trans Jawa. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

MerahPutih.com - Kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menuding petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan sesat pikir dengan berkilah banjir yang menggenangi tol Madiun akibat faktor cuaca. Padahal, persoalan sebenarnya ditengarai mereka karena rancang-bangun jalan tol belum sempurna.

"Ini apakah sudah semua aspek terpenuhi? Khususnya aspek teknis atas ruas tol tersebut apakah sudah sesuai dengan Norma, Standar, Pedoman dan Manual (NSPM) untuk sebuah bangunan (konstruksi) jalan tol?" kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/3).

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara

"Jadi sangat keliru dan lebih sesat lagi pemikiran para pihak yang mengaitkan analisis kami dengan mencari pembenaran faktor alam akibat curah hujan tinggi dan jebolnya sungai dekat jalan tol tersebut," imbuh Suhendra.

Menurut Suhendra, salah satu standar dan ketentuan jalan tol tidak boleh ada genangan air berlebih (banjir), karena begitulah ketentuan bagi jalan tol di negara manapun. Karena dari sisi keselamatan akan membahayakan bagi pengguna jalan tol.

"Karena jalan tol berbeda dengan jalan umum biasa. Ada NSPM dan SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang harus dipenuhi," tegas dia.

tol
Talut tol Trans Jawa di kilometer 489 Tol Salatiga-Colomadu di wilayah Desa Tanjungsari, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali,Rabu (26/12). Foto: Antaranews/Bambang Dwi Marwoto.

Jadi, kata Suhendra, jika banjir di Madiun adalah fenomena alam yang memang di luar kuasa siapapun. Namun, lanjut dia, fenomena banjir jalan tol karena alam tidak bisa dijadikan pembenaran jika memang masih ada masalah dalam faktor teknis.

"Jadi kritik saya buat pengkritik yang mengatakan kami sesat berpikir, sebaiknya kembali jernihkan pikiran dan hati sebelum komentar. Hingga tidak terkesan ngawur dan asbun, menuduh orang lain sesat pikir," terangnya.

Terakhir, mantan Staf Khusus Menteri PU dan Menteri PUPR itu meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat seluruh aspek teknis maupun non teknis mengenai peristiwa ini. "Bukan malah menyalahkan pendapat analisis berpikir orang lain," sesal Suhendra. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH