BPN Akui Sulit Cari Bukti Riil Kecurangan Pemilu Denny Indrayana (kanan) (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Salah satu tim kuasa hukum BPN Prabowo-Sandi, Denny Indrayana belum mau menyampaikan argumentasi bukti-bukti kecurangan ke publik, lantaran masih harus menunggu persidangan. Pada 14 Juni, baru akan diperiksa berkasnya.

Maka saat persidangan nanti, pihaknya akan mengutarakan bukti-bukti yang dimiliki itu. Denny mengakui dalam mengumpulkan bukti memang tidak mudah.

BACA JUGA: Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi Bawa 51 Bukti Kecurangan ke MK

"Mencari buktinya tidak mudah iya. Tapi ada dan akan dipaparkan disampaikan dalam persidangan," kata Denny dalam diskusi MNC Trijaya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5).

Soal bukti-bukti di Bawaslu yang sempat ditolak, ia tidak menampik itu. Sebab, walau ditolak tetapi bisa menjadi bukti petunjuk.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya ingin MK tidak hanya mahkamah kalkulator. Bukan sekedar persoalan selisih puluhan juta suara. Tetapi persoalan keadilan dan kejujuran.

Mantan Wamenkumham Denny Indrayana (Foto Antara)

Pihaknya tidak ingin membeberkan bukti terlebih dahulu, agar saksi-saksi dan bukti ini bisa terjaga. Ia mencontohkan misalnya ASN yang tidak netral. Maka kalau disampaikan sekarang, saksi itu akan kesulitan.

"Jadi kalau ada yang mengatakan ketidaknetralan oknum aparat maka kalau itu dipaparkan sekarang sudah mulai kesulitan saksi-saksi itu bergerak. Sulit iya tapi bukan berarti tidak ada," katanya.

BACA JUGA: Dipimpin Bambang Widjojanto, Tim BPN Daftarkan Gugatan Sengketa Pemilu di MK

Denny mencontohkan kasus penyidik senior KPK Novel Baswedan. Kasus Novel jelas ada kejahatannya. Karena mata dia sudah rusak. Namun tidak bisa diungkap.

"Kenapa tidak ada (bukti) karena ada yang menghilangkan," katanya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH