BPKP Usul Harga Swab Mandiri Enggak Sampai Rp800 Ribu Petugas medis melakukan tes swab COVID-19 terhadap seorang pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan modern di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/6/2020). ANTARA FOTO/Aji Styawan/pras. (.)

Merahputih.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Doni Monardo mengaku telah menerima perkiraan biaya uji usap atau swab test dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) baik secara mandiri maupun kontraktual.

“BPKP telah memberikan estimasi harga. Untuk yang sifatnya kontraktual itu sebesar Rp439 ribu per spesimen, sedangkan untuk yang sifatnya mandiri, usulan dari BPKP adalah sebesar Rp797 ribu,” ujar Doni Monardo dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (29/9).

Baca Juga

Hasil Tes Swab Jokowi Negatif

Namun, biaya itu masih akan dievaluasi oleh tim dari Kementerian Kesehatan. Sehingga tidak memberatkan masyarakat tetapi juga tidak merugikan para pengusaha yang bergerak di bidang jasa pemeriksaan laboratorium.

Selain itu, Doni Monardo juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan membuat standarisasi masker untuk daerah dengan risiko penularan COVID-19 yang tinggi.

“Semuanya (masker) berguna, tidak ada masker yang tidak berguna. Namun, bagi daerah-daerah yang zona merah lantas risiko penularannya tinggi perlu kita buatkan sebuah standarisasi,” ungkap Doni menjawab pertanyaan wartawan mengenai masker Standar Nasional Indonesia atau SNI.

Pemain timnas Indonesia U-19 jalani Swab Test. Foto: PSSI
Ilustrasi Swab Test. Foto: PSSI

Tim dari Satgas COVID-19 dan tim pakar bersama beberapa perusahaan telah berhasil membuat masker produksi lokal dengan standar filter yang cukup tinggi, yaitu antara 70-80 persen.

“Ini sudah mendapatkan rekomendasi dari BPPT dan juga standar dari Jerman. Kita akan coba untuk kembangkan terus sehingga nantinya kualitas masker yang digunakan oleh masyarakat semakin baik,” ujar Ketua Satgas.

Baca Juga

Update COVID-19 DKI Sabtu (25/7): 18.623 Orang Positif, 11.725 Pasien Sembuh

Doni menghimbau agar masyarakat di daerah dengan risiko penularan tinggi terutama zona merah untuk menggunakan masker standar yang berkualitas sehingga risiko penularan kecil. (Ayu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH