BPKP: PKPU Berjalan Baik, Garuda Indonesia Tidak Dipailitkan Garuda Indonesia. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Perusahaan Maskapai BUMN Garuda Indonesia, telah diperpanjang sebanyak tiga kali.

Pada bulan ini, akan diputuskan bagaimana negosiasi yang dilakukan oleh Garuda, terutama yang paling besar dengan perusahaan leasing atau lessor pesawat.

Baca Juga:

Garuda Indonesia Minta Penundaan Voting PKPU

Deputi Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bidang Akuntan Negara Sally Salamah mengungkapkan, pihaknya diminta PT Garuda Indonesia (Persero) untuk mengawasi program restrukturisasi utang yang saat ini berlangsung.

Saat ini, Garuda memiliki utang kepada beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait, seperti dengan PT Pertamina, PT Angkasa Pura, termasuk pada beberapa Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

"Cukup besarnya utang Garuda kepada berbagai BUMN menjadi kekhawatiran apakah program restrukturisasi dalam mengubah utang ke bentuk yang lain seperti obligasi dan lainnya sesuai atau tidak dengan Governance, Risk and Compliance (GRC). Ini terus kami kawal," kata Sally dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (15/6).

Dirinya membeberkan, pengawalan BPKP antara lain dilakukan ketika terdapat kemungkinan penghapusan utang yang nantinya akan menyebabkan kerugian negara atau tidak.

Ia menegaskan, pihaknya bersama Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAMDATUN) bersama-sama melakukan pengawalan.

Selain itu, BPKP turut melakukan kajian ulang terkait mitigasi risiko yang sudah dilakukan Pertamina atau BUMN lainnya sebagai pemberi utang kepada Garuda.

"Memang proses PKPU ini bisa berjalan dengan baik, kalau tidak tentunya akan dipailitkan," jelasnya dikutip dari Antara. (*)

Baca Juga:

Garuda Indonesia Butuh Investor Strategis

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dampak Kenaikan PPN Bakal Bikin Inflasi Jadi 1 Persen
Indonesia
Dampak Kenaikan PPN Bakal Bikin Inflasi Jadi 1 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,66 persen pada Maret 2022 yang didorong oleh komoditas cabai merah, bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan serta minyak goreng.

Pembangunan Formula E Ditargetkan Selesai Awal Mei
Indonesia
Pembangunan Formula E Ditargetkan Selesai Awal Mei

Berdasarkan keterangan PT Jakarta Propertindo (Jakpro), ditargetkan seluruh pembuatan sirkuit dan sarana lainnya akan selesai pada awal bulan Mei mendatang.

Kritik Oligarki, Partai Ummat Bakal Gugat Presidential Threshold ke MK
Indonesia
Kritik Oligarki, Partai Ummat Bakal Gugat Presidential Threshold ke MK

Isu ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold kembali mengemuka di awal tahun 2022.

Wagub DKI Minta Warganya Tetap di Rumah saat Libur Natal dan Tahun Baru
Indonesia
Wagub DKI Minta Warganya Tetap di Rumah saat Libur Natal dan Tahun Baru

Dikhawatirkan jika warga lalai menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan liburan, tren kasus corona bakal melonjak kembali.

PPKM Jawa-Bali, Jabodetabek Masuk Level 2 karena Subvarian Baru
Indonesia
PPKM Jawa-Bali, Jabodetabek Masuk Level 2 karena Subvarian Baru

Pemerintah kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk wilayah Jawa-Bali.

KPK Terima 3.708 Aduan Dugaan Korupsi, Terbanyak dari DKI dan Jabar
Indonesia
KPK Terima 3.708 Aduan Dugaan Korupsi, Terbanyak dari DKI dan Jabar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima 3.708 aduan dugaan korupsi dari publik sepanjang Januari hingga November 2021.

AS Kirim Peralatan Perang Senilai Rp 11,48 Triliun ke Ukraina
Dunia
AS Kirim Peralatan Perang Senilai Rp 11,48 Triliun ke Ukraina

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan bantuan tambahan berupa peralatan militer senilai 800 juta dolar AS (Rp 11,48 triliun) bagi Ukraina.

DPR Harus Pastikan Ada Keterwakilan Perempuan di Bawaslu dan KPU
Indonesia
DPR Harus Pastikan Ada Keterwakilan Perempuan di Bawaslu dan KPU

Perludem menilai, lembaga penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu memerlukan perspektif perempuan dalam melaksanakan peran-peran strategis itu.

[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Zelenskyy dan Rakyat Ukraina Marah Terhadap Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Zelenskyy dan Rakyat Ukraina Marah Terhadap Jokowi

Akun Helo dengan nama pengguna “AMRAN ARIEF” mengunggah sebuah foto hasil tangkapan layar artikel CNN Indonesia berjudul “PRESIDEN ZELENSKY DAN RAKYAT UKRAINA BANTAH DAN MARAH SUDAH DI FITNAH DAN DI RENDAHKAN JOKOWI”.

Usulan Capres dari NasDem Hanya Upaya Menarik Perhatian Publik
Indonesia
Usulan Capres dari NasDem Hanya Upaya Menarik Perhatian Publik

Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira mengatakan keputusan ini tentu masih sangat terbuka, yang menurut saya tidak lebih sebagai "political exercise" atau bagian dari dinamika untuk menarik perhatian publik.