BPK Nilai Program dan Kegiatan Penanganan COVID-19 Tidak Sepenuhnya Efektif Tes COVID-19 di Suramadu, Surabaya, Jatim. (Foto: Budi Lentera)

MerahPutih.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah merampungkan pemeriksaan atas 86 Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) dan satu Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LKBUN) termasuk pemeriksaan pada tingkat Kuasa Pengguna Anggaran BUN dan badan usaha operator belanja subsidi.

"84 LKKL dan LKBUN mendapat opini WTP sedangkan dua KL mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP)," kata Ketua BPK Agung Firman Sampurna dalam Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (22/6).

Baca Juga:

BPK Pastikan Negara Rugi Lebih dari Rp 22 Triliun Gegara Kasus Asabri

Ia memaparkan, pada pemeriksaan LKPP Tahun 2020, BPK melakukan prosedur pemeriksaan terkait pertanggungjawaban pemerintah atas pelaksanaan kebijakan keuangan negara dan langkah-langkah dalam menangani COVID-19.

Hasil pemeriksaan atas LKPP Tahun 2020 mengungkap, mekanisme pelaporan kebijakan keuangan negara dalam penanganan dampak pandemi COVID-19 pada LKPP belum disusun.

Kemudian realisasi insentif dan fasilitas perpajakan dalam penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Tahun 2020 minimal Rp1,69 triliun tidak sesuai ketentuan.

Selanjutnya, pengendalian pelaksanaan belanja program PC- PEN Rp9 triliun pada 10 K/L belum memadai serta realisasi pengeluaran pembiayaan tahun 2020 Rp28,75 triliun dalam rangka PC-PEN tidak dilakukan bertahap.

Dalam IHPS II Tahun 2020 yang juga diserahkan oleh BPK pada hari ini memuat ringkasan dari 559 laporan hasil pemeriksaan (LHP) termasuk hasil pemeriksaan atas PC-PEN.

"Pemeriksaan atas PC-PEN menunjukkan kepedulian BPK sekaligus hadir dan berperan aktif dalam mengawal pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan efektif,” ujarnya.

IHPS II Tahun 2020 memuat ringkasan dari 28 LHP Keuangan, 254 LHP Kinerja, dan 277 LHP Dengan Tujuan Tertentu (DTT). Dari LHP Kinerja dan DTT tersebut, sebanyak 241 atau 43 persen LHP merupakan hasil pemeriksaan tematik terkait PC-PEN.

Alokasi anggaran PC-PEN pada pemerintah pusat, pemda, BI, OJK, LPS, BUMN, BUMD, dan dana hibah Tahun 2020 yang teridentifikasi oleh BPK sebesar Rp933,33 triliun dengan realisasi Rp597,06 triliun atau 64 persen.

BPK mengapresiasi upaya pemerintah dalam PC-PEN seperti pembentukan gugus tugas penanganan COVID-19, penyusunan regulasi, pelaksanaan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran, serta kegiatan pengawasan atas pelaksanaan PC-PEN.

Di sisi lain, BPK menyimpulkan efektivitas, transparansi, akuntabilitas, kepatuhan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dalam kondisi pandemi COVID-19 tidak sepenuhnya tercapai.

Hal itu terjadi karena alokasi anggaran PC-PEN dalam APBN belum teridentifikasi dan terkodifikasi secara menyeluruh serta realisasi anggaran PC-PEN belum sepenuhnya disalurkan sesuai yang direncanakan.

Selain itu, pertanggungjawaban dan pelaporan PC-PEN termasuk pengadaan barang dan jasa belum sepenuhnya sesuai dengan peraturan dan pelaksanaan program dan kegiatan manajemen bencana penanganan pandemi COVID-19 tidak sepenuhnya efektif.

"BPK juga berharap hasil pemeriksaan BPK dapat bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat, bangsa dan negara,” tegasnya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

KPK Jebloskan Eks Anggota BPK Rizal Djalil ke Lapas Cibinong

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Peran Besar Pahlawan Nasional RS Soekanto Bagi Polri
Indonesia
Peran Besar Pahlawan Nasional RS Soekanto Bagi Polri

Korps Bhayangkara merasa bangga akan dianugerahkannya gelar pahlawan nasional kepada Jenderal Pol RS Soekanto Tjokrodiatmodjo tersebut.

Live Instagram, Anies Minta Harap Dimaklumi Kalau Ada yang Salah
Indonesia
Live Instagram, Anies Minta Harap Dimaklumi Kalau Ada yang Salah

"Jadi kalau nanti ada salah-salah, dimaklumi ya," kata Anies

COVID-19 Jadi Pencabut Nyawa Penderita Komorbid
Indonesia
COVID-19 Jadi Pencabut Nyawa Penderita Komorbid

Di Indonesia, penderita COVID-19 yang gugur termasuk dokter mencapai lebih dari 16 ribu orang.

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie bakal Diseret ke Pengadilan
Indonesia
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie bakal Diseret ke Pengadilan

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi menegaskan meskipun permohonan rehabilitasi dikabulkan, kasus narkoba yang menjerat ketiga tersangka tersebut tetap akan bergulir di meja persidangan.

Pemprov DKI Tetap Bahas Revisi Perda Pidana Pelanggar Prokes
Indonesia
Pemprov DKI Tetap Bahas Revisi Perda Pidana Pelanggar Prokes

Pemprov DKI Jakarta kukuh tetap ingin mengubah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanganan COVID-19.

'Meledak Lagi', Kasus COVID-19 Indonesia Tambah 21.342 Sehari
Indonesia
'Meledak Lagi', Kasus COVID-19 Indonesia Tambah 21.342 Sehari

Data terbaru dari Satgas COVID-19 berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 bertambah 21.342 sehingga total menjadi 2.115.304.

Ngaku Tolak Jabatan Wamen PUPR, Rudy Pilih Kembali Lagi Jadi Tukang Las
Indonesia
Ngaku Tolak Jabatan Wamen PUPR, Rudy Pilih Kembali Lagi Jadi Tukang Las

Di rumah punya bengkel las sendiri. Bengkel ini sudah lama terbengkalai karena kesibukannya sebagai Wali Kota Solo.

COVID-19 Melejit, Olah Raga yang Timbulkan Kerumunan Akan Dibubarkan
Indonesia
COVID-19 Melejit, Olah Raga yang Timbulkan Kerumunan Akan Dibubarkan

DKI Jakarta mencatat tiga kali berturut-turut pecah rekor penambahan kasus positif COVID-19 harian tertinggi. Pada Minggu (20/6) kemarin, kasus positif barunya menembus angka 5.582 kasus dalam sehari.

Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Pasar Turi Surabaya
Indonesia
Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Pasar Turi Surabaya

Stasiun Pasar Turi Surabaya, Jawa Timur, merupakan salah satu lokasi tersedianya rapid test antigen yang mulai diberlakukan PT KAI pada Selasa (22/12).

Ekonom Indef Kritik Pemberian Bansos Bagi Pekerja Gaji Rp5 Juta
Indonesia
Ekonom Indef Kritik Pemberian Bansos Bagi Pekerja Gaji Rp5 Juta

Tidak adil jika pemerintah menetapkan target penerima insentif berdasarkan basis data kepemilikan BPJS Ketenagakerjaan