BPJS Aktif Jadi Kunci Layanan Kesehatan Gratis, Ini Pesan Menkes

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 25 Januari 2026
BPJS Aktif Jadi Kunci Layanan Kesehatan Gratis, Ini Pesan Menkes

Antusias Warga Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Kebayoran Baru (MP/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk rutin membayar iuran BPJS Kesehatan agar status kepesertaan tetap aktif. Kepesertaan yang aktif dinilai sangat penting untuk memudahkan akses layanan pencegahan dan penanganan kesehatan gratis yang mulai diperluas pemerintah tahun ini.

Menurut Budi, iuran BPJS Kesehatan per bulan tergolong sangat terjangkau, namun manfaat layanan kesehatan yang diperoleh masyarakat sangat besar. Bahkan, ia menilai biaya iuran tersebut lebih murah dibandingkan pengeluaran rutin untuk rokok.

“Saran saya, ayo segera aktifkan BPJS. Bayarnya hanya puluhan ribu rupiah per bulan. Harusnya lebih sedikit daripada uang rokok,” ujar Budi kepada wartawan, Sabtu (24/1).

Baca juga:

1 Tahun Berjalan, 55% Rakyat Indonesia Belum Tahu Ada Program Cek Kesehatan Gratis

Pernyataan tersebut disampaikan seiring dengan perluasan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini kini tidak hanya mencakup skrining kesehatan, tetapi juga layanan penanganan medis gratis sebagai tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Dalam skema yang diterapkan pemerintah, layanan penanganan medis diberikan secara gratis selama 15 hari pertama. Setelah masa tersebut, masyarakat tetap dapat memperoleh layanan kesehatan gratis apabila terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan yang aktif.

Sebaliknya, masyarakat yang tidak memiliki kepesertaan BPJS aktif harus menanggung sendiri biaya pengobatan setelah melewati masa layanan gratis tersebut.

“Jadi seharusnya masyarakat segera mengaktifkan BPJS-nya. Karena kalau dia adalah anggota BPJS yang aktif, maka penanganannya akan gratis,” tambah Budi.

Baca juga:

Kemenkes Perluas Program Cek Kesehatan Gratis 2026, Penanganan Medis Kini Ikut Gratis

Budi juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan CKG sebagai langkah pencegahan dini, agar risiko kesehatan tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius dan membutuhkan biaya besar.

Pada tahun 2026, Kementerian Kesehatan menargetkan 136 juta orang mengikuti program Cek Kesehatan Gratis, hampir dua kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai 70 juta orang.

“Di 2026 ini, kita tidak ingin cek kesehatan menjadi tujuan utama. Tujuan utama kita adalah seluruh masyarakat Indonesia sehat,” pungkasnya. (Asp)

#BPJS #Cek Kesehatan Gratis #Menteri Kesehatan #Budi Gunadi Sadikin
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gejala Depresi Pada Anak Sekolah dan Remaja Di Indonesia Empat Kali Lipat Dibanding Kelompok Dewasa
teknologi berkembang begitu cepat, dan kini smartphone serta media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak dan remaja.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Gejala Depresi Pada Anak Sekolah dan Remaja Di Indonesia Empat Kali Lipat Dibanding Kelompok Dewasa
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis, 2,95 Juta Orang Alami Gangguan Mata, Bisa Alami Kebutaan
Banyak dari orang-orang itu tidak menyadari bahwa dirinya punya gangguan penglihatan, dan menunda tindak lanjut hingga terlambat atau buta permanen.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Hasil Cek Kesehatan Gratis, 2,95 Juta Orang Alami Gangguan Mata, Bisa Alami Kebutaan
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Prabowo Setujui Dana Rp 20 Triliun untuk BPJS, Layanan Rumah Sakit Disorot
Prabowo meminta layanan BPJS ditingkatkan, termasuk memangkas antrean dan memastikan rumah sakit tidak membedakan pasien BPJS dengan pasien umum.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Prabowo Setujui Dana Rp 20 Triliun untuk BPJS, Layanan Rumah Sakit Disorot
Indonesia
Perubahan Desil Tekah Berdampak Pada Penerima Bantuan JKN dan KIP Kuliah
Koordinator BPJS Watch Timboel Siregar mengatakan dalam Peraturan Pemerintah 76 tahun 2015, disebutkan bahwa pemutakhiran data setiap bulan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Perubahan Desil Tekah Berdampak Pada Penerima Bantuan JKN dan KIP Kuliah
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Indonesia
Menkes Budi Disuruh Prabowo Maju Jadi Dirjen WHO, Mundur dari Kabinet kalau Menang
Menkes Budi Gunadi Sadikin maju sebagai kandidat Dirjen WHO atas amanah Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan siap mundur dari Kabinet jika terpilih
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Menkes Budi Disuruh Prabowo Maju Jadi Dirjen WHO, Mundur dari Kabinet kalau Menang
Indonesia
Banyak Korban Gempa NTT Terpaksa Operasi Patah Tulang di Tenda RS Lapangan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut banyak korban gempa NTT alami patah tulang.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Banyak Korban Gempa NTT Terpaksa Operasi Patah Tulang di Tenda RS Lapangan
Bagikan