BPIP Tegaskan Pancasila Sudah Final dan Jadi Dasar Hidup Masyarakat Romo Benny Susetyo (Foto: Instagram @susetyobenny)

Merahputih.com - Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo (Romo Benny) menyatakan bahwa Pancasila sudah final. Ia menegaskan Pancasila sebagai dasar hidup dimasyarakat.

"Pancasila sudah final dan bagaimana pancasila menjadi dasar hidup bersama untuk mewujudkan kesejahteran," kata Romo Benny dalam keteranganya, Rabu (1/7).

Baca Juga

RUU HIP Dinilai Rendahkan Pancasila

Romo Benny menekankan bahwa Pancasila harus ada dalam kehidupan sehari-hari. Asepek ini sangat amat penting dalam lingkungan masyarakat.

"Pancasila harus menjadi kebijakan publik dan aplikasi dari kehidupan bersama," ucap dia.

Ia menuturkan BPIP selalu berupaya dalam pembinaan Ideologi Pancasila terutama dalam merangkul banyak kalangan. "Dengan merangkul semua kalangan agar efektif merangkul seperti influencer, para artis , seniman, budayawan, hingga public figur," ujar dia.

Dalam implementasinya, ia menyebut BPIP berupaya menumbuhkan Pancasila di masyarakat luas. "Bekerja sama ikon pancasila dalam mengarus utama dalam prestasi dan menciptakan optimis nilai agama mampu memberikan roh prestasi," kata dia.

Baginya, sosialisasi sangat utama kepada masyarakat. Hal itu, agar masyarakat benar-benar memahami makna dari Pancasila. "Sekarang bagaimana BPIP dalam sosialiasai merangkul para aktivis dunia maya dan jaringan karena kekuatan teknologi komunikasi sangat penting," ucap dia.

Menurut Dede, RUU HIP tidak mencerminkan nilai Pancasila
Ilustrasi Pancasila

Deputi Bidang Pengkajian dan Materi (Jianri) Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), FX Adji Samekto mengatakan, secara historis Pancasila perlu diarusutamakan karena merupakan warisan para pendiri Bangsa, yang merupakan perpaduan pemikiran kelompok agamis dan nasionalis.

“Secara historis, Pancasila merupakan warisan para pendiri Bangsa yang pemikirannya merupakan perpaduan kelompok agamis dan nasionalis, ” kata Adji.

Menurut Mantan Ketua Program S3 Universitas Diponogoro itu, Pembicaraan bahwa Pancasila sebagai Dasar Negara, sebagaimana dituangkan dalam Pembukaan UUD NRI 1945, lahir dari proses-proses sejak pidato Soekarno pada 1 Juni 1945, kemudian, lanjut dia, 22 Juni 1945 yang melahirkan Naskah Piagam Jakarta dan berpuncak pada penuangan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945, dan kiranya sudah selesai.

“Sebagai Dasar Negara, Pancasila dijabarkan dalam UUD NRI 1945, ” ucap dia.

Baca Juga

PPP Minta DPR Akomodasi Pandangan Ormas Keagamaan dalam RUU HIP

Ia menjelaskan penguatan kedudukan Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum negara, disebutkan juga, kata dia, dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan pasal 2 (dua).

“Semua peraturan perundang-undangan tidak boleh menyimpang dari Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia," tutur dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update Kasus Corona DKI Rabu (7/10): 82.383 Positif, 67.310 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Rabu (7/10): 82.383 Positif, 67.310 Orang Sembuh

Pemprov DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini kasus corona di ibu kota, Rabu (7/10).

Indonesia Agresif Amankan Jutaan Vaksin, Tenaga Kesehatan Bakal Dapat Prioritas
Indonesia
Indonesia Agresif Amankan Jutaan Vaksin, Tenaga Kesehatan Bakal Dapat Prioritas

Maka para tenaga kesehatan bisa menangani pasien COVID-19 tanpa khawatir tertular.

Trump Sempat Ajukan Penyerangan Fasilitas Nuklir Iran
Dunia
Trump Sempat Ajukan Penyerangan Fasilitas Nuklir Iran

Presiden AS Donald Trump pada pekan lalu sempat mengajukan opsi untuk menyerang situs nuklir utama milik Iran.

Kartu Pra Kerja Sedot Anggaran Rp 5,6 T, Fadli Zon: Program tidak Masuk Akal
Indonesia
Kartu Pra Kerja Sedot Anggaran Rp 5,6 T, Fadli Zon: Program tidak Masuk Akal

"Kalau mau membantu masyarakat terdampak, seharusnya dilakukan melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) saja, tak perlu melibatkan pelatihan," jelas Fadli Zon

DPRD DKI: TPU Tegal Alur Bisa Tampung Jenazah COVID-19
Indonesia
DPRD DKI: TPU Tegal Alur Bisa Tampung Jenazah COVID-19

"Tapi kan Pondok Rangon gak bilang Tegal Alur. Makanya saya bilang masih ada di Tegal Alur, gak usah khawatir," ujar Syarif

Pilkada 2020 Didesak Ditunda, Bawaslu Bilang Begini
Indonesia
Pilkada 2020 Didesak Ditunda, Bawaslu Bilang Begini

“Penundaan agenda nasional ini akan menimbulkan beragam permasalahan baru,” kata Fritz

 Resmi Ditunda, PSI Tuntut Pemprov DKI Coret Anggaran Formula E
Indonesia
Resmi Ditunda, PSI Tuntut Pemprov DKI Coret Anggaran Formula E

Anggota PSI DPRD DKI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengatakan langkah penghapusan anggaran tersebut dilakukan mengingat adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat penyebaran virus corona.

Tim Gugus Tugas COVID-19 Dikritik tak Punya Taji
Indonesia
Tim Gugus Tugas COVID-19 Dikritik tak Punya Taji

Trubus mengatakan, ada persoalan di mana tim yang dipimpin Doni Monardo itu lemah secara komando tak memiliki kendali ke daerah.

 Ngabalin: Informasi Virus Corona dari Medsos Bisa Bawa Malapetaka
Indonesia
Ngabalin: Informasi Virus Corona dari Medsos Bisa Bawa Malapetaka

“Ketika semua informasi kita dapat di media sosial, yang tidak bersumber dari media mainstream, maka itu akan mendatangkan malapetaka yang luar biasa bagi kita,” kata Ngabalin

Gerindra Yakin Anak-Anak dan Perempuan WNI Eks ISIS Bisa Diluruskan
Indonesia