BPIP Sindir Elit Politik yang Suka Buat Keributan di Tengah Pandemi Corona Romo Benny Susetyo Pr (Foto: Ist)

MerahPutih.com - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo mengimbau, elit politik menjaga kondusifitas dalam situasi pandemi COVID-19.

Menurutnya, elit politik seharusnya mengutamakan etika politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tetapi tidak membuat gaduh hanya kepentingan politik.

Dirinya menekankan perlu ada gotongroyong elit politik dalam upaya-upaya mengatasi pandemi COVID-19, bukan saling serang dan menjatuhkan yang berdampak buruk kepada masyarakat.

Baca Juga

DPR Harap Uji Klinis Alat Deteksi COVID-19 Karya Peneliti UGM Segera Rampung

"Elit politik tidak memprovokasi dan membuat kegaduhan karena kita hadapi situasi sulit yaitu COVID-19", ucapnya kepada Merahputih.com di Jakarta, Sabtu, (3/10).

Menurutnya perilaku-perilaku elit politik yang membuat gaduh biasanya pada momentum menjelang pemilihan umum atau pemilihan Kepala Daerah seperi saat ini di beberapa Daerah.

"Lebih menyedihkan lagi karena perilaku -perilaku seperti itu mendominasi kepolitikan dimasa yang mereka sendiri mengatakannya sebagai reformasi dan mereka sebagai reformis", terangnya.

Dirinya berharap kepada elit politik dalam situasi pandemi COVID-19 dan momentum pemilihan Kepala Daerah ada kesadaran hati dan bersikap altruistik dengan mementingkan kepentingan masyarakat banyak dengan dasar nilai-nilai humanisme.

Baca Juga

Update COVID-19 Sabtu (3/10) 299.506 Positif, 225.052 Sembuh

"Perlaku dan etika politik para elit yang kerapkali tidak mencerminkan kepentingan mayoritas sehingga selalu mendapatkan komentar sinis dari masyarakat", paparnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Benyamin Davnie Jadi Sasaran Kritik saat Debat Cawalkot Tangsel
Indonesia
Benyamin Davnie Jadi Sasaran Kritik saat Debat Cawalkot Tangsel

Menurut Benyamin, dia sebagai calon petahana sudah berupaya mengatasi pandemi COVID-19 di Tangsel secara maksimal.

Golkar Solo Aktifkan Mesin Politik Demi Wujudkan Target 80 Persen Suara Gibran-Teguh
Indonesia
Golkar Solo Aktifkan Mesin Politik Demi Wujudkan Target 80 Persen Suara Gibran-Teguh

"Kita rapatkan barisan bersama DPD II Golkar Solo akan mengaktifkan mesin politik dari arus bawah sampai atas. Semua itu demi memenangkan Gibran-Teguh," katanya.

PSBB Total, Nikah Harus di KUA atau Dukcapil
Indonesia
PSBB Total, Nikah Harus di KUA atau Dukcapil

Selama dua pekan ke depan, ada 11 sektor usaha yang tetap boleh beroperasi dengan protokol kesehatan dan 50 persen kapasitas

Buntut Kemarahan Risma, PDIP Peringatkan Pemprov Jatim Lebih Bijaksana
Indonesia
Buntut Kemarahan Risma, PDIP Peringatkan Pemprov Jatim Lebih Bijaksana

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan pimpinan di daerah untuk melepaskan ego kepemimpinan dan mengedepankan gotong royong.

PSBB DKI Masuk Fase II, DPRD Ingatkan Perusahaan Jangan Ngotot Beroperasi
Indonesia
PSBB DKI Masuk Fase II, DPRD Ingatkan Perusahaan Jangan Ngotot Beroperasi

Jadi direksi sama sekretarisnya diajak untuk mempertegas larangan-larangan

Pakar Epidemologi UI Nilai Surabaya Raya Tak Seharusnya Terapkan PSBB Kota
Indonesia
Pakar Epidemologi UI Nilai Surabaya Raya Tak Seharusnya Terapkan PSBB Kota

Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan identifikasi atau penelusuran

Transjakarta Puas Uji Coba Bus Listrik Selama Tiga Bulan
Indonesia
Transjakarta Puas Uji Coba Bus Listrik Selama Tiga Bulan

Dua bus listrik itu merupakan bus besutan BYD Auto tipe C6 dan K9 dengan kode rute EV1 Blok M-Balaikota telah beroperasi sejak Juli 2020

Ini Wejangan Jokowi untuk Gibran saat Ziarah ke Makam Keluarga
Indonesia
Ini Wejangan Jokowi untuk Gibran saat Ziarah ke Makam Keluarga

Presiden Jokowi mendadak menyempatkan diri berziarah ke makam keluarga, ibunda dan ayahnya Sujiatmi Notomihardjo dan Widjiatmo Notomiharjo.

Anak Buah Anies Klaim Tak Ada Warga Gelar Lomba 17-an di Jakarta
Indonesia
Anak Buah Anies Klaim Tak Ada Warga Gelar Lomba 17-an di Jakarta

Seruan Gubernur menjadi seruan yang disadari oleh masyarakat

 NU Akui Kalah Perang di Medan Budaya Pop dan Media Sosial
Indonesia
NU Akui Kalah Perang di Medan Budaya Pop dan Media Sosial

"Dari 'pop culture' sedikit dari kita yang memproduksi tapi justru dari negara lain ada K-Pop, J-Pop, C-Pop, American Pop. Sementara dari NU tidak ada yang mengisi itu," terangnya.