BPIP Sebut Terorisme Upaya Hancurkan Peradaban Dunia Ilustrasi teroris. ANTARA/Ardika

Merahputih.com - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo menegaskan mata ajar pendidikan Ideologi Pancasila diyakini akan persempit ruang gerak aksi terorisme.

Masih banyaknya ancaman terhadapa ideologi negara (Pancasila) perlu ada upaya dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, tokoh pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas dan lainnya untuk membentenginya.

Baca Juga

Polri: Terduga Teroris Diduga Kumpulkan Dana dari Kotak Amal Panti Asuhan

Salah satunya adalah dengan mempererat ideologi Pancasila dengan menerapkan kembali mata ajar Pancasila dari mulai dari Pendidilan Anak Usia Dini (PAUD), Pondok Pesantren sampai dengan Perguruan Tinggi.

"Pancasila dijadikan ideologi bagi semua masyarakat dan semua organisasi di Indonesia, di luar itu berarti mereka tidak berhak ke Indonesia", ujar Romo Benny kepada Merahputih.com, Selasa, (12/10).

Ilustrasi teroris. Foto: Istimewa
Ilustrasi teroris. Foto: Istimewa

Benny menyebut terorisme merupakan pembajak agama, sehingga semua agama tidak membenarkan dengan aksi terorisme yang ingin mengoyak ideologi Pancasila. Dirinya mendorong kepada seluruh masyarakat untuk tidak memberikan ruang kosong dan taksir yang berbeda, karena hal itu akan memberikan peluang eksistensi.

"Masyarakat juga harus lebih kritis dan selektif sehingga tidak diberikan peluang di ruang publik. Terorisme isu global, isu kemanusiaan dan isu musuh agama dan semua negara itu sadar betul terorisme bisa menghancurkan peradaban dunia saat ini," jelas rohaniwan Katolik ini.

Menurutnya terorisme terjadi karena kepentingan politik pragmatis sesaat dan kerap kali karena orang membiarkan seolah-olah terorisme hanya bikinan. Padahal sebenarnya bahwa terorisme suatu cara yang membangun budaya kematian dan itu yang dipercaya.

Baca Juga

Densus Sebut Kelompok Jaringan Teroris JI Dikenal Lihai Menyusup ke Masyarakat

Benny yakin, terorisme terjadi karena mengambil ayat sepotong-sepotong sehingga terorisme itu terjadi karena populasi ajaran agama untuk membenarkan cara-cara mereka yang menggunakan kekerasan penggulingan suatu negara.

"Dengan alasan hanya untuk misi kekuasaan dan selalu dikaitkan dengan politik politik untuk menjatuhkan sebuah tatanan kehidupan," paparnya.

Dirinya berharap 15 buku teks yang berisi tentang Ideologi Pancasila segera mendapatkan restu Presiden dan diaplikasikan di dunia pendidikan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Viral Satpam Ribut dengan Warga di Perumahan Permata Buana Kembangan
Indonesia
Viral Satpam Ribut dengan Warga di Perumahan Permata Buana Kembangan

Sebuah video menunjukkan keributan terjadi di kompleks Perumahan Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat, viral di media sosial.

Suku Bunga BI Rendah, Sektor Properti Bangkit
City Property
Suku Bunga BI Rendah, Sektor Properti Bangkit

Kenaikan permintaan rumah tapak ke depannya akan meningkat seiring dengan membaiknya daya beli masyarakat.

Polda Metro Jaya Tambah Empat Titik Crowd Free Night
Indonesia
Polda Metro Jaya Tambah Empat Titik Crowd Free Night

Ditlantas Polda Metro Jaya akan menambah empat titik lokasi crowd free night (CFN) selama Operasi Patuh Jaya 2021.

Jawa Barat Siaga 1 COVID-19
Indonesia
Jawa Barat Siaga 1 COVID-19

Kenaikan kasus COVID-19 merupakan imbas dari libur Lebaran 2021

COVID-19 Meningkat, Mobilitas Warga di Pulau Jawa dan Bali Dimonitor Secara Ketat
Indonesia
COVID-19 Meningkat, Mobilitas Warga di Pulau Jawa dan Bali Dimonitor Secara Ketat

Pemerintah akan melakukan pengawasan secara ketat untuk pelaksanaan protokol kesehatan 3M

Sejumlah Tugas Ini Menanti Novel Baswedan Cs di Mabes Polri
Indonesia
Sejumlah Tugas Ini Menanti Novel Baswedan Cs di Mabes Polri

Polri kini tengah merampungkan teknis dan aturan untuk perekrutan 57 mantan pegawai KPK menjadi ASN Korps Bhayangkara.

Wagub DKI Sebut Vaksinasi Dosis Ketiga Belum Dibutuhkan, Lebih Baik untuk Daerah
Indonesia
Wagub DKI Sebut Vaksinasi Dosis Ketiga Belum Dibutuhkan, Lebih Baik untuk Daerah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum berniat untuk menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau vaksin booster.

 Kerumunan Tanah Abang Buyarkan Kerja Keras Kendalikan COVID-19
Indonesia
Kerumunan Tanah Abang Buyarkan Kerja Keras Kendalikan COVID-19

Sebanyak 2.500 personel gabungan dikerahkan untuk mengawasi protokol kesehatan dan mengantisipasi lonjakan pengunjung di Pasar Tanah Abang,

Indonesia Diminta Tak Sepelekan Temuan Drone Bawah Laut di Sulawesi
Indonesia
Indonesia Diminta Tak Sepelekan Temuan Drone Bawah Laut di Sulawesi

Indonesia akan terus menjadi wilayah jajahan negara lain

Korupsi Makin Massif, Jokowi Didorong Benahi Bidang Pencegahan dan Penindakan
Indonesia
Korupsi Makin Massif, Jokowi Didorong Benahi Bidang Pencegahan dan Penindakan

Hal tersebut tidak terlepas dari peran birokrat atau penyelenggaran negara, dan keterlibatan pihak swasta sebagai potensi kekuataan nonbirokrasi negara.