BPIP: Hentikan Polemik Ucapan Ustaz Abdul Somad Ustaz Abdul Somad (Foto: Instagram/Abdul Somad)

Merahputih.com - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo mengatakan polemik terkait dengan pernyataan Abdul Somad harus segera dihentikan. Hal itu agar tidak menimbulkan perpecahan antarumat beragama di Indonesia.

"Soal viralnya video Ustaz Abdul Somad di media sosial itu harus segera dihentikan polemiknya supaya tidak berlarut-larut. Saatnya bangsa Indonesia ini merajut kebersamaan untuk membangun bangsa, saling menghargai dan saling menghormati antarmasyarakat," ujar Romo Benny, Minggu (18/8).

Baca Juga: Ustaz Somad Puji Tanah Banjar Sebagai Tempat Asal Para Ulama Besar

Abdul Somad yang dalam ceramahnya menyinggung simbol agama Katolik itu sebaiknya memiliki iktikad baik. "Untuk mengklarifikasi pernyataannya dan meminta maaf kepada umat kristiani," kata Romo Benny.

Selain itu, pemuka agama lain juga perlu menyampaikan pernyataan yang dapat menimbulkan ketenangan di kalangan masyarakat.

"Sebaiknya dia punya iktikad baik untuk klarifikasi. Kalau mau minta maaf, itu lebih baik lagi. Selain itu, perlu pemuka agama lain untuk memberikan pernyataan yang dapat menenangkan situasi ini," ujar Rohaniwan Katolik ini.

Ustaz Abdul Somad alias UAS
Ustaz Abdul Somad dan Syafruddin dalam sebuah acara dakwah DMI (@ustadzabdulsomad)

Sebelumnya, beredar potongan video ceramah Abdul Somad yang mengatakan bahwa dalam hukum Islam salib adalah tempat bersarangnya jin kafir.

Somad mengatakan hal itu untuk menanggapi pertanyaan salah satu anggota jemaahnya yang menggigil hatinya ketika melihat salib.

"Apa sebabnya? Saya selalu terbayang salib, jin kafir sedang masuk karena di salib itu ada jin kafir. Dari mana masuknya jin kafir? Dari patung (yang) kepalanya ke kiri apa ke kanan?" kata Somad sambil melapangkan kedua tangannya menirukan bentuk corpus pada salib di Gereja Katolik.

Baca Juga: Menyebut 'Lionel Messi Adalah Tuhan' Merupakan Penistaan Agama

Somad pun menanggapi dugaan penistaan agama tersebut dengan tiga pernyataan bahwa dia hanya menanggapi pertanyaan anggota jemaah, kajian dalam video tersebut disampaikan secara tertutup di dalam masjid, serta kejadian itu sudah lama.

"Pengajian itu lebih 3 tahun lalu. Sudah lama, di kajian subuh Sabtu, di Masjid Annur, Pekanbaru. Karena rutin pengajian di sana, 1 jam pengajian dilanjutkan dengan tanya jawab," kata Somad dikutip Antara dalam video yang diunggah akun YouTube FSRMM TV pada hari Minggu. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH