BPIP Duga Terjadi Pelanggaran HAM Terhadap ABK WNI di Kapal Tiongkok Anggota BPIP Romo Benny Susetyo Pr (Foto: Ist)

MerahPutih.Com - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengecam Kasus jenazah anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang dibuang ke laut dari sebuah kapal Tiongkok.

Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo menjelaskan bahwa tindakan itu sangat bertentangan dengan kemanusiaan dan harus diusut hingga tuntas.

Baca Juga:

Pemerintah Diminta Investigasi Meninggalnya ABK WNI di Kapal Tiongkok

"Tindakan perbudakan dengan cara tidak beradab bertentangan nilai martabat kemanusian kita berharap persoalan ini harus di usut tuntas dalam hal ini perlu andanya inverstigasi untuk menyelidiki kasus ini," kata Benny di Jakarta, Kamis (7/5).

Menurut Benny kasus ini mencoreng wajah keadaban manusia dan merupakan kasus pelanggaran hak asasi manusia yang sangat berat.

Jenazah ABK WNI yang dilarung ke laut di Kapal Tiongkok
Jenazah ABK WNI di kapal berbendera Tiongkok (Tangkapan layar youtube MBCnews)

"Kasus ini mencoreng wajah keadaban kemanusian. Kita berharap hal ini tidak terjadi lagi karena perbudakan pertentangan prinsip kemanusian dan Pelangaran HAM berat," tutur Benny.

Benny Berharap kedepannya keselamatan ABK diberikan jaminan keselamatan hinga perlu adanya perjanjian internasional untuk melindungi martabat manusia.

"Kedepan di butuhkan adalah jaminan keselamatan ABK dan perlu nya perjanjian internasional untuk melindungi martabat manusia," tutup Benny yang juga rohaniwan Katolik ini.

Pemerintah Indonesia, baik melalui perwakilan Indonesia di Selandia Baru, RRT dan Korea Selatan maupun di Pusat, memberi perhatian serius atas permasalahan yang dihadapi anak kapal Indonesia di kapal ikan berbendera RRT Long Xin 605 dan Tian Yu 8 yang beberapa hari lalu berlabuh di Busan, Korsel.

“Kedua kapal tersebut membawa 46 awak kapal WNI dan 15 di antaranya berasal dari Kapal Long Xin 629,” tulis rilis Kementerian Luar Negeri dikutip dari laman resminya, Kamis (7/5).

KBRI Seoul berkoordinasi dengan otoritas setempat telah memulangkan 11 awak kapal pada 24 April 2020. 14 awak kapal lainnya akan dipulangkan pada 8 Mei 2020. KBRI Seoul juga sedang mengupayakan pemulangan jenazah awak kapal berinisial E yang meninggal di RS Busan karena pneumonia. 20 awak kapal lainnya melanjutkan bekerja di kapal Long Xin 605 dan Tian Yu 8.

Pada Desember 2019 dan Maret 2020, pada kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604, terjadi kematian 3 awak kapal WNI saat kapal sedang berlayar di Samudra Pasifik.

Baca Juga:

Pemerintah Keluarkan Sikap Atas Kasus Pelarungan WNI Meninggal di Kapal Tiongkok

“Kapten kapal menjelaskan bahwa keputusan melarung jenazah karena kematian disebabkan penyakit menular dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya,” jelas rilis tersebut.

Jenazah ABK WNI di kapal berbendera Tiongkok (Tangkapan layar youtube MBCnews) KBRI Beijing telah menyampaikan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi mengenai kasus ini.

Dalam penjelasannya, Kemlu RRT menerangkan bahwa pelarungan telah dilakukan sesuai praktik kelautan internasional untuk menjaga kesehatan para awak kapal lainnya.(Knu)

Baca Juga:

Kelabui Petugas Agar Bisa Mudik, Pemudik Nekat Ngumpet di Truk Molen

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bentuk Tim Cyber, GP Ansor Siap Jaga Ulama di Dunia Maya
Indonesia
Bentuk Tim Cyber, GP Ansor Siap Jaga Ulama di Dunia Maya

“Jangan hanya bertarung di dunia nyata, terjun ke dunia maya,” tutur Gus Antok

Batal Demo, Elemen Buruh Pilih Bagi-bagi Sembako
Indonesia
Batal Demo, Elemen Buruh Pilih Bagi-bagi Sembako

Tapi, kegiatannya tentu diawasi oleh petugas

Bripda Viral Kokang Senpi Bilang 'Pacar Kamu Bisa Gini' Masih Diperiksa Propam
Indonesia
Bripda Viral Kokang Senpi Bilang 'Pacar Kamu Bisa Gini' Masih Diperiksa Propam

"Diperiksa oleh Propam Polda Metro Jaya untuk klarifikasi," katanya

Personel TNI-Polri Diturunkan Semprot Gereja Katedral Pakai Disinfektan
Indonesia
Personel TNI-Polri Diturunkan Semprot Gereja Katedral Pakai Disinfektan

Kegiatan ini untuk meyakinkan masyarakat untuk selalu tenang bahwa semua komponen bersatu mencegah adanya penyebaran corona

Warga Denmark Diam Diri di Rumah Gegara COVID-19, 'Sex Toy' Laris Manis!
Indonesia
Warga Denmark Diam Diri di Rumah Gegara COVID-19, 'Sex Toy' Laris Manis!

Permintaan mainan seks tertentu dan permainan untuk pasangan juga meningkat

 Di NTT, Program Kartu Pra Kerja Tak Bisa Diakses Lantaran Banyak Pendaftar
Indonesia
Di NTT, Program Kartu Pra Kerja Tak Bisa Diakses Lantaran Banyak Pendaftar

"Bayangkan kalau dalam satu waktu ada jutaan orang mendaftar, tentu perangkat IT akan tidak sanggup," katanya.

Diterjang Banjir, 495 Ruas Jalan di Jakarta Rusak
Indonesia
Diterjang Banjir, 495 Ruas Jalan di Jakarta Rusak

Ribuan jalan berlubang itu tersebar di lima wilayah Jakarta.

Erick Thohir Diminta Bereskan Bisnis Sampingan Direksi Garuda Indonesia
Indonesia
Erick Thohir Diminta Bereskan Bisnis Sampingan Direksi Garuda Indonesia

sulit bagi Garuda menjadi maskapai penerbangan terbaik dan memiliki kinerja keuangan baik, jika direksinya memiliki bisnis sampingan untuk memperkaya diri.

Jumlah Penderita Corona di Indonesia Nyaris 100 Orang
Indonesia
Jumlah Penderita Corona di Indonesia Nyaris 100 Orang

Virus ini sudah dikategorikan sebagai pandemi global

Anies Dengar Cerita Penggali Kubur yang Bekerja di Bawah Terik Matahari dan Lampu Sorot
Indonesia
Anies Dengar Cerita Penggali Kubur yang Bekerja di Bawah Terik Matahari dan Lampu Sorot

Mereka menggali dan memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19