BPBD Fokus Evakuasi di pesisir pantai Labuan, Carita Hingga Sumur Warga memotret kerusakan dinding Gelanggang Olah Raga (GOR) Pasir Ona di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat (2/8) (Antaranews)

Merahputih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang memfokuskan evakuasi di pesisir pantai Labuan, Carita, Panimbang, Tanjung Lesung hingga Sumur pascagempa magnitudo 6,9. Petugas dan relawan juga dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan pendataan.

"Kita minta petugas dan relawan bekerja dengan baik," beber Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang Deni Kurnia, Sabtu (3/8).

Baca Juga: Ini Penyebab Goncangan Gempa Begitu Kuat Hingga Kagetkan Warga Jakarta

Karena, masyarakat di pesisir itu sangat trauma kejadian tsunami tahun 2018 lalu yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia. Selain itu juga ribuan rumah mengalami kerusakan mulai ringan hingga berat.

Oleh karena itu, BPBD berharap petugas dan relawan mampu mengatasi pascagempa dengan lokasi pada 7.54 Lintang Selatan, 104.58 Bujur Timur atau pada 147 km Barat daya Sumur, Banten, dengan kedalaman 10 kilometer.

Warga lebih memilih tinggal di luar rumah pasca gempa Banten
Warga di beberapa daerah yang terdampak masih memilih tinggal di luar rumah pasca gempa Banten (Foto: antaranews)

Namun, beruntun gempa magnitudo 6,9 itu tidak menimbulkan korban jiwa. "Kami berharap petugas dan relawan dapat melakukan pendataan rumah warga yang terdampak bencana alam itu," katanya menjelaskan.

Ia mengimbau masyarakat pesisir Pandeglang itu dapat meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko kebencanaan. Sebab, sebagaimana dikutip Antara, BMKG merilis bahwa pesisir pantai Pandeglang masuk kategori zona merah bencana gempa dan tsunami.

Baca Juga: Kepala BMKG: Peringatan Dini Tsunami Berakhir Bukan Dicabut

Dengan demikian, kata dia, BMKG pascagempa mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami di wilayah pesisir Sumur Pandeglang. "Kami warga tetap tenang dan waspada pascagempa magnitudo 7,4 itu," katanya. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH